Archive | 2:19 pm

Day 23: Zero Sum Game

28 Aug

“Just like having pizza, life is  a zero sum game.”

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh seorang teman pada waktu saya dan dia sedang berbagi pizza keju di suatu sore.

Waktu mendengar pernyataan itu, saya hanya bisa tersenyum. Waktu itu, teman saya sedang galau, gelar sarjana yang baru diraihnya sebulan yang lalu justru menjadi mimpi buruk untuknya. Menjadi sarjana berarti melepas statusnya sebagai mahasiswa dan menyandang status baru sebagai pengangguran. Waktu itu yang ada di pikiran saya adalah dia hanya sedang galau, jadi setiap kalimat yang diucapkannya bersifat impulsif dan diragukan kebenarannya.

Tapi beberapa hari yang lalu saya kembali teringat pernyataan tersebut. Setelah saya pikir-pikir lagi, ternyata pernyataan teman saya itu ada benarnya juga. Seperti sedang berbagi satu pan pizza dengan seorang teman, hidup adalah sebuah zero sum game, dimana untuk satu hal yang kita peroleh, maka kita akan kehilangan satu hal lain.

Contohnya adalah seperti teman saya ini, ketika dia mendapatkan gelar sarjana yang susah payah diusahakannya selama 4 tahun lebih, dia harus rela kehilangan statusnya sebagai mahasiswa.

Atau contoh paling sederhana adalah mengenai umur. Setiap tahunnya, ketika hari ulang tahun datang, haruslah disadari bahwa ketika umur kita bertambah satu tahun maka realita yang terjadi adalah jatah hidup kita berkurang satu tahun.

Atau ketika kita mendapatkan teman baru, maka di luaran sana kita akan kehilangan kontak dengan seorang lama untuk alasan apa pun.

Memang selalu ada konsekuensi dari setiap hal yang kita peroleh, seperti berbagi satu pan pizza. Zero sum game namanya.

Tapi bukan itu masalahnya. Pointnya adalah dari setiap hal yang kita peroleh, seberapa besar usaha yang kita lakukan untuk (setidaknya) tidak kehilangan terlalu banyak. Karena pada dasarnya hidup membutuhkan sebuah rasio yang seimbang dan jangan sampai ketika kita memperoleh terlalu sedikit, kita justru kehilangan terlalu banyak.

P.S. gambar diperoleh dari gettyimages