Day 5: Stupid Indonesian, A Stereotype

8 Aug

“Ah Senny, you are too smart for Indonesian.”

Kalimat tersebut diucapkan oleh seorang teman bule say. Meskipun kalimat tersebut ditujukan sebagai sebuah pujian, tapi saya sama sekali tidak merasa dipuji. Sebaliknya, saya sebagai orang Indonesia asli justru merasa sedang dilecehkan.

Koreksi saya kalau saya salah, tapi kalimat yang menyatakan bahwa saya terlalu pintar untuk seorang berkebangsaan Indonesia memberikan kesan bahwa orang Indonesia itu bodoh. Apalagi mengingat kalimat ‘too smart for Indonesian’ tersebut ditujukan kepada saya yang dari segi prestasi biasa-biasa saja.

Berbekal kepercayaan pada pepatah ‘tidak ada asap jika tidak ada api’ dan tidak mau mudah terbakar emosi, saya pun mencoba mengkonfirmasikan kalimat itu kepada si bule. Yah siapa tahu saya yang sedang kelewat sensitif jadi menganggap kalimat yang bermaksud positif menjadi sebuah kalimat negatif. Tapi alangkah terkejutnya saya ketika si bule berkata bahwa selama ini stereotype yang berkembang di negaranya adalah Indonesia negara tertinggal dengan bangsa yang bodoh.

Menurut si bule, selama ini jika dia melihat tayangan di media, berita di Indonesia hanyalah tentang terorisme, kerusuhan, kemiskinan, bencana alam, masyarakat primitif, dan seterusnya, dan seterusnya.

Meskipun saya akui Indonesia, negara dimana saya lahir dan dibesarkan adalah sebuah negara yang rusuh dan terlalu banyak chaos di dalamnya, tetapi tentu saja saya merasa tersinggung dengan stereotype tersebut. Sebenci apa pun saya terhadap Indonesia, tetap saja negara ini yang akan saya bela sampai mati (berlebihan).

Lalu saya pun mulai menjelaskan kepada si bule yang belum pernah menyentuh Indonesia dan selama ini hanya mengenal Indonesia dari media mengenai keadaan Indonesia yang sebenarnya. Dimana meskipun Indonesia adalah sebuah negara yang berkembang, akan tetapi Indonesia menempati urutan ketiga pembeli berlian terbesar seluruh dunia. Bahwa meskipun banyak aksi anarkis dan terorisme berkembang di Indonesia, tapi kami terbiasa hidup bertetangga dengan suku yang berbeda-beda. Bahwa meskipun apa yang ditayangkan di media di negaranya memberi kesan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk yang bodoh, akan tetapi kami tidak pernah absen meraih gelar juara olimpiade-olimpiade bertaraf internasional.

Anyway, obrolan saya dengan si bule pun membawa saya pada sebuah pemikiran mengenai stereotype terhadap golongan-golongan tertentu. Selama ini kita terlalu banyak mendengar dari orang lain dan terlalu percaya pada media tanpa melihat situasi dan kondisi yang sebenarnya sehingga seringnya stereotype yang tertanam di pikiran kita adalah stereotype yang salah. Nggak usah deh jauh-jauh menyalahkan si bule yang memang dari negara lain yang jaraknya jauh sekali dengan Indonesia, saya sendiri merasa selama ini saya sudah menanamkan stereotype yang salah mengenai warga Indonesia itu sendiri, seperti misalnya si suku A stereotype-nya adalah pelit, suku B itu kasar, suku C itu lembek, dan sebagainya dan sebagainya.

Pembicaraan saya dengan bule tersebut menyadarkan saya bahwa lain kali, sebelum saya menggeneralisasi golongan tertentu, sebaiknya saya terjun ke lapangan lebih dahulu, supaya saya tidak terdengar seperti seorang yang bodoh, douchey, atau sok tahu dan bisa lebih bijak lagi menilai.

Posting ini akan saya tutup dengan sebuah pertanyaan: selama ini saya melihat di media tentang negara-negara di Benua Afrika yang sebagian besar hidup primitif, tertinggal, miskin, dan lapar (yah, tepat seperti stereotype yang tertanam di kepala si bule mengenai Indonesia), pada kenyataannya apakah benar demikian? Anyone tell me, please!

12 Responses to “Day 5: Stupid Indonesian, A Stereotype”

  1. havban August 8, 2010 at 6:19 pm #

    my ghana friend told me that Ghana is a developing country, and so peaceful there.. some areas in Africa have internal conflicts among them. Ghana had that kind of conflict 15 years ago, but they are now different..πŸ™‚

    That’s the only part of African country I know best.. kkk, excluding the Egypt..

    um.. gua jg sering generalisir suatu suku.. kkk. terutama setelah kejadian ada sodara gua yg nikah ama beda suku..πŸ˜€

    terus.. ya.. gitu deh.. katanya kurang memuaskan lah or gimana lah.. jadi mendiskriditkan satu suku laen..πŸ˜›

    gua sempet emosi..

    tapi.. sekarang coba untuk belajar melihat lebih dalam ^^

  2. enggink August 8, 2010 at 7:56 pm #

    mungkin mereka menganggap kita memang mudah untuk dibodohi, seperti pengerukan sumber daya alam Indonesia kita yang sangat bergantung pihak asing, nice post sist,, btw harus tetep bangga dibilang smartπŸ™‚

  3. 'Ne August 8, 2010 at 9:14 pm #

    setuju ma kamu Senny.. kata2 si bule memang merendahkan Indonesia.. mereka hanya mengenal lewat media tanpa mengenal langsung dengna orang2nya..

    meski indonesia politiknya kacau, banyak keerusuhan, bencana gak selesai2 tapi sampai mati juga Indonesia tetap saya cinta…(biarin lebay)

    kalo di Afrika, bisa di contohkan dengan Afrika Selatan yg menjadi tuan rumah piala dunia kemarin, ada salah satu kota (saya lupa namanya, waktu itu baca di Kompas)yang terkenal dengan kerusuhan dan kriminalitas tapi ternyata kotanya sangat tertib dan bahkan menunggu taksi aja mereka antri.. (yg ini perlu di contoh negara kita)

    itulah peran pentingnya media seharusnya bisa menjadi jembatan, bukan hanya berita yg mengandung sensasi aja yang di beritakan..

    salam..πŸ™‚

  4. Ian August 9, 2010 at 1:50 pm #

    aku.. ?? bodoh ??

    *memandang kaca pake muka kaget.. :-&

  5. Agung Pushandaka August 9, 2010 at 2:01 pm #

    Memang banyak bule yang sok tau tentang Indonesia, walaupun apa yang dibilang ndak 100% salah. Saya banyak kenalan orang asing di Bali yang benar-benar sudah lama menetap di Bali atau Jogja yang berkomentar sebaliknya dengan komentar temanmu itu.

    Tapi yah, itu penilaian subyektif. Setiap orang punya pandangannya masing-masing. Yang penting, kalau ada perbedaan pandangan, bisa diselesaikan dengan elegan.

    • senny August 9, 2010 at 4:41 pm #

      dan penyelesaian yang elegan itu yah kayak gini nih, gue jelasin baik-baik sampai bulenya ngerti dan akhirnya pengen ke Indonesia *narsis

  6. zulhaq October 18, 2010 at 4:34 am #

    Dulu. gw punya pemikiran yang memisah antara suku ini dan itu. Begitu makin kesini, banyak kesana kemari, menelusuri bagian bagian indonesia, kurang lebih sama aja kok. Yang membedakan bukan soal suku, tapi tergantung kepribadian masing masing.

    ya. ada yang baik ada yang enggak. ada yang cantik ada yang enggak. ada yang item ada yang enggak. ada yang keriting ada yang enggak.

    • Aji Saka October 5, 2012 at 12:01 am #

      Bangsa Indonesia merupakan hasil proses evolusi munyuk, fakta menunjukkan mayoritas sebagian masyarakat yg saya temui aura matanya kalau diprint tentu berupa munyuk! Sebagian penduduknya sok agamis sok islamis, padahal penduduk yg mayoritas muslim tsb adalah banyak yg pezinah, so kalau hukum islam diterapkan, maka banyak orang harus dirajam, so penduduk indonesia bisa kurang dari setengahnya, agama dipolitisir, dimanipulatif, dll, seperti mochtar lubis katakan bahwa salah satu ciri indonesian adalah munafik! Munafik galau!

  7. NggakBisaGituDong September 25, 2012 at 11:47 pm #

    Haish. Nggak sopan!

  8. AL cirat November 11, 2012 at 5:56 am #

    Kata orang beda sungai beda bahasa, beda budaya pasti beda geografis, indonesia is not stupid, the other country will not give chance to show up our power as the new imperium of the world. they are too fear

  9. okok March 19, 2013 at 10:08 am #

    Ini akibat pembangunan yang tidak merata sementara media lebih suka mengekspos hal-hal negatifnya saja.Tapi harus diakui ada segelintir orang tolol yang kelewat pede dan senang diliput media sehingga melahirkan stereotip spt itu.Misalnya ormas FPI dan sebangsanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: