Day 2: Replay

5 Aug

Malam hari, ketika kaki sudah menjerit karena sepatu hak tinggi yang dipakai seharian, badan yang berdemo minta diistirahatkan setelah beraktivitas, dan pikiran yang terasa mumet karena ada begitu banyak hal yang harus dipikirkan selama sehari penuh, saya harusnya berbaring di atas kasur dan mencoba untuk memejamkan mata saya.

Tapi semalam berbeda.

Semalam, dalam perjalanan pulang saya di taksi sehabis mengunjungi seorang teman yang berulang tahun, sesuatu menganggu pikiran saya, membuat saya tidak bisa tidur dan resah semalaman. Masih bulan Agustus, artinya saya masih punya 2 bulan lagi sampai akhirnya usia saya bertambah satu tahun, tapi sindrom itu sudah muncul.

Saya menyebutnya sindrom pra ulang tahun dan kalian yang membaca blog saya dari dulu, pasti sudah tahu kalau saya mengalami sindrom ini setiap tahun. Siapa sangka kalau ternyata kali ini sindromnya datang lebih awal?

Malam hari, ketika keinginan untuk bersosialisasi menyentuh titik negatif dan tidak ada satu pun yang bisa saya lakukan, saya biasanya membaca. Pilihan saya semalam adalah membaca beberapa buku dan posting blog saya dari awal, membuat saya kembali membuka kotak memori yang sudah tertutup rapat dalam otak saya.

Beberapa tulisan membuat saya tersenyum sendiri. Beberapanya lagi bahkan membuat saya terpaksa menahan tawa saya agar tidak membangunkan orang-orang rumah yang sudah tertidur. Beberapa tulisan membuat saya kembali merasakan marah. Beberapanya lagi membuat saya ingin menangis.

Semalam, menjelang tidur saya, rasanya ada begitu banyak emosi yang mewarnai perasaan saya. Perasaan dari masa lalu, yang ternyata ketika diingat-ingat masih menimbulkan efek emosi yang sama.

And here comes the thought:

Its funny how I think things not changed at all day by the day, but when I look back, things evolved. I changed a lot. You changed a lot. Things changed a lot. We changed a lot… in to better.

If you think back and replay your year, if it doesn’t bring you tears either of joy or sadness, consider it wasted by Ally McBeal

6 Responses to “Day 2: Replay”

  1. Asop August 6, 2010 at 11:00 am #

    ….kita semua akan berubah.🙂

  2. orange float August 6, 2010 at 3:02 pm #

    tanpa disadari manusia akan terus berubah hingga mati

  3. FiyaFiya August 6, 2010 at 8:42 pm #

    I REALLY Love the last words..
    ^^
    things change.. we change..
    Hope that,
    kita semua berubah ke arah yang lebiiihhh baik tiap tahunnya

  4. brianhidayat August 12, 2010 at 1:03 pm #

    hai ap kbr..? i hope be better too

    • senny August 12, 2010 at 2:21 pm #

      hey brian, kabarnya baik-baik aja. Thanks for visiting my blog ya! keep reading

  5. zulhaq October 17, 2010 at 8:03 pm #

    sadar gak sadar, kita tetap berubah seiring dengan berjalannya waktu. cepet dan lambatnya, baik dan buruknya, tergantung dari usaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: