Patah Hati

20 Oct

“Hal yang paling susah ketika kehilangan seseorang adalah membiasakan diri untuk kembali beraktivitas tanpa ada eksistensi orang tersebut di dalamnya”

Kalimat tersebut sempat saya update di akun Twitter saya beberapa hari yang lalu.

Tidak. Kalimat tersebut bukan hanya kalimat yang muncul selewat di kepala saya, melainkan berdasarkan pengalaman pribadi. Saya mengalami hal itu tidak hanya sekali dua kali, tapi berkali-kali, rasanya tidak akan bisa dihitung oleh jari berapa kali saya kehilangan seseorang dan harus kembali membiasakan diri beraktivitas tanpa ada eksistensi orang tersebut dalam hidup saya.

Seperti saat ini misalnya.

Tunggu! Sebelum kamu melanjutkan untuk membaca posting ini, saya ingatkan kamu bahwa posting kali ini adalah sebuah curahan hati, silakan segera tutup halaman ini dan abaikan posting kali ini jika kamu merasa sudah terlalu banyak drama dalam hidup kamu dan curahan hati saya ini hanya akan membuat hidup kamu terasa semakin sesak.

Akhirnya saya putus. Bukan putus dalam artian sepasang kekasih yang mengakhiri hubungan asmaranya lalu mengganti status Facebook-nya menjadi single karena saya dan dia tidak pernah benar-benar menjalin hubungan, tapi putus dalam artian… ah saya bingung mengartikan kata putus ini. Intinya adalah saya dan dia putus hubungan, sudah 2 minggu berlangsung.

Hubungan tak terdefinisi itu berakhir sudah. Dia ingin meresmikan hubungan saya dengannya, tapi saya belum siap, masih terlalu muda dan belum mapan baik dalam segi mental, finansial, dan terutama spiritual membuat saya enggan untuk meresmikan hubungan ini. Akhirnya dia menyerah, lalu mundur dari hubungan ini.

Perasaan saya?

Patah hati. Tidak pernah saya kira sebelumnya kalau saya sangat membutuhkan kehadiran dia dalam hidup saya. Saya butuh SMSnya setiap pagi, saya butuh telepon darinya setiap malam, saya butuh komentarnya tentang tulisan saya di blog ini yang selalu dikirimkannya melalui SMS (meskipun terkadang komentarnya hanya ‘tulisan kamu yang terbaru bagus deh’), saya butuh percakapan ringan di dalam mobil saat Bandung mulai berulah dengan kemacetannya, saya butuh….

Ah… tuh kan! Saya butuh banyak hal darinya.

Saya patah hati. Setiap malam saya mendengarkan lagu Katy Perry – Thinking Of You karena saya pikir itu satu-satunya lagu yang sangat menggambarkan perasaan saya saat ini. Selalu memikirkannya, bahkan ketika saya sedang bersenang-senang dengan segerombolan teman-teman dahsyat saya sekali pun.

Saya patah hati. Membiasakan untuk kembali beraktivitas tanpa eksistensinya adalah sesuatu yang sama sulitnya seperti seseorang yang amnesia ingin mengembalikan ingatannya. Berlebihan memang, tapi saat ini memang itulah yang sedang saya rasakan.

Saya patah hati dan kalau saja hal ini menimpa pada saya setahun yang lalu, saya pasti menjadi orang yang sangat emosional yang pernah ada. Untungnya waktu membuat saya menjadi lebih dewasa, sehingga saya lebih mampu mengontrol perasaan saya dan memendam semuanya di dalam.

Saya patah hati dan saya tidak menginginkan apa pun selain kehadiran dia kembali. Saya berjanji saya akan berusaha lebih keras untuk menyiapkan diri saya pada sebuah hubungan yang resmi. Saya berjanji akan lebih fleksibel dengan mengkompromikan segala sesuatunya dengannya. Atau setidaknya, kalau pun saya dan dia memang tidak ditakdirkan untuk bersama, setidaknya izinkanlah perpisahan ini terjadi secara bertahap, supaya saya lebih ikhlas dan lebih siap menerima perpisahan itu.

Saya patah hati dan hari ini, sama seperti 2 minggu terakhir yang saya habiskan tanpa eksistensinya, saya menghabiskan waktu luang saya dengan bersenang-senang dengan teman saya, sengaja supaya saya tidak terlalu memikirkan dia setiap saat. Usaha yang sia-sia karena dia tetap ada di dalam pikiran saya.

Saya patah hati. So much for my upcoming birthday!

Malam ini, beberapa jam yang lalu, saya update status di Twitter saya, bunyinya:

Have fun outside, miss you inside. Please call

Saya serius. Saya harap dia benar-benar menelepon saya karena saat ini saya sedang patah hati dan saya tidak mau siapa pun mengobatinya selain… dia.

“You’re the best and yes I do regret, How I could let myself let you go?”

Thinking of You by Katty Perry-


13 Responses to “Patah Hati”

  1. Cahya October 20, 2010 at 6:24 am #

    Makanya orang bilang ndaklah hendaknya kita bergantung pada sesuatu yang tidak pasti😦

  2. Asop October 20, 2010 at 3:03 pm #

    Nah, ‘kan, ditolak sih…😦

    Jadi, terimalah konsekuensinya… ini adalah pilihan yang Senny ambil.😐

    • senny October 20, 2010 at 5:28 pm #

      huhuhu… iya sih, tapi teteup aja sakit😦

  3. dhodie October 21, 2010 at 5:10 pm #

    Ya kayak paku yang ditancepin Sen, pasti ada bekas yang tak pernah hilang meski ia ditarik paksa *entah kenapa gw pake analogi paku (doh)*

    Eh tapi no matter what time flies.. soon or later, you’ll be just fine. Be strong, girl!😀

  4. willyafurqan October 22, 2010 at 3:12 pm #

    bersemangatlah…

  5. Fahmi October 24, 2010 at 11:25 pm #

    tanaang aja mbak,, dia yg di sana pasti bakal baca postingan ini.. dan dengan sendirinya dia akan mulai flashback, berpikir ulang, berkontemplasi, dan mulai mengevaluasi.
    kenapa saya bilang begitu? karena hal ini juga pernah terjadi kepada dia saat saya curhat di blog saya. hehee…

    Semangat…!!

  6. ka zim October 25, 2010 at 2:39 am #

    cari backup seseuatu yg abadi, minimal cari sesuatu yg di lakukan orang dr awal zaman sampai dengan akhir zaman.

  7. Agung Pushandaka October 25, 2010 at 3:22 pm #

    Patah hati sih normal dan biasa. Yang berbahaya kalau gagal fungsi hati. Hehe!

  8. Daiichi October 26, 2010 at 3:02 pm #

    Semoga cepet sembuh ya patah hatinya.. kalo baca tulisan ini pasti tersentuh deh.. ^_^

  9. Gama October 27, 2010 at 5:43 am #

    Hi hi, blog kamu menarik, nggak berisi curhat sehari-hari belaka

    salam kenal
    Gama
    unmacchiato.blogspot.com

  10. betea2005 October 31, 2010 at 10:53 am #

    suka banget ma “Hal yang paling susah ketika kehilangan seseorang adalah membiasakan diri untuk kembali beraktivitas tanpa ada eksistensi orang tersebut di dalamnya”…
    sangat mengena di hati…hiks….jadi lebay deh gw🙂

  11. volverhank November 9, 2010 at 1:42 pm #

    haduh patah hati ya, haha no comment deh *barusan patah hati si

  12. sam May 24, 2011 at 3:14 pm #

    daripada patah hati lebih baik patah gigi ini😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: