Archive | 11:55 am

Heal A Broken Heart

6 Dec

“Gue patah hati, Sen.”

Status Twitter yang akhir-akhir penuh dengan drama, ajakan ketemuan yang mendadak, rokok yang dihisap tak henti-henti seperti lokomotif, mata yang sembab, hingga muka yang sama kusutnya dengan kain pel sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan kepada saya bahwa teman saya ini sedang patah hati.

Hubungan teman saya dengan pacarnya baru saja berakhir. Masalahnya klise, sangat klise hingga saya rasa tidak perlu dibahas di sini. Persoalan klasik yang akan membuat banyak orang di luaran sana mengangguk sambil berkata “I’ve been there”.

“How do you heal a broken heart, Sen?”

Saya terdiam. Saya pernah patah hati, beberapa kali, jadi saya tahu pasti bagaimana rasanya patah hati.

Saya pernah patah hati, tapi bagaimana cara saya menyembuhkannya?

Waktu saya patah hati, saya mencari kegiatan sebanyak mungkin supaya saya tidak memikirkan lagi soal patah hati saya atau pun orang yang membuat saya patah hati. Saya bersosialisasi dengan begitu banyak orang, menenggelamkan diri saya dengan begitu banyak pekerjaan, hingga mencari kegiatan di luar kebiasaan yang membuat saya pergi pagi pulang malam dalam keadaan lelah. Hasilnya? Well, saya mungkin lupa pada patah hati saya, tapi itu hanya sesaat, pada akhirnya, di waktu kosong saya, saya kembali merasakan patah hati itu.

Mencari kesibukan hanyalah sebuah cara untuk mengalihkan fokus, bukan mengobati patah hati.

“Jadi gimana cara lo mengobati patah hati?”

Saya menghadapinya. Suka atau tidak suka, tidak peduli apakah cara itu akan membuat saya menangis atau setidaknya sekedar berkaca-kaca, cara paling ampuh untuk mengobati patah hati adalah dengan menghadapinya.

Menghadapi patah hati berarti menghadapi rasa sakit yang dirasakan. Semakin sering saya berhadapan dengan rasa sakit saya, saya semakin kuat dan kebal terhadap rasa sakit itu. Semakin sering saya menghadapi rasa sakit saya, semakin tinggi kemampuan saya untuk menerima kenyataan dan berdamai dengan rasa sakit tersebut.

Meskipun menyakitkan, tapi menghadapi rasa sakit akibat patah hati tidak membunuh diri saya, malah membuat saya semakin kuat.

Anything that doesn’t kill you, makes you stronger