Archive | 12:13 pm

Day 21: Hujan, Malam Hari, dan Kota Bandung

26 Aug

Hujan, malam hari, dan Bandung adalah kombinasi yang paling menyenangkan untuk saya.

Saya suka hujan. Hujan membuat saya menjadi lebih sensitif terhadap segala hal. Kalau saya ini seorang jenius atau ilmuwan, hal pertama yang saya teliti pastilah mengenai zat apa yang terkandung dalam air hujan sehingga hujan selalu sukses membuat setiap orang merasakan sesuatu.

Saya suka malam hari. Ketenangan dan inspirasi selalu saya dapat di malam hari. Di coffee shop, club, atau bahkan hanya sekedar di kamar, sedang mengobrol, menulis, bekerja, clubbing, nonton televisi, atau bahkan tertidur, malam hari selalu menjadi waktu terbaik saya.

Saya suka Bandung, cinta malahan. Menjadi seseorang yang lahir dan dibesarkan di Bandung dan hanya meninggalkan Bandung selama 3 tahun membuat saya sangat mencintai kota ini.

Jadi malam itu, ketika hujan turun di Bandung, saya memutuskan untuk keluar rumah tanpa tujuan.

Saya ingat seorang teman pernah mengatakan kepada saya bahwa jika seseorang pintar menggunakan setiap sense yang dimilikinya, maka orang tersebut akan mampu menjadi seseorang yang sangat peka menilai situasi di sekitarnya. Hujan, malam hari, dan Bandung membuat saya lebih pintar menggunakan sense yang ada dalam diri saya.

Sense saya membawa saya pada Bandung bagian realita. Kota Bandung dimana di sekeliling saya ada begitu banyak hal yang terjadi yang membuat saya sadar bahwa ada begitu banyak hal yang terjadi di sekitar saya yang membuat saya harusnya bersyukur akan hidup saya.

Malam hari sewaktu hujan di kota Bandung, saya melihat seorang ibu-ibu separuh baya yang berjualan bunga mawar, lima ribu rupiah setangkai, tapi sedikit sekali peminatnya. Saya melihat seorang pengamen berpindah dari satu angkutan umum ke angkutan umum yang lainnya, menyanyikan lagu dengan suara fals dan permainan gitar yang asal-asalan. Saya melihat seorang perempuan, masih lengkap dengan seragam sekolahnya berdiri di trotoar, menunggu angkutan umum dalam keadaan menahan dingin dan basah tanpa jaket dan payung. Saya melihat seorang wanita muda sedang kebingungan karena di tengah hujan mobilnya mogok dan sepertinya dia sama sekali tidak tahu caranya memperbaiki mesin mobil. Saya melihat seornag pengemis tidak berkaki dan berjalan menggunakan lututnya di sebuah perempatan.

Lalu perasaan itu pun muncul, malam hari di tengah hujan di kota Bandung, hati saya menghangat, padahal cuaca malam itu lumayan dingin. Malam hari di tengah hujan di kota Bandung, saya tersadar bahwa kesialan seperti apa pun yang menimpa hidup saya, masih ada begitu banyak hal yang patut disyukuri.

Day 20: Reuni

26 Aug

Satu hal yang selalu sukses membuat saya merasa memiliki hari yang baik adalah ketika secara tidak sengaja saya bertemu dengan seorang teman lama. Teman lama yang saya maksud adalah seorang teman lama yang karena kesibukan masing-masing atau dunia yang sudah berbeda akhirnya tidak pernah ada kontak lagi satu sama lain dalam jangka waktu yang lama.

Kemarin, hal tersebut terjadi pada saya. Dalam ritual me time saya, saya bertemu dengan seorang teman lama. Berhubung baik saya dan dia sama-sama sedang sendirian, akhirnya kami memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama.

Selalu ada banyak hal yang bisa diceritakan dalam sebuah reuni dadakan bersama seorang teman lama, meskipun kadang rasa canggung mengawali pertemuan tersebut. Cerita soal betapa menyenangkannya masa kecil yang pernah kita lewati bersama. Cerita soal impian-impian impulsif kita sewaktu masih kecil yang tentu saja saat ini hanya dijadikan bahan tertawaan. Cerita soal segala yang pernh dilewati bersama dan yang telah terlewati karena kesibukan kita akan hidup masing-masing.

Sebuah reuni selalu sukses menekan tombol rewind memori saya, membuat pikiran saya mengotak-atik sebuah kotak berisi kenangan masa lalu, dan pada akhirnya membuat saya tersenyum sendiri mengingatnya.