Monster

11 Nov

Satu hal yang selalu sukses membuat saya ingin kembali ke masa lalu adalah karena monster yang menghantui saya hidup di kolong kasur saya dan hanya mendatangi saya ketika malam datang dan saya (terpaksa) harus tidur.

Berbeda dengan saat ini, ketika usia saya menginjak twenty something. Monster tersebut tidak lagi hidup di kolong tempat tidur saya, kini monster tersebut hidup dengan nyaman di pikiran saya.

Itulah mengapa saya selalu berusaha untuk tetap sibuk. Jika saya tidak dapat menemukan sesuatu yang bisa saya lakukan, saya mencari teman untuk bersosialisasi, baik itu melalui pembicaraan langsung atau sekedar sahut-sahutan di Twitter. Tentunya, kesibukan itu tidak selalu ada, ada masa ketika saya sedang benar-benar sial dan tidak ada satu pun yang bisa dilakukan, waktu seperti itulah yang selalu dipergunakan oleh monster tersebut untuk menyerang saya.

Monster itu bukan lagi sebuah sosok mengerikan, bertaring, bertubuh besar, dengan mata menyala yang seolah-olah siap menyerang saya kapan pun dia mau. Monster tersebut kini telah menjelma menjadi sebuah pikiran negatif yang membuat saya merasa jauh lebih takut daripada ketika saya harus berhadapan dengan monster imajinasi saya sewaktu masih kecil. Satu hal yang membuat saya merasa semakin terancam adalah karena saya tahu bahwa monster yang berhadapan dengan saya sewaktu kecil hanyalah sosok khayalan belaka, sementara monster yang kini berhadapan dengan saya adalah sesuatu yang sifatnya lebih nyata.

Monster tersebut kini menjelma menjadi sebuah kekhawatiran. Kekhawatiran bahwa hidup tidak berjalan sebagaimana rencana saya. Kekhawatiran akan tidak bisa mendapatkan apa yang saya inginkan.Singkatnya, saya khawatir akan masa depan saya, sesuatu yang memang sih belum terjadi, tapi mungkin saja terjadi

Monster tersebut kini menjelma menjadi sebuah ketakutan. Ketakutan akan kehilangan orang-orang (dan hal-hal) yang saya cintai. Ketakutan akan kegagalan. Ketakutan akan segala kemungkinan terburuk dalam hidup ini yang (lagi-lagi) belum terjadi tapi sangat mungkin terjadi sewaktu-waktu.

Berbeda dengan ketika saya masih kecil dimana saya bisa langsung berteriak dan membangunkan orang-orang untuk membantu saya mengusir monster, kali ini hanya tinggal saya sendirilah yang harus berhadapan dengan monster tersebut.

Pada akhirnya saya disadarkan oleh sebuah fakta bahwa musuh terbesar dalam hidup saya adalah diri saya sendiri, sebab dari diri saya sendirilah monster itu lahir, hidup, dan tumbuh. Dari diri saya sendirilah saya menghasilkan “makanan” untuk dikonsumsi oleh monster tersebut sehingga monster itu menjadi sebuah sosok yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Tapi, tidak peduli betapa mengganggunya monster tersebut dalam hidup saya, saya tidak akan pernah membiarkannya mati. Saya akan terus membuatkan makanan yang lezat untuk monster tersebut, karena jika monster tersebut mati, saya akan kehilangan tujuan saya dalam hidup dan tidak ada lagi yang pantas diperjuangkan.

Saya akan membiarkan monster itu tetap hidup dan tumbuh menjadi kuat bersama saya.

“Cara terbaik mengatasi monster dalam pikiran kamu adalah dengan jatuh cinta pada diri kamu sendiri, karena dengan cara itulah kamu bisa bersahabat dengan sang monster” – dia, beberapa jam yang lalu

 

6 Responses to “Monster”

  1. Agung Pushandaka November 17, 2010 at 3:47 pm #

    Takut adalah sesuatu yang manusiawi. Tapi kalau ketakutan, sepertinya berlebihan deh Sen.🙂

  2. Putra November 18, 2010 at 1:52 pm #

    Yang paling jauh adalah MASA LALU, apapun jenis kendaaran kita, kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Gunakan waktu sebaik mungkin, buatlah diri anda dan orang lain disekitar anda menjadi lebih berarti.

  3. Fahrizi November 21, 2010 at 9:46 am #

    nostalgia…
    kak salam kenal
    buka blog saya yaa
    http://fahrizistory.blogspot.com

  4. Smile _ Happy November 21, 2010 at 10:34 am #

    Silakan kunjungi blog sehat di http://www.wisnuvegetarianorganic.wordpress.com/

  5. nurrahman November 23, 2010 at 9:04 pm #

    ada mitos yg mengtakan semakin dewasa akan semakin takut akan masa depan,tp itu bagi yg “penakut” hehehe🙂

  6. Seminyak villas November 24, 2010 at 10:55 am #

    Terima kasih atas informasinnya, moster dalam diri kita itu adalah perasaan kita terhadap apa yang kita takutkan, misalnya : hantu atau hal-hal gaib.
    Iya kan mas?
    Salam kenal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: