Day 13: Takut

17 Aug

Saya yakin setiap orang di dunia ini pasti memiliki rasa takut akan sesuatu. Ketakutan tersebut bisa jadi sesuatu yang nyata seperti takut akan gelap (seperti saya), takut akan serangga, takut akan ketinggian, atau sesuatu yang belum (dan akan) terjadi seperti ketakutan akan kehilangan seseorang.

Akhir-akhir ini saya dilipitu rsa takut yang begitu besar. Saking besarnya, hingga terbawa ke dalam mimpi saya. Saya merasa takut akan kegagalan saya mendapatkan masa depan seperti yang saya inginkan. Takut saya tidak bisa menjadi sosok wanita seperti yang saya inginkan. Takut saya tidak akan pernah menyentuh titik kemapanan identitas, finansial, dan spiritual seperti yang saya inginkan.

Katanya, perasaan takut akan masa depan, sesuatu yang belum terjadi dan belum tentu terjadi, adalah suatu hal yang wajar. Menjadi tidak wajar justru ketika rasa takut itu menghalangi saya berbuat yang terbaik untuk masa depan saya. Rasa takut itu justru seharusnya dijadikan motivasi untuk lebih berkomitmen pada segala hal yang saya lakukan.

Jadi, daripada terlalu memikirkan rasa takut yang menjadi mimpi buruk saya, saya akan mengubah pola pikir saya menjadi bagaimana caranya mengatasi rasa takut saya agar ketakutan saya tersebut tidak benar-benar terjadi dan kalau pun terjadi, setidaknya saya tidak akan terlalu menyesal karena saya sudah berusaha.

Bagaimana dengan kamu? Apa ketakutan terbesar kamu dan bagaimana cara mengatasinya?

2 Responses to “Day 13: Takut”

  1. Lambertus Wahyu Hermawan August 17, 2010 at 5:36 am #

    Benar, rasa takut itu tidak untuk dinikmati, tapi digunakan untuk menjadi lebih baik lagi. Rasa takut itu seperti anak tangga di dalam kehidupan kita. Kita melihatnya begitu tinggi dan kita membayangkan betapa sakitnya jika jatuh dari sana. Tapi akhirnya kita harus menaiki anak tangga itu kalau mau naik ke atas (baca: lebih baik daripada yang sekarang).

    Ketakutan terbesarku adalah saat aku menjadi seorang yang useless/tidak berguna bagi orang lain. Cara mengatasinya…. ya bersosialisasi dan membantu semampu kita. How simple!

    NB: tukeran link ya. blogmu udah aku pasang. di-link back ya. OK.

  2. Cahya August 17, 2010 at 1:48 pm #

    Ketika kita tidak yakin, maka pergerakan dari kondisi yang pasti menuju yang tidak pasti di situlah lahir ketakutan…, sederhana namun penyelesaiannya belum tentu sederhana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: