Kasih Sayang, Kasih Uang

16 Mar

“Coba tolong jelaskan apa gunanya kasih sayang kalau tidak kasih uang?”

Beberapa hari yang lalu saya memuat status tersebut dalam Twitter dan Facebook saya. Jangan tanya apa yang ada di pikiran saya waktu saya membuat kalimat seperti itu, yang jelas pertanyaan itu memang sudah sangat mengganggu pikiran saya dalam waktu yang lumayan lama.

Reaksi yang saya dapat dari status tersebut cukup beragam, mulai dari yang menyetujui, mengatai saya dangkal, bahkan hingga memberikan saya kuliah singkat melalui message FB (terima kasih loh), tapi dari sekian banyak reaksi tersebut hanya ada satu respon yang membuat saya berpikir.

Respon tersebut muncul dari seorang teman blogger saya yang juga masuk dalam friend list saya di Facebook. Beliau mengatakan “mungkin pertanyaan yang harus kamu jawab dulu adalah pentingan kasih sayang atau uang?”

Jadi lebih penting kasih sayang atau uang?

Saya menjawab dua-duanya penting. Ah ya, saya memang manusia yang lemah dalam menentukan prioritas, sehingga saya tidak bisa membuat kesimpulan yang pasti mengenai mana yang lebih penting antara uang dan kasih sayang. Saya juga lemah dalam membuat pilihan sehingga ketika saya diajukan pertanyaan ini, saya lebih memilih untuk bermain aman dan menjawab bahwa keduanya penting.

Tapi bukankah keduanya memang penting?

Kasih sayang itu penting adanya. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika saya hidup tanpa kasih sayang. Mungkin saya akan berada di daftar sampah masyarakat atau sudah menjadi pasien rumah sakit jiwa atau bahkan saya sudah meninggalkan dunia ini dari zaman entah kapan, membunuh diri saya karena sudah tidak ada lagi kasih sayang untuk saya.

Tapi apakah kasih sayang cukup untuk membuat seseorang bertahan hidup? Apakah mungkin seseorang dapat bertahan hidup dengan sehat tanpa pernah merasa kelaparan hanya karena makan kasih sayang? Tentu saja tidak. Kalau begitu apa artinya hidup dengan berlimpah kasih sayang jika tidak ada uang?

Maka uang bersifat sama pentingnya. Tanpa uang saya tidak akan bisa bertahan hidup. Semua yang ada di dunia ini dibeli dengan uang. Perut yang lapar harus diberi asupan makanan yang tentu saja dibeli dengan uang. Pikiran yang penat harus diberi hiburan yang tentu saja perlu uang untuk memperolehnya. Ketika sakit, untuk bertahan hidup pun saya harus pergi ke dokter dan mengkonsumsi obat-obatan dan memerlukan uang untuk bisa membeli itu semua.

Tapi apakah hidup dengan berlimpah uang akan terasa lebih indah dan jauh lebih baik jika tidak ada kasih sayang di dalamnya, sekali pun kasih sayang itu muncul dari diri sendiri? Ah, saya ragu akan hal itu.

Maka melihat berdasarkan skala kebutuhan dan fungsi yang diberikan, hingga kini saya masih juga tidak bisa membuat prioritas antara uang dan kasih sayang. Jika diibaratkan dalam bentuk barang, maka jelas sekali bahwa kasih sayang dan uang bukanlah sebuah barang substitusi yang bisa diganti ketika yang satunya lagi tidak ada, kasih sayang dan uang adalah barang komplementer yang harus saling melengkapi satu sama lain.

“Buat gue, uang jauh lebih penting, Sen. At least kalau gue punya uang banyak, gue bisa beli segalanya, termasuk kasih sayang.”

Saya tertawa mendengar jawaban teman saya tersebut. Iya juga sih, uang bisa saja membeli kasih sayang, tapi bukankah jika kasih sayang diperoleh dengan cara ‘dibeli’ maka kasih sayang yang didapatkan adalah kasih sayang yang instan dan tidak tulus, kasih sayang yang hanya berlandaskan uang dan bisa hilang seketika karena kasih sayang tersebut menemukan ‘ladang uang’ yang lebih subur?

 

 

 

P.S. Gambar diperoleh dari http://gettyimages.com

14 Responses to “Kasih Sayang, Kasih Uang”

  1. Andry Satrio March 16, 2011 at 12:03 pm #

    Dulu saya juga berpikiran seperti itu, uang bisa membeli kasih sayang seseorang, tapi ya bener juga apa yang kamu katakan, kasih sayang itu bisa instan/sesaat..

    Well, masalahnya mungkin, masih banyak yang tidak bisa dibeli oleh uang, terutama kasih sayang, mungkin juga kebahagiaan, karena kita tahu, belum tentu kita mempunyai uang tapi pada kenyataannya kita malah tidak bahagia atau tidak mendapatkan keasih sayang..

    Ini masalah hati, bukan materi🙂

  2. Cahya March 16, 2011 at 12:39 pm #

    Ha ha…, jadi bertanya-tanya, kalau ada jutawan yang kemudian memberikan uang pada anaknya berapa-pun yang dia minta, lalu jadinya bagaimana ya?

    • senny March 17, 2011 at 9:49 am #

      jadinya kayak yang di sinetron-sinetron itu (mungkin), habis belum pernah ngerasain jadi anaknya jutawan yang dikasih uang berapa pun😀

  3. havban March 17, 2011 at 7:36 am #

    kasih uang adalah subset dari kasih sayang ..😀

  4. Triunt March 17, 2011 at 12:40 pm #

    kasih sayang tanpa materi (baca uang) tidak maksimal.
    punya materi (uang) tanpa kasih sayang yah jangan lah🙂

  5. cicifera March 21, 2011 at 3:29 am #

    Gunanya kasih sayang itu buat motivasi tuk cari uang. Klo ga sayang, ngapain gue kasih uang ama lu. Hehe😛

    • abim March 22, 2011 at 4:48 pm #

      senoyy, bgi no hp loe lahh..

      • senny March 22, 2011 at 7:11 pm #

        gue dm di fb aja yah, ga mungkin di siniiiiiiii

  6. havban March 22, 2011 at 7:19 pm #

    fb-nya apa sen.. bagi2 dunk..😀

    • senny March 22, 2011 at 7:22 pm #

      boleh, Senny Oktaviani Said🙂

  7. 3sna April 4, 2011 at 2:41 pm #

    itulah namanya manusia tempatnya munafik… hahahaha… di dunia ini semua serba butuh uang and that is reality, cuma orang bego yang bilang dunia gak selalu butuh uang…

    sorry kalau omongan saya agak kasar… karena saya juga pernah berdebat masalah ini…

    uang dan kebahagiaan itu beda tipis, dua2nya saling membutuhkan… tanpa uang kita tidak bisa bahagia tapi bukan berarti banyak uang pasti bisa bahagia…

    namun kenyataan juga banyak orang yang kekayaannya selangit tapi juga tidak bahagia (banyak) sedangkan orang yang tidak punya uang/kurang uang bisa bahagia (secara kenyataan kayaknya impossible)..

    dipikir dengan rasio saja, kencing dan puppi aja musti bayar pakai uang.. sakit pakai uang.. untuk ngurus penipuan / kerampokan (yang sudah ketiban sial saja) musti tetep pake uang.. bahkan mati pun pakai uang, bayangin kalo orang yang gak punya uang buat beli kuburan/bayar RS… ya dengan senang hati RS umum menerima jasad yang mati untuk dijadikan obyek pengamatan… betapa sedihnya nasib orang yg tidak punya uang…

    sudah segitu masih ada lagi yang bilang tanpa uang saya bisa bahagia? bentul2 orang yang berotak dangkal menurut saya…

    memang bahagia itu relatif, abstrak dan privat… dan tidak bisa di ukur dengan uang. Jadi uang bisa beli kebahagiaan? saya rasa bisa, tapi belum tentu kebahagiaan yg abadi… bisakah orang tanpa uang bahagia? saya rasa bisa tapi saya yakin lebih banyak mendiritanya ketimbang bahagianya… bukti nyata adalah, liat aja orang yang jadi pengemis, mereka cari uang… lihat orang kaya, mereka cari uang…

    perbandingannya adalah mau orang jelek kek, mau orang miskin kek, orang hebat kek, mereka baru merasa bahagia kalau punya uang banyak… seberapa besar kebahagiaaan mereka? ya ga ada yg bisa ngukur… dan gak ada yang tahu juga… bahkan buat orang yang sedang berbahagia… kalau ditanya kebahagiaannya seperti apa… mau diukur pakai apa?

    salam kenal ya, maaf banget komennya panjang sekali…

    dulu sy pernah dikatain cewe matre karena debat urusan beginian…

    padahal kalo dipikir2 orang yang mengkuliahi saya itu, sampe matipun banting tulang buat cari uang… segitu katanya uang gak bisa bikin bahagia…

    kalo gak bisa bikin bahagia ngapain dicari itu uang? ahahahahaha… bull shit banget orang2 ini…

    sekali lagi maaf buat komen panjangnya…

    ~salam…

    • senny April 14, 2011 at 2:21 pm #

      wow… ini beneran panjang yah, kamu bisa bikin posting baru lagi dari komen ini🙂

  8. nena April 17, 2013 at 8:59 am #

    wew aqw suka bgt dech cara berfikir 3sna…..♥♥♥ reality and no munafik….and smart pokoknya good bgt dech sampe aqw ga bisa buat kata2 baik buat loe….pokoknya setuju bgt dech…dengan loe…..bullshit ma org…yg bilang uang bukan segalanya

  9. nena April 17, 2013 at 9:00 am #

    add fb aqw yach di nena marsa / e mail nena_marsa@yahoo.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: