Day 26: Kaca Spion

31 Aug

Kaca spion. Fungsinya untuk melihat ke belakang agar kita bisa lebih berhati-hati dan tidak menabrak. Akan tetapi, eksistensi kaca spion hanya dapat dipergunakan sesekali, ketika seseorang melihat kaca spion terlalu sering, maka bukannya berhati-hati, yang terjadi malah akan terjadi sebuah tabrakan terhadap apa yang ada di depan.

Saya rasa, adalah hal yang wajar jika seseorang sulit melupakan masa lalunya. Lagipula saya percaya bahwa masa lalu adalah sesuatu yang tidak untuk dilupakan, melainkan untuk dikenang, dan sama halnya seperti melihat menggunakan sebuah kaca spion, masa lalu berfungsi untuk dilihat sesekali agar kita lebih berhati-hati.

Masalahnya adalah, di luaran sana seringkali saya bertemu dengan orang-orang yang memandang hidupnya melalui sebuah kaca spion. Terlalu banyak melihat ke belakang, terlalu banyak mengungkit-ungkit masa lalu. Efeknya tentu saja menjadi tidak baik. Orang itu menjadi seseorang yang tidak move on, melupakan fakta bahwa sesuatu yang jauh lebih besar menunggu tepat di hadapannya, dan parahnya lagi, mereka tidak dapat mencapai kebahagiaan dalam hidupnya.

Mungkin ini saatnya untuk saya (dan juga kamu) belajar mengikhlaskan apa yang telah terjadi di masa lalu, segala hal yang sudah terjdi dan tidak akan pernah bisa diperbaiki. Inilah saatnya untuk kita semua memasukkan masa lalu dalam sebuah kotak berlabel kenangan, yang hanya dibuka sesekali. Mungkin ini saatnya untuk kita semua memandang masa lalu seperti memandang jalanan menggunakan sebuah kaca spion. Karena saya percaya bahwa salah satu kunci kebahagiaan adalah dengan berhenti mengungkit-ungkit soal masa lalu.

Maybe the past is like an anchor holding us back. Maybe, you have to let go of who you were to become who you will be. -Carrie Bradshaw-

P.S. Gambar diambil dari gettyimages

2 Responses to “Day 26: Kaca Spion”

  1. Asop August 31, 2010 at 7:54 pm #

    Pokoknya jangan lupakan masa lalu, tapi juga jangan terlalu melihat ke sana.🙂

  2. Agung Pushandaka September 1, 2010 at 12:25 pm #

    Hmmm.., saya setuju denganmu Sen. Sekali-kali bolehlah melihat ke belakang sebagai pengingat bahwa kita pernah melakukan kesalahan sehingga ndak perlu terjadi lagi di masa depan. Tapi kalau terus berkutat di masa lalu, apa ndak mending wafat saja sekalian?😛

    Btw, sudah day 26 saja nih. Hebat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: