Peterpan

22 Sep

“There were times I refuse to grow up.”

Menjadi tua dan dituntut untuk bersifat dewasa adalah sesuatu yang terkadang ingin sekali saya hindari. Fakta bahwa seiring berjalannya waktu, bertambahnya umur dan kedewasaan, tapi justru jatah hidup di dunia ini berkurang adalah sesuatu yang sangat tidak saya sukai.

Suatu hari saya bermimpi menjadi seorang Peterpan. Rasanya menyenangkan sekali menjadi seseorang yang tidak pernah menjadi tua, berasa memiliki kemampuan menghentikan waktu. Rasanya menyenangkan sekali karena saya tidak harus mengemban tanggung jawab apa pun, tidak harus menjaga image demi sebuah kedewasaan, dan dapat melakukan apa pun yang saya sukai karena pada akhirnya ketika saya melakukan sebuah kesalahan orang-orang akan memakluminya karena saya masih kecil.

Mimpi menjadi seorang Peterpan begitu indah pada awalnya. Hingga akhirnya, di menit terakhir mimpi indah saya tersebut, seperti sebuah monster, mimpi tersebut berubah menjadi sebuah mimpi buruk.

Memang menyenangkan sekali menjadi muda selamanya, tapi tetap saja tidak akan pernah bisa menandingi kesenangan akan tumbuh dewasa dan menjadi tua bersama orang-orang yang saya cintai.

Mimpi tersebut membuat saya sadar bahwa saya sedang berada di sebuah mimpi buruk karena saya yang muda selalu dipertemukan dengan teman-teman dan keluarga saya yang lalu tumbuh dewasa dan menjadi tua dan sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Pada akhirnya saya menjadi seseorang yang ditinggalkan karena saya adalah satu-satunya orang yang tidak berubah.

Ternyata, meskipun ada masa dimana saya merasa enggan tumbuh, masa dimana saya benci menjadi dewasa karena sebuah keharusan bukan pilihan, masa dimana semua mimpi saya terpaksa sirna karena terbentur oleh realita, masa dimana hidup sepertinya semakin sulit saja untuk dilalui dan masalah tidak pernah usai mendatangi hidup saya; saya masih akan jauh lebih menikmati masa-masa seperti itu ketimbang jika saya menjadi muda selamanya dan tidak pernah tumbuh dewasa dan menjadi tua bersama orang-orang yang saya cintai.

Menjelang usia saya yang ke 23 tahun bulan depan, saya berharap saya tidak akan pernah kehabisan orang-orang yang saya cintai sehingga dalam setiap fase saya tumbuh dewasa dan menjadi tua, saya bisa melewatinya bersama orang-orang yang saya cintai.

 

9 Responses to “Peterpan”

  1. ocky fajzar September 22, 2010 at 6:32 pm #

    😀 aku sering berfikir sama, tidak mau bahkan takut untuk menjadi dewasa/tua😀 aku pingin tetap gini hihihi

  2. Agung Pushandaka September 23, 2010 at 4:03 pm #

    Menjadi tua adalah keharusan. Tapi menjadi dewasa adalah pilihan.

  3. orange float September 24, 2010 at 6:10 pm #

    tua itu pasti asal jiwanya jangan ikutan tua juga😉

  4. willyafurqan September 25, 2010 at 4:43 am #

    selamat menempuh hidup menuju ketuaan… hhaha… sama gan… tapi ane masih 20.

  5. mikow September 27, 2010 at 8:15 am #

    selamat tumbuh dewasa ya ndhuk..🙂

    • senny September 27, 2010 at 3:01 pm #

      beluuuuuuuummmmm *protes

  6. Fahmi September 30, 2010 at 8:01 am #

    mimpi juga bisa diraih saat menjadi dewasa kok… asal jangan sampa muncul 1 kata = penyesalan..

  7. hellgalicious September 30, 2010 at 9:06 am #

    kalo jadi tua sebenernya sih enak
    tapi terkadang ada saat dimana kita bakal ingin banget kembali ke masa masa muda loh

    dan ini sering saya alami sekarang
    saya pengen banget balik ke masa masa sekolah dahulu

    hihihi

  8. volver October 3, 2010 at 10:50 pm #

    loh uda mau 23 ya? hhi aku bulan desember umurku 20 nih huaa tuaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: