Sepatu

9 Nov

Beberapa tahun yang lalu saya dibuat jatuh cinta pada sebuah sepatu. Sepatu berwarna hitam bertali dengan model minimalis yang sangat kontras dengan harganya yang mahal. Saya tidak pernah tahu mantra apa yang digunakan oleh sang pembuat sepatu tersebut sampai-sampai dari sejak pertama kali saya memandang sepatu itu, saya tidak pernah bisa melepaskan pikiran saya dari sepatu itu.

Sayangnya, saya bukan orang super kaya dengan uang tak berseri yang mampu membeli sepatu tersebut semudah membeli pisang goreng. Maka dimulailah usaha keras saya untuk mendapatkan sepatu itu. Saya pun mulai menabung, mengurangi jatah jajan saya, dan menahan diri dari godaan hang out bersama teman-teman saya, dan saya bertekad sebelum saya mampu membeli sepatu itu, saya akan sesering mungkin mengunjungi toko tersebut, cuma untuk memastikan bahwa sepatu itu masih tersedia untuk saya dan tetap berada di tempatnya.

Akhirnya saat itu pun datang, saat-saat yang paling ditunggu dalam hidup saya, dimana saya akhirnya bisa ‘dikawinkan’ dengan sesuatu yang membuat saya jatuh cinta teramat dalam. Saat dimana saya telah memiliki cukup banyak uang untuk membeli sepatu tersebut.

Tidak… jangan pernah berpikir bahwa cerita ini akan berakhir bahagia karena cerita ini belum selesai.

Kamu tahu apa yang terjadi selanjutnya?

Sepatu itu masih ada di tempat yang sama, masih dengan harga dan gengsi yang sama seperti saat saya jatuh cinta pada sepatu itu. Sepatu itu masih ada, menunggu saya dengan setia dan harusnya saya merasa lega karena akhirnya cinta saya kesampaian. Tapi yang terjadi adalah saya justru pulang dengan patah hati, tanpa kantung berisi sepatu tersebut di tangan saya. Sesuatu terjadi ketika saya mencoba sepatu itu, untuk alasan yang tidak pernah bisa saya ungkapkan hingga hari ini, sepatu yang terlihat cantik di kaki saya tersebut terasa aneh di kaki saya. Jangan pernah minta saya definisikan kata ‘aneh’ tersebut karena hingga saat ini pun saya tidak pernah bisa mendeskripsikan rasa aneh tersebut.

Satu-satunya hal yang bisa saya deskripsikan dengan jelas adalah betapa patah hatinya saya karena cinta saya pada sepatu tersebut akhirnya berbuah kekecewaan, kecewa karena cinta saya yang begitu besar pada sepatu tersebut selama berminggu-minggu tiba-tiba saja kandas dalam durasi kurang dari 5 menit hanya karena sebuah keanehan yang tidak pernah bisa saya definisikan.

Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa seringkali saya menilai seseorang (atau sesuatu) hanya berdasarkan tampilan dan gengsi yang kelihatan dari luarnya saja, begitu gampangnya mengambil keputusan akan perasaan saya, lalu pada akhirnya berakhir dengan sebuah kekecewaan karena saya hanya menilai perasaan saya sebatas pada apa yang saya lihat saja.

Dan kamu…, saya menganalogikan kamu seperti sepatu itu

6 Responses to “Sepatu”

  1. mikow November 9, 2010 at 5:05 pm #

    saya beli sepatu kalo sepatu yg biasa dipakai sudah rusak🙂

  2. capcaibakar November 9, 2010 at 6:40 pm #

    hikmahnya adalah, sebelum menabung mari kita coba dulu sepatunya, bukan begitu Sen?😀

    • senny November 9, 2010 at 11:56 pm #

      ahaha… harusnya sih begitu ya

  3. Putra November 18, 2010 at 1:57 pm #

    Beli yang biasa aja, kan intinya sepatu dipakai. Beda lagi klo di koleksi, klo dipake tiap hari kan lama-lama pasti rusak juga (tergantung dari pemakaian dan perawatannya).

    • senny November 29, 2010 at 10:51 am #

      ini apa ya maksudnya? kok nggak nyambung sama isi postingnya. Jangan-jangan cuma asal comment terus nggak baca lagi

  4. Goda-Gado December 1, 2010 at 11:27 am #

    jiah
    masak sy mirip sepatu?

    mirip dg Dont Judge a Book by its Cover
    DOn’t judge a man by its shoes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: