Cinta Kok Cemburu?

2 Aug

Katanya, cemburu itu tanda cinta.

Saya menggeleng dan kalau saja sore itu tidak ada spaghetti dalam mulut saya, maka saat itu juga saya akan berteriak tidak sekeras mungkin.

Sore itu seorang teman sedang bercerita soal pacarnya yang pencemburu, saking cemburunya sampai-sampai si pacar membuka akun facebook teman saya tanpa izin dan lebih parahnya lagi sampai menghapus beberapa orang yang terdapat di dalam friend list teman saya itu hanya karena disinyalir orang-orang tersebut memiliki ketertarikan tertentu terhadap teman saya ini. Ironisnya, waktu saya bertanya apakah teman saya marah terhadap kelakuan pacarnya itu, teman saya justru memakluminya dengan alasan bahwa si pacar yang (menurut saya) posesif itu cemburu dan cemburu itu adalah tanda sayang.

Obrolan sore itu membawa saya pada sebuah pertanyaan yang sangat mendasar, yaitu: apa sih cemburu itu? dan kenapa seseorang bisa cemburu? Saya pun mulai iseng googling soal cemburu dan mendapati definisi cemburu berdasarkan kamus dari sini. Berdasarkan apa yang saya baca di link itu, cemburu adalah ketakutan berpindahnya rasa kasih sayang terhadap orang lain atau ketidakpercayaan atas kesetiaan orang yang dicintai.

Saya pun mulai bertanya-tanya kepada diri saya, pernahkah dalam sejarah love life saya yang lumayan kacau, saya merasakan kecemburuan tertentu terhadap pasangan. Sebenarnya saya rada malu sih untuk mengakuinya, tapi sebagai manusia biasa (excuse!) saya pernah juga mengalami rasa cemburu.

Saya pun mulai bertanya-tanya apa sih sebenarnya yang membuat saya merasa cemburu dan lucunya, jawaban pertama yang muncul dalam pikiran saya bukanlah karena ada sesuatu yang salah pada pasangan saya atau hubungan yang sedang saya jalani saat itu, tapi justru karena ada sesuatu yang salah pada diri saya waktu itu.

Tidak usahlah yah saya ceritakan detail kronologis peristiwanya, yang jelas beberapa tahun yang lalu, ketika cemburu merajalela di hati saya, saya yang masih muda, labil, dan sedang dalam proses pencarian jati diri merasa insecure terhadap diri saya sendiri. Saat itu, saya sedang dalam fase dimana saya merasa saya ini selalu kurang dan semua orang selalu lebih di mata saya. Pada akhirnya, saya merasa hidup saya tidak aman dan saya tidak percaya pada diri saya. Salah satu efek yang paling terasa adalah ke dalam hubungan percintaan yang sedang saya jalani, rasa tidak aman dan tidak percaya diri saya membawa saya pada ketakutan yang begitu besar akan perempuan lain yang lebih menarik, lebih pintar, dan lebih cantik dari saya yang bisa saja sewaktu-waktu merebut sang pacar dari saya, terutama karena pada waktu itu mantan dari mantan pacar saya itu sedang getol-getolnya menghubungi kembali mantan pacar saya itu.

Kalau berkaca pada pengalaman beberapa tahun yang lalu tersebut, saya sama sekali tidak menemukan rasa sayang sebagai alasan yang mendasari kecemburuan saya. Kecemburuan tersebut justru muncul karena saya perasaan tidak aman, takut, dan tidak percaya terhadap hubungan yang sedang dijalani.

Saya tidak tahu kapan tepatnya saya mulai berubah pikiran soal cemburu, yang jelas saat ini saya pribadi tidak percaya dengan kalimat yang menyatakan bahwa cemburu itu adalah tanda sayang.

Saya pikir manipulatif sekali orang-orang yang mengatakan bahwa cemburu itu tanda sayang. Bagaimana bisa mereka menerjemahkan rasa tidak aman dan tidak percaya mereka terhadap hubungan yang dijalaninya menjadi sebuah indikator perasaan sayang? Bagaimana bisa mereka menjadikan rasa sayang sebagai excuse untuk bisa cemburu? Bukankah kalau sayang seharusnya percaya? Bukankah dalam sebuah hubungan yang dilandasi oleh perasaan sayang seharusnya semua pihak yang terlibat di dalamnya seharusnya merasa aman satu sama lain?

Makanya ketika teman saya itu bercerita soal pacarnya yang cemburuan, saya menolak untuk percaya bahwa sang pacar sangat sayang pada teman saya sampai-sampai khawatir berlebihan terhadap hubungannya sendiri. Saya malah berpikir jangan-jangan ada sesuatu yang salah pada pacar teman saya ini sampai-sampai dia merasa hubungannya tidak aman dan tidak layak untuk diberikan kepercayaan penuh. Mungkin, pacar teman saya ini sedang mengalami krisis identitas seperti yang saya alami beberapa tahun yang lalu atau mungkin (maafkan karena saya telah berpikir seperti ini) pacar teman saya ini justru yang tukang selingkuh jadi karena takut ketahuan lebih baik dia menutup akses pergaulan teman saya ini.
P.S. Gambar diperoleh dari sini.

12 Responses to “Cinta Kok Cemburu?”

  1. rumahsehatafiat August 2, 2010 at 10:44 pm #

    cemburu yang nikmat nanti setelah menikah, kalo masih pacaran duh, masih mengawang-ngawang. Kebahagian yang semu kadang hilang ditelan bumi dan kadang timbul , salam sehat

    • senny August 2, 2010 at 11:14 pm #

      baru tahu ada cemburu yang nikmat

  2. Red August 2, 2010 at 11:39 pm #

    kalu cemburunya dikomunikasikan dengan baik pada pasangan itu bisa menambah awareness baik untuk pasangan dan kita sendiri, tapi untuk kasus yg elu tulis diatas, itu tanda2 orang yang ‘sakit’ secara mental (in some degree). kalu dibiarkan nantinya berakibat penindasan pada pasangan dia. ada rasa insecure dalam diri orang semacam ini yang tidak bisa dia jawab, karena itu dia lemparkan itu pada pasangannya atas nama cinta. hehehe itu namanya membajak cinta. cinta tidak akan berlaku demikian, dan pelaku cinta mesti dewasa menghadapi insecurity dirinya.

    nice article😀

  3. Masda August 3, 2010 at 11:42 am #

    Entah kenapa ane termasuk pencemburu berat, haha,,,

  4. FiyaFiya August 3, 2010 at 12:18 pm #

    Cemburu kan bumbu ya jeunk, biar seru dqt hbunganx. Asal gk berlebhan aja. He

  5. fbarkah August 3, 2010 at 2:55 pm #

    emank cemburu bener2 ya.. :))

    cemburu tanda dia syank kan ?

    jadi fine aj asal wajar..😀

  6. Ian August 3, 2010 at 2:57 pm #

    cemburu itu tanda syank kan ???

    jadi gpp kan asal wajar…😀

  7. indra1082 August 3, 2010 at 3:07 pm #

    Cemburu = Cinta. Tapi
    Cemburu # posesif…🙂

  8. dafiDRiau August 4, 2010 at 12:00 pm #

    Pencemburu berat atau pecandu berat Mas Manda, he….he…

  9. neorenggana August 4, 2010 at 1:31 pm #

    cemburu itu normal, sebagai tolak ukur perhatian pasangan kita. namun yg susah adalah memanage rasa cemburu itu untuk menjadi suatu perasaan percaya akan komitmen yg sedang dijalani oleh antara kedua belah pihak (goodluck)

  10. Asop August 6, 2010 at 1:57 pm #

    Saya rasa…. merelakan orang yang kita cintai itu susah….😐
    Jadi, saya rasa wajar cemburu…😀

  11. zulhaq October 17, 2010 at 7:46 pm #

    gw gak suka cewek yang terlalu cemburu. Ya, gw gak setuju juga kalo dibilang karena cinta dan tanda sayang. Orang pencemburu (banget) lebih tepatnya mereka terlalu possesif.

    Pasangan punya privacy, gak perlulah di bongkar2. Nanti akan timbul kesalahpahaman. padahal belum tentu apa yang mereka liat itu salah.

    sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: