Tag Archives: birthday

And I’m Just Starting

27 Oct

Ulang tahun…

Setahun yang lalu ada rasa taku dan khawatir dalam diri saya setiap kali mendengar dua kata tersebut. Syndrom tersebut saya hadapi sejak umur saya menginjak angka 18.

Saya takut menjadi tua. Saya khawatir bahwa pada akhirnya saya terpaksa harus berhadapan dengan kenyataan bahwa hidup tidak bisa berjalan sesuai yang saya inginkan dan sudah terlalu tua untuk saya memperbaiki keadaan agar segalanya berjalan sesuai apa yang saya harapkan dan inginkan.

Tapi lalu saya belajar bahwa hidup tidak hanya segalanya tentang saya. Saya belajar bahwa dalam hidup saya harus berkompromi. Kompromi dengan lingkungan. Kompromi dengan Tuhan. Pada akhirnya waktu membuat saya sadar bahwa meskipun saya adalah satu-satunya manusia yang bertugas menyetir hidup saya danbertanggung jawab akan kebahagiaan saya sendiri, tapi akan selalu ada Tuhan yang mengontrol hidup saya, memberikan apa yang saya butuhkan,bukan apa yang saya mau, meskipun seringnya apa yang saya dapatkan tidak sesuai dengan harapan, keingininan, dan terutama rencana saya.

Dari pengalaman saya belajar banyak hal. Pengalaman mengajarkan saya bahwa kunci utama kebahagiaan saya adalah menerima kenyataan, keadaan, dan diri saya sendiri dengan ikhlas.Pengalaman mengajarkan saya bahwa hidup bukan mempersoalkan mengenai seberapa jauh saya telah melangkah, seberapa banyak pencapaian yang telah saya raih dalam hidup saya, atau apakah saya telah menjalani kehidupan sesuai dengan harapan saya. Pengalaman mengajarkan saya bahwa kesuksesan bukan tentang rencana yang berhasil saya wujudkan.

Dari pengalaman saya belajar bahwa pada akhirnya hal yang penting dalam hidup adalah mengenai seberapa mampu saya bertahan menghadapi kenyataan yang berjalan tidak sesuai harapan saya, seberapa besar hati saya menerima keadaan yang terjadi pada hidup saya, lingkungan saya, dan diri saya sendiri secara ikhlas, dan seberapa jujur saya pada diri saya sendiri.

Tahun ini saya banyak mengalami perubahan… ke arah yang lebih baik, mudah-mudahan.

Tahun ini saya menghadapi pertambahan umur dengan rasa senang.

Senang bahwa pada akhirnya saya memiliki kapasitas untuk menjadi manusia yang ikhlas,setidaknya pada diri saya sendiri terlebih dahulu.

Senang akan fakta bahwa untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya merasa hidup saya berada di track yang benar.

Senang menghadapi kenyataan bahwa di usia baru saya ini, saya menemukan begitu banyak hal yang baru: dunia, kehidupan,pekerjaan, teman-teman, bahkan hubungan dengan keluarga dan temanyang sudah lama saya kenal pun terasa sangat baru bagi saya. Pembaruan ke arah yang lebih baik tentunya.

Hari ini, tepat di hari ulang tahun saya, saya membuat janji pada diri saya sendiri. Saya berjanji bahwa  meskipun saat ini atau di masa yang akan datang kenyataan tidak berjalan sesuai dengan harapan, keinginan, dan rencana saya, saya tidak akan membiarkan kekecewaan menghalangi saya untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Hari ini, untuk pertama kalinya dalam 24 tahun kehidupan saya, saya akhirnya merasa bahwa menjadi tua bukanlah sesuatu yang harus ditakuti,melainkan sesuatu yang harus dihadapi dengan rasa senang dan syukur.

Sebab hidup tidak akan menjadi lebih baik jika saya tidak bersyukur dan masa hidup saya terlalu singkat jika dihabiskan dengan ketakutan.

A year older and I’m much better, wiser, and stronger… finally 🙂

Advertisements

A Friend Indeed

2 Jun

Terkadang yang kita butuhkan hanyalah seseorang

Seseorang yang bersedia mendengarkan tanpa berkata sepatah kata pun, hanya untuk membuat kita merasa lebih baik,

Seseorang yang akan meyakinkan diri kita bahwa kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, meskipun keinginan tersebut terlihat terlalu tinggi dan mengawang-awang,

Seseorang yang percaya akan potensi kita, bahkan di saat kita sendiri pun ragu akan hal itu,

Seseorang yang akan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja setiap kali rasa takut, cemas, gelisah, dan hal buruk sedang menyerang

Seseorang yang selalu berada di sebelah kita, meskipun tidak secara fisik, baik dalam susah mau pun senang

Seseorang yang membuat kita merasa bebas untuk mengungkapkan segala hal, termasuk sisi paling buruk dalam diri kita tanpa takut akan dihakimi setelahnya

Seseorang yang akan menerima kita apa adanya

Saya mendefinisikan seseorang tersebut sebagai seorang teman baik, a friend in need is a friend indeed. Ada kurang lebih 9,3 miliar manusia di dunia ini, tapi sangat sulit untuk mendapatkan seseorang seperti itu. Untungnya, saya sudah menemukan seseorang tersebut.

Terima kasih karena telah menjadi seseorang tersebut selama beberapa tahun terakhir. Semoga rantai persahabatan ini tidak akan pernah putus. Happy birthday, besta’!

P.S. Ditulis sebagai hadiah ulang tahun untuk seorang sahabat

Ya, Ya, Ya

18 Oct

Hari itu semakin dekat. Hari ulang tahun saya yang ke 23. Monster di kepala saya semakin gencar menyerang, bahkan rasanya setiap malam saya tidur ditemani gelisah karena monster-monster itu. Hal seperti ini selalu dan selalu saja terjadi di bulan Oktober. Saya menyebutnya sindrom pra ulang tahun karena begitu hari ulang tahun saya datang, sindrom ini pun menghilang tanpa jejak.

Iya, saya memang over sensitive, impulsif, dan drama queen. Sindrom seperti ini sepertinya hanya dialami oleh saya atau orang-orang yang sama sensitif, impulsif, dan dramanya seperti saya.

Anyway, tapi tahun ini saya memiliki kebanggan tersendiri. Sebuah prestasi yang sangat hebat (menurut saya) dan kalau ini adalah sebuah perlombaan, saya pasti akan memenangkannya, lalu memajang piala dan sertifikatnya di ruang tamu saya, sengaja agar semua orang bisa melihatnya.

Prestasi terbesar saya tahun ini adalah keberhasilan saya mengatasi sindrom pra ulang tahun saya dengan baik. Iya sih, saya masih suka cemas dan khawatir tidak jelas mengenai pencapaian yang ingin saya raih dalam hidup saya; saya juga masih suka gelisah ketika tertidur, tapi setidaknya saya menghadapi sindrom ini dengan cara yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, dalam rangka berperang menghadapi sindrom pra ulang tahun, saya memutuskan untuk melakukan begitu banyak hal yang selama ini tidak pernah terpikirkan di kepala saya. Tahun ini, saya melakukan sebuah langkah yang sangat sederhana, tapi ternyata memberikan efek yang sangat hebat untuk diri saya sendiri. Tahun ini, saya mengatakan ‘YA’ untuk banyak hal.

Mengatakan ‘ya’.

Sepertinya sudah lama sekali saya lupa bagaimana cara mengatakan ‘ya’ tanpa sebuah keterpaksaan. Menjadi seorang yang pemikir dan penuh pertimbangan membuat saya kesulitan mengatakan ‘ya’ akan segala tawaran atau pun tantangan yang datang pada saya. Di lain sisi, menjadi seorang dengan sifat ‘nggak-enakan’ juga membuat saya menjadi seseorang yang sering mengatakan ‘ya’ hanya atas dasar rasa tidak enak pada orang lain dan pada akhirnya saya melakukan sesuatu dengan terpaksa.

Tapi tahun ini berbeda. Saya mengatakan ‘ya’ karena saya memang menginginkannya, jadi segala hal yang saya lakukan dilandasi sebuah keikhlasan.

Hasilnya? Luar biasa!

Cukup dengan kata’ ya’ saya menemukan diri saya jatuh cinta pada begitu banyak hal yang baru dan semakin cinta pada hal-hal yang saya cintai sejak dahulu.

Saya semakin cinta pada bau kopi yang diseduh dengan air panas. Saya semakin cinta pada menulis. Saya semakin cinta pada membaca. Saya semakin cinta pada kegiatan bersosialisasi yang memungkinkan saya bertemu dengan begitu banyak orang baru yang keren-keren (setidaknya di mata saya). Saya semakin cinta pada bau tanah dan dedaunan yang basah karena hujan. Saya semakin cinta pada melihat hujan deras turun dari dalam ruangan yang membuat saya tetap kering dan hangat. Saya semakin cinta…

Ah akan terlalu banyak dan terlalu panjang untuk diceritakan.

Saya juga menemukan cinta baru saya.

Saya mulai jatuh cinta pada Homogenic dan Ndeesaster, para musisi Indonesia yang membuat saya kembali percaya bahwa meskipun jumlahnya tidak banyak, tapi masih ada musisi Indonesia yang memang berkualitas dan tidak bermusik sesuai trend. Saya mulai jatuh cinta teman-teman baru saya, teman-teman baru yang mengeluarkan aura dan energi positif untuk saya sehingga saya pun, sama halnya seperti mereka, terbawa positif. Saya mulai jatuh cinta pada ‘It Girl’, sebuah game baru di FB yang mencegah saya dari penyakit bosan akibat tidak ada lagi hal yang bisa dilakukan. Saya mulai jatuh cinta pada kegiatan mencari gambar untuk disisipkan pada posting blog saya. Saya mulai jatuh cinta pada….

Ah, lagi-lagi akan terlalu banyak dan panjang jika harus saya sebutkan satu per satu.

Tapi di balik semua kecintaan saya akan hal baru dan semakin dalamnya cinta saya akan hal lama, satu hal yang paling saya syukuri dan akan saya jadikan hadiah terindah untuk diri saya sendiri di hari ulang tahun saya adalah: kecintaan saya akan hidup saya dan diri saya sendiri.

Terdengar narsis memang, tapi siapa lagi yang bisa mencintai hidup dan diri saya lebih baik dari saya sendiri?

Jadi, besok-besok, ketika saya kembali menjadi orang yang sinis dan kurang menyenangkan, tolong kembalikan cinta saya pada hal lama atau pertemukan saya dengan cinta baru saya cukup dengan mengingatkan saya untuk berkata ‘ya’.

P.S. Gambar diambil dari getty images

 

 

Peterpan

22 Sep

“There were times I refuse to grow up.”

Menjadi tua dan dituntut untuk bersifat dewasa adalah sesuatu yang terkadang ingin sekali saya hindari. Fakta bahwa seiring berjalannya waktu, bertambahnya umur dan kedewasaan, tapi justru jatah hidup di dunia ini berkurang adalah sesuatu yang sangat tidak saya sukai.

Suatu hari saya bermimpi menjadi seorang Peterpan. Rasanya menyenangkan sekali menjadi seseorang yang tidak pernah menjadi tua, berasa memiliki kemampuan menghentikan waktu. Rasanya menyenangkan sekali karena saya tidak harus mengemban tanggung jawab apa pun, tidak harus menjaga image demi sebuah kedewasaan, dan dapat melakukan apa pun yang saya sukai karena pada akhirnya ketika saya melakukan sebuah kesalahan orang-orang akan memakluminya karena saya masih kecil.

Mimpi menjadi seorang Peterpan begitu indah pada awalnya. Hingga akhirnya, di menit terakhir mimpi indah saya tersebut, seperti sebuah monster, mimpi tersebut berubah menjadi sebuah mimpi buruk.

Memang menyenangkan sekali menjadi muda selamanya, tapi tetap saja tidak akan pernah bisa menandingi kesenangan akan tumbuh dewasa dan menjadi tua bersama orang-orang yang saya cintai.

Mimpi tersebut membuat saya sadar bahwa saya sedang berada di sebuah mimpi buruk karena saya yang muda selalu dipertemukan dengan teman-teman dan keluarga saya yang lalu tumbuh dewasa dan menjadi tua dan sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Pada akhirnya saya menjadi seseorang yang ditinggalkan karena saya adalah satu-satunya orang yang tidak berubah.

Ternyata, meskipun ada masa dimana saya merasa enggan tumbuh, masa dimana saya benci menjadi dewasa karena sebuah keharusan bukan pilihan, masa dimana semua mimpi saya terpaksa sirna karena terbentur oleh realita, masa dimana hidup sepertinya semakin sulit saja untuk dilalui dan masalah tidak pernah usai mendatangi hidup saya; saya masih akan jauh lebih menikmati masa-masa seperti itu ketimbang jika saya menjadi muda selamanya dan tidak pernah tumbuh dewasa dan menjadi tua bersama orang-orang yang saya cintai.

Menjelang usia saya yang ke 23 tahun bulan depan, saya berharap saya tidak akan pernah kehabisan orang-orang yang saya cintai sehingga dalam setiap fase saya tumbuh dewasa dan menjadi tua, saya bisa melewatinya bersama orang-orang yang saya cintai.

 

22 Random Thought

27 Oct
1. Bumi menua. Saya menua. Kamu menua. Semua yang ada di dunia ini menua. Sebuah fakta yang menyenangkan hati saya dan berhasil mengobati kegundahan hati saya akhir-akhir ini karena fakta tersebut memuat keadilan di dalamnya.
2. Kadang saya berusaha terlalu keras untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Begitu kerasnya usaha saya sampai-sampai usaha tersebut bukannya membuat saya menjadi manusia yang lebih baik, tetapi malah menjadikan saya sebagai manusia ambisius yang tenggelam dalam kehidupan maya yang sama sekali tidak logis.
3. Teh atau kopi. Pulang atau lanjut ‘jalan’. Celana jeans atau celana pendek. Tshirt atau kemeja. Hidup saya selalu dipenuhi oleh pilihan-pilihan, mulai dari yang termudah hingga yang tersulit. Saya baru menyadari bahwa yang terpenting bukanlah memilih keputusan yang memiliki resiko terkecil di masa yang akan datang, melainkan pilihan yang akan mendewasakan diri saya dari pengalaman yang saya peroleh sebagai konsekuensi atas pilihan tersebut.
4. Saya masih suka hujan. Bagi saya, hujan bukan hanya sebuah fenomena alam, tapi juga memuat begitu banyak filosofi di dalamnya.
5. Seringnya teman-teman saya menganggap saya sombong karena kebiasaan saya menghilang dari dunia pergaulan, sementara fakta yang terjadi adalah setiap kali saya menghilang, saya pasti sedang mengalami masalah yang cukup berat dan tidak mungkin diceritakan oleh siapa pun. Sayangnya, mereka tidak pernah mau mendengarkan alasan saya setiap kali saya kembali dari dunia autistik saya dan telah berhasil menyelesaikan masalah saya dan kembali menata hidup saya. Kali ini saya hanya ingin kalian semua tahu bahwa dalam setiap prilaku manusia, terdapat makna di baliknya dan… setiap orang memiliki hak untuk menghilang.
6. Pada dasarnya semua orang itu tercipta sama, memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, tidak pernah ada satu orang pun yang lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya.
7. Saya selalu kagum dengan mama. Di balik segala kelembutannya, dia adalah wanita terkuat di dunia, setidaknya dalam mata saya (dan saya tidak sedang menganalogikan wanita terkuat sebagai nyonya meneer yang berdiri dari tahun kapan tahu gitu). Sering kali dalam hidup saya, saya menyesali keputusan saya yang membangkang ucapan mama, tapi saya cuma ingin mama tahu bahwa saya akan selalu berusaha untuk membanggakannya. Mama dan segala kekuatan di balik kelembutannya adalah sebuah role model yang membuat saya selalu kuat menghadapi apa pun yang terjadi dalam hidup saya. Mama adalah alasan saya setiap kali saya bangun pagi dan mencari alasan untuk tetap hidup di dunia ini.
8. Ketakutan terbesar saya adalah kehilangan atau ditinggalkan orang yang saya cintai, meskipun saya sangat menyadari fakta bahwa semua orang akan mengalami fase meninggalkan dan ditinggalkan.
9. Saya masih merasa jauh lebih cantik ketika mengenakan Tshirt, celana jeans, dan sepatu kets dibandingkan dengan pakaian wanita pada umumnya.
10. Aura yang kita bawa bersifat menular. Maka usahakan untuk tidak membawa aura negatif ketika bertemu dengan siapa pun. Pastikan ketika kita memutuskan untuk keluar rumah dan bersosialisasi dengan orang-orang, aura yang kita bawa adalah aura positif.
11. Mengutip pernyataan seorang teman yang ateis, “untuk apa kita beragama kalau faktanya kita masih saling menyakiti satu sama lain?”
12. For a million hearts that open, a million break (Lukas by Natalie Imbruglia)
13. There were time I refuse to grow up
14. Twitter, facebook, dan blog adalah beberapa dari sekian banyak alasan yang membuat saya merasa bahagia menjalani hidup ini.
15. Hanya sedikit orang yang tahu bahwa dalam kehidupan sehari-hari saya cenderung memakai topeng, karena tempat saya untuk bisa benar-benar jujur dan mengungkapkan semua yang ada di pikiran saya hanyalah di sini… di blog ini.
16. Saya sering mengunjungi Starbucks bukan karena saya benar-benar menyukai kopinya (karena saya pernah menemukan kopi yang jauh lebih enak dengan harga yang jauh lebih murah), tapi karena saya sangat menikmati menjadi seorang kapitalis.
17. Saya masih terobsesi menari striptease dan akan mewujudkan obsesi saya itu suatu saat nanti. Nanti… ketika saya sudah memiliki suami tentunya.
18. Beberapa orang peramal pernah mengatakan pada saya bahwa saya memiliki tendensi untuk menikah dua kali. Pertama kali saya mendengarkan ramalan itu, saya tertawa, bagaimana bisa saya yang (sempat) tidak mempercayai pernikahan bisa menikah sebanyak dua kali. Tapi lalu belakangan ramalan tersebut malah membuat saya takut.
19. Saya ingin menjadi dewasa, mapan, dan matang ketika saya menginjak 30 tahun. Pada umur 30 tahun saya benar-benar ingin menjadi ‘seseorang’ di mata seseorang.
20. Ada begitu banyak hal yang orang-orang tahu tentang saya, tapi mereka tidak pernah tahu (setidaknya sampai hari ini) bahwa saya sangat benci dengan orang-orang yang berkata kasar dan tidak pernah bisa menerima perlakuan kasar dari siapa pun dan untuk alasan apa pun.
21. Meskipun hidup berjalan terus setiap detiknya, tapi saya percaya bahwa terkadang hidup perlu dijalani tanpa harus mencari makna di dalamnya. Bukan untuk menyia-nyiakan masa yang telah Tuhan berikan, tapi untuk membiarkan diri kita sekali saja menikmati hidup yang tidak bermakna.
22. Seseorang yang pintar adalah seseorang yang bisa mengatakan semua yang ada di pikirannya dengan cara yang halus tanpa menyakiti hati sang lawan bicaranya.
Umur saya resmi 22 tahun dan ada 22 random things yang muncul dalam pikiran saya. Saya sangat percaya bahwa angka 2 selalu memberikan keberuntungan bagi saya, seperti nomor urut 2 dalam presentasi project saya yang cukup besar dan berhasil goal. Angka 22 adalah angka 2 yang diulang sebanyak 2 kali, semoga keberuntungan yang saya terima berlipat ganda. Dan semoga… bukan hanya saya yang diberkahi dalam hidup ini, tapi juga kamu-para manusia yang dengan setia mendampingi hidup saya di kala susah maupun senang.
Semoga penambahan usia dan pengurangan masa hidup ini menjadikan saya sebagai manusia yang lebih baik lagi.

1. Bumi menua. Saya menua. Kamu menua. Semua yang ada di dunia ini menua. Sebuah fakta yang menyenangkan hati saya dan berhasil mengobati kegundahan hati saya akhir-akhir ini karena fakta tersebut memuat keadilan di dalamnya.

2. Kadang saya berusaha terlalu keras untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Begitu kerasnya usaha saya sampai-sampai usaha tersebut bukannya membuat saya menjadi manusia yang lebih baik, tetapi malah menjadikan saya sebagai manusia ambisius yang tenggelam dalam kehidupan maya yang sama sekali tidak logis.

3. Teh atau kopi. Pulang atau lanjut ‘jalan’. Celana jeans atau celana pendek. Tshirt atau kemeja. Hidup saya selalu dipenuhi oleh pilihan-pilihan, mulai dari yang termudah hingga yang tersulit. Saya baru menyadari bahwa yang terpenting bukanlah memilih keputusan yang memiliki resiko terkecil di masa yang akan datang, melainkan pilihan yang akan mendewasakan diri saya dari pengalaman yang saya peroleh sebagai konsekuensi atas pilihan tersebut.

4. Saya masih suka hujan. Bagi saya, hujan bukan hanya sebuah fenomena alam, tapi juga memuat begitu banyak filosofi di dalamnya.

5. Seringnya teman-teman saya menganggap saya sombong karena kebiasaan saya menghilang dari dunia pergaulan, sementara fakta yang terjadi adalah setiap kali saya menghilang, saya pasti sedang mengalami masalah yang cukup berat dan tidak mungkin diceritakan oleh siapa pun. Sayangnya, mereka tidak pernah mau mendengarkan alasan saya setiap kali saya kembali dari dunia autistik saya dan telah berhasil menyelesaikan masalah saya dan kembali menata hidup saya. Kali ini saya hanya ingin kalian semua tahu bahwa dalam setiap prilaku manusia, terdapat makna di baliknya dan… setiap orang memiliki hak untuk menghilang.

6. Pada dasarnya semua orang itu tercipta sama, memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, tidak pernah ada satu orang pun yang lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya.

7. Saya selalu kagum dengan mama. Di balik segala kelembutannya, dia adalah wanita terkuat di dunia, setidaknya dalam mata saya (dan saya tidak sedang menganalogikan wanita terkuat sebagai nyonya meneer yang berdiri dari tahun kapan tahu gitu). Sering kali dalam hidup saya, saya menyesali keputusan saya yang membangkang ucapan mama, tapi saya cuma ingin mama tahu bahwa saya akan selalu berusaha untuk membanggakannya. Mama dan segala kekuatan di balik kelembutannya adalah sebuah role model yang membuat saya selalu kuat menghadapi apa pun yang terjadi dalam hidup saya. Mama adalah alasan saya setiap kali saya bangun pagi dan mencari alasan untuk tetap hidup di dunia ini.

8. Ketakutan terbesar saya adalah kehilangan atau ditinggalkan orang yang saya cintai, meskipun saya sangat menyadari fakta bahwa semua orang akan mengalami fase meninggalkan dan ditinggalkan.

9. Saya masih merasa jauh lebih cantik ketika mengenakan Tshirt, celana jeans, dan sepatu kets dibandingkan dengan pakaian wanita pada umumnya.

10. Aura yang kita bawa bersifat menular. Maka usahakan untuk tidak membawa aura negatif ketika bertemu dengan siapa pun. Pastikan ketika kita memutuskan untuk keluar rumah dan bersosialisasi dengan orang-orang, aura yang kita bawa adalah aura positif.

11. Mengutip pernyataan seorang teman yang ateis: “untuk apa kita beragama kalau faktanya kita masih saling menyakiti satu sama lain?”

12. For a million hearts that open, a million break (Lukas by Natalie Imbruglia)

13. There were time I refuse to grow up

14. Twitter, facebook, dan blog adalah beberapa dari sekian banyak alasan yang membuat saya merasa bahagia menjalani hidup ini.

15. Hanya sedikit orang yang tahu bahwa dalam kehidupan sehari-hari saya cenderung memakai topeng, karena tempat saya untuk bisa benar-benar jujur dan mengungkapkan semua yang ada di pikiran saya hanyalah di sini… di blog ini.

16. Saya sering mengunjungi Starbucks bukan karena saya benar-benar menyukai kopinya (karena saya pernah menemukan kopi yang jauh lebih enak dengan harga yang jauh lebih murah), tapi karena saya sangat menikmati menjadi seorang kapitalis.

17. Saya masih terobsesi menari striptease dan akan mewujudkan obsesi saya itu suatu saat nanti. Nanti… ketika saya sudah memiliki suami tentunya.

18. Beberapa orang peramal pernah mengatakan pada saya bahwa saya memiliki tendensi untuk menikah dua kali. Pertama kali saya mendengarkan ramalan itu, saya tertawa, bagaimana bisa saya yang (sempat) tidak mempercayai pernikahan bisa menikah sebanyak dua kali. Tapi lalu belakangan ramalan tersebut malah membuat saya takut.

19. Saya ingin menjadi dewasa, mapan, dan matang ketika saya menginjak 30 tahun. Pada umur 30 tahun saya benar-benar ingin menjadi ‘seseorang’ di mata seseorang.

20. Ada begitu banyak hal yang orang-orang tahu tentang saya, tapi mereka tidak pernah tahu (setidaknya sampai hari ini) bahwa saya sangat benci dengan orang-orang yang berkata kasar dan tidak pernah bisa menerima perlakuan kasar dari siapa pun dan untuk alasan apa pun.

21. Meskipun hidup berjalan terus setiap detiknya, tapi saya percaya bahwa terkadang hidup perlu dijalani tanpa harus mencari makna di dalamnya. Bukan untuk menyia-nyiakan masa yang telah Tuhan berikan, tapi untuk membiarkan diri kita sekali saja menikmati hidup yang tidak bermakna.

22. Seseorang yang pintar adalah seseorang yang bisa mengatakan semua yang ada di pikirannya dengan cara yang halus tanpa menyakiti hati sang lawan bicaranya.

Umur saya resmi 22 tahun dan ada 22 random things yang muncul dalam pikiran saya. Saya sangat percaya bahwa angka 2 selalu memberikan keberuntungan bagi saya, seperti nomor urut 2 dalam presentasi project saya yang cukup besar dan berhasil goal. Angka 22 adalah angka 2 yang diulang sebanyak 2 kali, semoga keberuntungan yang saya terima berlipat ganda. Dan semoga… bukan hanya saya yang diberkahi dalam hidup ini, tapi juga kamu-para manusia yang dengan setia mendampingi hidup saya di kala susah maupun senang.

Semoga pertambahan usia dan pengurangan masa hidup ini menjadikan saya sebagai manusia yang lebih baik lagi.

What Do They Know

25 Oct

Dua hari lagi menjelang ulang tahun saya dan sebuah pikiran melintas kuat di benak saya hari ini. Pernyataan seorang teman saya kembali menampar saya pada sebuah realita. Dalam sebuah pembicaraan ditemani beberapa cangkir kopi dan hujan deras di Bandung suatu sore, seorang teman baik berkata:

“Kenapa kita harus worry dengan apa yang orang pikirkan tentang kita, sementara faktanya adalah mereka tidak tahu apa pun tentang kita?”

Saya lupa pastinya apa yang memicu teman saya mengeluarkan pernyataan seperti itu saat itu, tapi saya tahu dengan pasti bahwa setelah dia berbicara seperti itu, pikiran saya langsung berjalan. Kopi, hujan, dan pernyataan menampar dari teman saya memang kombinasi yang bagus untuk membuat saya (atau siapa pun juga) untuk berpikir.

Hari ini pemikiran itu kembali muncul. Setelah beberapa minggu ini saya menghabiskan waktu dan energi saya lebih banyak untuk memikirkan hal-hal yang tidak begitu penting untuk dipikirkan. Setelah beberapa minggu ini saya membiarkan pekerjaan saya selesai secara tidak optimal karena saya baru menyelesaikannya menjelang deadline, ditambah dengan skripsi dan laporan magang yang terbengkalai begitu saja.

Akhirnya pemikiran itu muncul: what do they know about me? why should I worry about that?. Dua pertanyaan besar itu terus menerus berputar dalam pikiran saya, membuat saya yang terpaksa menghentikan kegiatan belajar untuk UTS saya besok.

Kamu tahu? Salah satu alasan saya menjadi sangat khawatir akan masa depan saya, mengalami pra 22 syndrome adalah karena saya mengkhawatirkan apa yang orang pikirkan tentang saya, karena ketika saya mengetahui bahwa mereka berpikir sesuatu tentang saya tidak seperti apa yang saya ingin mereka untuk pikirkan, saya lalu bertanya-tanya apa yang salah dengan saya.

Memangnya apa yang mereka tahu tentang saya?

Apa yang mereka tahu tentang saya ketika mereka melihat saya sedang duduk sendirian di sebuah coffee shop yang ramai pengunjung, tanpa ipod atau apa pun sebagai teman saya? Memangnya mereka tahu apa waktu mereka berpikir saya tidak punya banyak teman atau sedang patah hati dan menatap saya dengan tatapan kasihan, sementara faktanya adalah waktu itu saya memang lebih memilih untuk sendirian dibandingkan menerima ajakan teman-teman saya untuk nonton, makan bareng, atau sekedar nongkrong-nongkrong nggak jelas?

Apa yang mereka tahu tentang saya ketika saya memutuskan untuk berjalan dibandingkan naik kendaraan ketika hari sudah malam dan gerimis mulai turun? Memangnya apa yang mereka tahu waktu mereka berpikir saya ini nekad atau kehabisan uang, sementara yang terjadi adalah saya memang memutuskan untuk berjalan karena pada waktu itu saya membutuhkan banyak ruang dan waktu untuk berpikir mengenai konsep yang harus saya kerjakan supaya saya tetap bertahan pada pekerjaan saya dan tidak dipecat?

Memangnya apa yang mereka tahu waktu mereka menilai saya sombong dan tidak bersahabat, sementara fakta yang terjadi adalah saya sejak kecil memang didiagnosa memiliki kesulitan kemampuan berkomunikasi dan saya minder ketika berhadapan dengan orang-orang baru atau pun orang-orang yang tidak saya kenal dengan baik?

Memangnya apa yang mereka tahu waktu saya memutuskan untuk mengganti profile picture facebook saya? Apa yang mereka tahu waktu mereka berpikir bahwa lelaki di sebelah saya itu adalah pacar saya, sementara faktanya adalah saya merasa saat ini satu-satunya sahabat lelaki yang saya punya hanya dia?

Apa yang mereka tahu tentang semua itu? Apa yang mereka tahu tentang apa yang ada di pikiran saya? Apa yang mereka tahu tentang… saya?

Lalu saya menemukan jawaban bahwa mereka sama sekali tidak tahu tentang saya.

Terus kenapa saya harus worry pada mereka yang lebih memilih untuk berpikir tentang saya berdasarkan apa yang mereka ingin pikirkan tentang saya bukan mencoba untuk bertanya pada saya tentang apa yang terjadi dan lalu berpikir berdasarkan kenyataan yang ada?

Kenapa juga saya harus bersusah payah untuk bersikap sesuai apa yang mereka inginkan agar mereka bisa berpikir tentang saya sesuai dengan keinginan saya, sementara fakta yang terjadi adalah saya (dan siapa pun juga tidak bisa memaksakan pemikiran orang lain?

Dan ya… saya memang impulsif sejati. Detik ini saya bertekad untuk berhenti mengkhawatirkan apa yang orang pikirkan tentang saya karena saya tidak mau lagi peduli tentang itu.

Terserah selanjutnya apa yang akan orang lain pikirkan tentang saya ketika saya memutuskan untuk menutup telinga saya rapat-rapat untuk pemikiran-pemikiran mereka yang tidak pernah benar-benar mengenal saya karena faktanya adalah saya yakin hidup saya akan jauh lebih bahagia tanpa harus memikirkan apa yang orang pikirkan tentang saya, karena saya ingin membuang jauh-jauh pikiran bahwa saya membutuhkan Prozac, psikolog, atau bahkan psikiater untuk mengobati gangguan mental saya yang sering tertekan, karena jika mereka benar-benar teman maka mereka tidak akan sibuk dengan autistik pemikiran mereka dan lebih memilih untuk bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi, karena saya… tidak mau lagi memaksakan pikiran orang lain tentang saya.

People always act like they know everything but the fact is: they know NOTHING.

Pra 22 Syndrome

27 Sep

It’s not suppossed to be like this.

2 adalah angka keberuntungan saya, dan jika 2 itu digandakan menjadi 22, saya selalu merasa jauh lebih beruntung. Mungkin ini cuma sugesti, tapi yang jelas sugesti saya pada angka 2 cukup membantu meningkatkan kepercayaan saya terhadap sesuatu yang sedang saya lakukan atau setidaknya terhadap diri saya sendiri. Jadi seharusnya, menjelang ulang tahun yang ke 22 ini, saya tidak menjadi senegatif sekarang. Sugesti saya terhadap angka 22 jelas tidak membantu saya sama sekali dalam menghadapi semua ini.

Satu bulan lagi waktu itu datang, saya akan menginjak 22 tahun satu bulan yang akan datang, dan saya seperti tahun-tahun selanjutnya, mengalami pra b’day syndrome.

Belakangan ini saya menjadi over sensitive dan over reaksi terhadap segala sesuatu. Bahkan hal kecil yang dalam keadaan normal sama sekali tidak pernah saya pikirkan mendadak bisa membolak-balik mood saya dalam hitungan detik. Singkatnya, saya kembali menjadi a grumpy impulsive useless person.

Belakangan ini juga saya mulai capek dengan kehidupan saya yang terasa sangat datar. Capek mencoba mengerti orang lain di saat bahkan mereka sama sekali tidak mau mengerti perasaaan saya. Capek memendam semua emosi yang ada hanya karena saya berusaha sangat keras untuk tidak pernah menyakiti perasaan mereka sekalipun perkataan mereka seringkali menyakiti perasaan saya. Capek mengatur segalanya, memastikan segalanya berjalan lancar, sementara rencana yang saya buat sendiri bahkan tidak pernah lepas dari hambatan. Capek dituntut untuk selalu kreatif dan mendatangkan ide-ide segar sementara ada begitu banyak hal yang harus saya lakukan tetapi begitu sedikit waktu yang saya punya. Capek mengatur jadwal untuk orang lain, mulai dari jadwal pertemuan rutin teman-teman sma sampai jadwal mengerjakan tugas kuliah, menentukan tempat pertemuan, mengkomunikasikan rencana dengan mereka semua, sehingga saya lupa kalau saya harusnya mengatur jadwal untuk diri saya sendiri.

Ini mungkin pengakuan terjujur yang pernah saya ucapkan: saya sedang capek mengatur urusan orang lain, sementara urusan saya sendiri seringkali terabaikan.

Biasanya, ketika saya sedang mengalami pra b’day syndrome, saya selalu mencurahkan semuanya ke BFF saya, Zhe. Tapi sepertinya untuk kali ini saya harus bisa menghadapinya sendirian, Zhe sedang sibuk dan sedikit stress dengan rencana pernikahannya dan saya benar-benar merasa tidak ada seorang pun yang bisa saya andalkan lagi (bukan berarti kalian nggak penting buat saya lho!).

Kali ini saya mau meminta maaf pada kalian, maaf jika saya (mungkin) akan lebih sering membawa aura negatif terhadap kalian ketimbang aura positif. Maaf jika saya mendadak over sensitive dan berlebihan menghadapi segala sesuatunya.

Mudah-mudahan pra 22 syndrome ini segera berakhir