Tersesat

15 May

“I can’t believe my life. One minute it’s going okay, I mean…as okay as my life can get, then the gong knocks me completely off my feet.” – Ally McBeal

Suatu hari hidupmu baik-baik saja. Kamu bisa saja memiliki hal yang ingin sekali dimiliki oles banyak orang di luaran sana, pekerjaan yang oke, gaji yang lumayan untuk membiayai gaya hidup, partner yang mencintai kamu apa adanya, dan jaringan pertemanan yang luas yang membuat hidup kamu terasa jauh lebih mudah untuk dijalani.

Suatu hari kamu merasa baik-baik saja, lalu hal yang sangat kecil terjadi dan membuatmu berpikir ulang tentang hidupmu.

Hal kecil yang menekan tombol memori di otak dan membuka kembali luka yang ada di hati kamu, luka yang selama ini kamu kira telah sembuh padahal kenyataannya adalah luka itu tidak pernah sembuh, kamu hanya sudah terbiasa untuk hidup dan tumbuh dengan luka tersebut.

Hal kecil seperti…
Berada pada thread comment yang sama dengan seseorang dari masa lalu.

Kamu kira kamu telah move on, tapi melihat namanya setelah bertahun-tahun kamu hidup tanpa eksistensinya membuat luka di hatimu kembali terasa dan seolah itu belum cukup menyakitkan, kamu memutuskan untuk mencari namanya di internet, membuka semua media sosial yang dimilikinya, melihat apa yang telah terjadi padanya sejak kamu dan dia hilang kontak.

But then things get worse.

Kamu kemudian mulai merasa ragu akan hal yang lebih menyakitkan untukmu: fakta bahwa hidupnya baik baik saja tanpa dirimu atau fakta bahwa ternyata kamu masih menyimpan rasa itu padanya.

Rasa itu?
Kamu kemudian mulai kesulitan menjelaskan rasa apa sebenernya yang ada di hatimu untuknya, dan semakin kamu mencari tahu akan rasa tersebut, semakin kamu merasa frustasi dan marah karena kamu tersesat dalam perasaanmu sendiri.

Kamu lalu mulai mempertanyakan tentang hidupmu sendiri.

Benarkah semua yang kamu miliki saat ini adalah hidup yang kamu inginkan?
Benarkah kamu ingin menghabiskan sisa hidupmu untuk menjalani pekerjaanmu?
Benarkah kamu mencintai partnermu atau kamu hanya terbiasa dengan eksistensinya dalam hidupmu?
Benarkah kamu nyaman berada di lingkaran pertemanananmu, tanpa pernah merasa kesepian?
Benarkah uang yang kamu hasilkan mampu membeli semua yang kamu inginkan?
Atau benarkah, seseorang yang telah memanfaatkanmu demi uang, menyakiti hatimu begitu dalam, dan bahkan tidak pernah memikirkan dirimu sekalipun adalah seseorang yang terus hidup dalam hati dan kepalamu bahkan ketika kamu tidak menyadarinya?

Kamu terus bertanya-tanya dan semakin sering kamu mempertanyakan hal-hal tersebut, semakin kamu merasa tersesat.

Mungkin ini saatnya untuk kamu berhenti sejenak, menikmati segala rasa yang tak pernah bisa kamu definisikan, mendengar isi hatimu, berkompromi atas hal-hal yang terjadi pada hidupmu, dan mengikhlaskan hidupmu.

Berhentilah sejenak, lalu ketika semua sudah berakhir, berbaliklah dan sadari bahwa akan ada seseorang yang selalu menunggumu di tempat yang sama.

Tentang Perselingkuhan

4 Apr

Akan selalu ada pertama kali untuk segala hal, dan setiap pengalaman pertama memberikan pelajaran yang bahkan tidak akan pernah bisa didapatkam dari kelas termahAl sekalipun.

Pengalaman pertama minum alkohol mengajarkan saya bahwa bersenang-senang tetap membutuhkan tanggung jawab.
Pengalaman pertama menyetir mengajarkan saya betapa pentingnya untuk tetap fokus dan mengendalikan emosi.
Pengalaman pertama disakiti seseorang mengajarkan saya untuk memaafkan dan melupakan hal-hal yang tak seharusnya diingat

Dan tibalah pengalaman pertama saya berselingkuh dan menyakiti perasaan seseorang
Dulu saya selalu berpikir bahwa berselingkuh membutuhkan uang dan manajemen waktu yang baik, tapi lalu saya sadar bahwa tidak hanya kedua hal itu saja yang dibutuhkan, tapi juga hati yang dingin. Hati yang dingin untuk menyimpan kebohongan dari seseorang yang mencintai saya apa adanya, hati yang dingin untuk menyembunyikan fakta bahwa saya telah mengkhianati komitmen dan kepercayaan yang telah dibangun dengan proses yang tidak sebentar.

Sama halnya dengan pengalaman pertama lainnya, pertama kali saya berselingkuh mengajarkan saya banyak hal.
Saya belajar bahwa hati bukanlah mainan dan saya tidak seharusnya bermain-main dengan hati dan perasaan seseorang, termasuk diri saya sendiri.
Saya belajar bahwa memiliki 2 cinta sama sekali tidak menyenangkan, sebab pada akhirnya yang kamu butuhkan adalah perasaan cukup, bukan perasaan berlebih.
Saya belajar bahwa mengkomunikasikan apa yang saya rasakan dan pikirkan, semenyakitkan apapun itu, jauh lebih baik daripada menyimpannya sendiri dan membiarkan masalah yang merupakan kerikil kecil dalam hubungan menumpuk hingga akhirnya menjadi bom waktu yang menyakiti diri saya sendiri, dan terlebih lagi semua yang terlibat dalam hubungan itu.
Saya belajar bahwa kesenangan sementara tidak sebanding dengan perasaan bersalah atas apa yang telah saya lakukan.
Saya belajar bahwa sekompleks apapun yang kamu pikirkan dan kamu rasakan, tidak lantas menjadikan kamu memiliki alasan dan pembenaran untuk mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan.
Saya belajar bahwa saya tidak bisa mendapatkan semua yang saya inginkan, dan maka dari itu saya harus belajar memilih dan siap dengan segala konsekuensi atas pilihan yang telah saya pilih.
Saya belajar bahwa jatuh cinta itu gampang, tapi menjaga cinta membutuhkan mental dan komitmen yang kuat.

Tidak mudah rasanya untuk mengakui bahwa kamu telah memilih keputusan yang salah dan kamu terlambat untuk menyadarinya. Berat rasanya untuk tahu bahwa orang yang kamu sakiti adalah orang yang mencintai kamu dengan tulus dan bersedia membagi dunianya bersama kamu, bahwa tidak ada satupun yang layak diperlakukan seperti ini dan merasakan sakitnya.

Ini adalah fase yang sulit bagi saya, tapi saya tahu saya harus belajar bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi atas kesalahan saya. Fase ini sulit dan menyakitkan, tapi ini adalah proses pendewasaan dari diri saya.

Dan pada akhirnya, hidup adalah sebuah pembelajaran.

3 Months With You

10 Feb

Aku mencintai kamu seperti aku mencintai Bandung,
Sejauh apapun aku pergi meninggalkanmu, aku akan tetap krmbali padamu
Sebab kamu adalah tempat dimana hatiku berada

Aku mencintai kamu seperti aku mencintai secangkir kopi sepulang kerja,
Kehadiranmu membuat aku merasa memiliki teman untuk berbagi, dalam kebahagiaan maupun kesedihan
Sebab kehadiranmu menghangatkan hatiku

Aku mencintai kamu seperti aku mencintai butter croissant,
Kesederhanaanmulah yang membuatku jatuh cinta
Sebab kamu dengan semua kesederhanaanmu cukup untukku

Dan aku hanya butuh seseorang yang cukup untuk melengkapi hidupku

image

Happy mensiversary, dear!
I was in love with you 3 months ago,
I’m in love with you today,
And I will be in love with you tomorrow.

People Around Me

4 Feb

Kadang orang yang nggak pernah benar-benar kita kenal justru adalah orang yang punya jasa untuk kesuksesan kita

Seperti tukang sapu depan gedung kantor yang setiap hari menyapa “selamat pagi” yang tidak pernah gagal membangkitkan mood baik gue di pagi hari

Atau office boy yang nggak pernah lupa membelikan sekaleng kopi supaya gue bisa fokus kerja seharian

Atau barista yang membuatkan secangkir kopi yang enak supaya pikiran gue bisa lebih relax

Atau satpam komplek yang setiap malam bilang “selamat istirahat”

Mereka-mereka itu, dengan caranya sendiri membuat gue mengerjakan segala sesuatunya menjadi lebih baik dan kalau sampai apa yang sedang dikerjakan saat ini berhasil… gue nggak akan bisa mengelak kalau ada bagian dari mereka yang membantu keberhasilan gue… sekecil apapun bagian itu.

Selamat malam!
Selamat beristirahat, semoga tidurmu nyenyak!

View on Path

Falling In Love At The Coffee Shop

4 Feb

So, where (do you think) is the best place to fall in love?

For me, it’s coffee shop.
I love coffee shop so much and I think it would be great and sweet if I could fall in love with someone at the place that I really love.

It could be a barista who knows my name, ask me how my day was while I’m waiting for my order, put smiley on my cup, and can make a perfect cup of extra dry cappuccino.

It could be a regular customer who come to the same coffee shop like me at 7ish after a long day at work, just to enjoy a good cup of black coffee, or maybe doppio espresso, or whatever as long as it has caffeine on it.

It could be a first time customer who accidentally passing by the coffee shop and then thinking that it would be a good idea to have a cup of coffee before home.

It could be anyone… even the one I’ve never imagined to fall in love with before.

image

And here goes my story…

I fell in love with someone who works at the coffee shop. The one who always put smiley on my cup, make me a perfect extra dry cappuccino, and remind me to take care before I go home.

For me, falling in love with you is not only sweet and great because I fell for you at my favorite coffee shop.

It’s also feel good because I finally realized what I’m looking for and it turns out that I’m not looking for someone who meets my requirements but someone who is enough for me.

It’s also feel good because I fell in love with… you.

image

And falling in love with you at the coffee shop is the best thing in my life.

Another Love Letter For You

1 Jan

image

Dear you,

Unlike you, I’m not the one who often leave a note or post it with “I love you” on it while you were sleeping so that you have a reason to smile when you wake up in the morning.

Unlike you, I’m not the one who like to record my voice while I’m singing a cheesy love song and send the voice recorder or simply put it on soundcloud and send the link to you.

Unlike you, I’m not the one who always say “I love you” in any language every night before we go to sleep.

Unlike you, I’m not the one who love to cook a meal or make a cup of coffee and remind you that no matter how busy you are, there’s always time for a plate of good food or a cup of coffee.

I’m the one who always smile when I read your note or post it with “I love you” on it.

I’m the one who always say “nice” everytime I hear you sing me a cheesy love song.

I’m the one who rarely say “I love you too” everytime you tell me that you love me.

I’m the one who always eat your homemade good food and drink your cup of coffee in the middle of my crazy work while enjoying the touch of your hand all over my body.

Unlike you, when it comes to show you how much I love you, I’m not expressive and romantic at all.

Dear you,

I’m at the moment when I was sitting on the window seat, on my way to Jakarta and suddenly I’m wondering my self about my favorite things or people.

Surprisingly, I have not much favorite things or people.

I have no favorite color though you can see my closet is full with dark colored clothes.

I have no favorite actor, actress, singer, writer, etc.

I have no favorite music and you can see it from my very random playlist.

I then realized that for an easily to get bored person like me, something or someone must be really special to be my favorite one.

Like coffee and Starbucks which never fail to give me inspiration.

Like mom who always there in my best or worst moment.

And like you… the one I love for no reason.

Dear you,

In case you are having a bad day and worry that no one love you, please read this letter and turn to me…

I’m the one who always there for you, love you with all I have, and you will always be my favorite person.

Another Random Thought

9 Dec

Jadi ceritanya waktu kecil setiap hari Sabtu dan Minggu orang tua saya selalu membawa saya ke toko buku, lalu sisa uang jajan mingguan saya boleh dibelikan buku apa saja. Tidak pernah ada aturan soal buku apa yang boleh dibeli dan buku apa yang tidak boleh dibeli oleh saya, selama tidak mengandung pornografi, tidak ada buku yang menurut orang tua saya terlalu berat atau terlalu ringan untuk dibaca.

Waktu kecil juga, setiap malam saya tidak bisa tidur kecuali orang tua saya membacakan cerita, lalu karena saya sudah mulai hapal dengan cerita yang dibacakan dari buku, papa akhirnya mengarang cerita sendiri setiap malamnya. Ceritanya sih seringkali tidak nyambung, tapi imajinasi saya justru dimainkan setiap kali papa bercerita.

Saya rasa dua kebiasaan itu yang akhirnya menumbuhkan rasa cinta saya pada membaca, menulis, dan membuat cerita.

Hari ini, dalam sebuah obrolan panjang dengan seseorang, saya berjanji bahwa jika suatu saat nanti saya punya anak, maka tempat umum pertama yang akan saya perkenalkan adalah toko buku dan sama halnya seperti orang tua saya dulu, saya akan mengajari anak saya untuk menggunakan sisa dari uang jajannya untuk membeli buku.

View on Path

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 384 other followers