Tentang Perselingkuhan

4 Apr

Akan selalu ada pertama kali untuk segala hal, dan setiap pengalaman pertama memberikan pelajaran yang bahkan tidak akan pernah bisa didapatkam dari kelas termahAl sekalipun.

Pengalaman pertama minum alkohol mengajarkan saya bahwa bersenang-senang tetap membutuhkan tanggung jawab.
Pengalaman pertama menyetir mengajarkan saya betapa pentingnya untuk tetap fokus dan mengendalikan emosi.
Pengalaman pertama disakiti seseorang mengajarkan saya untuk memaafkan dan melupakan hal-hal yang tak seharusnya diingat

Dan tibalah pengalaman pertama saya berselingkuh dan menyakiti perasaan seseorang
Dulu saya selalu berpikir bahwa berselingkuh membutuhkan uang dan manajemen waktu yang baik, tapi lalu saya sadar bahwa tidak hanya kedua hal itu saja yang dibutuhkan, tapi juga hati yang dingin. Hati yang dingin untuk menyimpan kebohongan dari seseorang yang mencintai saya apa adanya, hati yang dingin untuk menyembunyikan fakta bahwa saya telah mengkhianati komitmen dan kepercayaan yang telah dibangun dengan proses yang tidak sebentar.

Sama halnya dengan pengalaman pertama lainnya, pertama kali saya berselingkuh mengajarkan saya banyak hal.
Saya belajar bahwa hati bukanlah mainan dan saya tidak seharusnya bermain-main dengan hati dan perasaan seseorang, termasuk diri saya sendiri.
Saya belajar bahwa memiliki 2 cinta sama sekali tidak menyenangkan, sebab pada akhirnya yang kamu butuhkan adalah perasaan cukup, bukan perasaan berlebih.
Saya belajar bahwa mengkomunikasikan apa yang saya rasakan dan pikirkan, semenyakitkan apapun itu, jauh lebih baik daripada menyimpannya sendiri dan membiarkan masalah yang merupakan kerikil kecil dalam hubungan menumpuk hingga akhirnya menjadi bom waktu yang menyakiti diri saya sendiri, dan terlebih lagi semua yang terlibat dalam hubungan itu.
Saya belajar bahwa kesenangan sementara tidak sebanding dengan perasaan bersalah atas apa yang telah saya lakukan.
Saya belajar bahwa sekompleks apapun yang kamu pikirkan dan kamu rasakan, tidak lantas menjadikan kamu memiliki alasan dan pembenaran untuk mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan.
Saya belajar bahwa saya tidak bisa mendapatkan semua yang saya inginkan, dan maka dari itu saya harus belajar memilih dan siap dengan segala konsekuensi atas pilihan yang telah saya pilih.
Saya belajar bahwa jatuh cinta itu gampang, tapi menjaga cinta membutuhkan mental dan komitmen yang kuat.

Tidak mudah rasanya untuk mengakui bahwa kamu telah memilih keputusan yang salah dan kamu terlambat untuk menyadarinya. Berat rasanya untuk tahu bahwa orang yang kamu sakiti adalah orang yang mencintai kamu dengan tulus dan bersedia membagi dunianya bersama kamu, bahwa tidak ada satupun yang layak diperlakukan seperti ini dan merasakan sakitnya.

Ini adalah fase yang sulit bagi saya, tapi saya tahu saya harus belajar bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi atas kesalahan saya. Fase ini sulit dan menyakitkan, tapi ini adalah proses pendewasaan dari diri saya.

Dan pada akhirnya, hidup adalah sebuah pembelajaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: