Archive | August, 2010

Day 26: Kaca Spion

31 Aug

Kaca spion. Fungsinya untuk melihat ke belakang agar kita bisa lebih berhati-hati dan tidak menabrak. Akan tetapi, eksistensi kaca spion hanya dapat dipergunakan sesekali, ketika seseorang melihat kaca spion terlalu sering, maka bukannya berhati-hati, yang terjadi malah akan terjadi sebuah tabrakan terhadap apa yang ada di depan.

Saya rasa, adalah hal yang wajar jika seseorang sulit melupakan masa lalunya. Lagipula saya percaya bahwa masa lalu adalah sesuatu yang tidak untuk dilupakan, melainkan untuk dikenang, dan sama halnya seperti melihat menggunakan sebuah kaca spion, masa lalu berfungsi untuk dilihat sesekali agar kita lebih berhati-hati.

Masalahnya adalah, di luaran sana seringkali saya bertemu dengan orang-orang yang memandang hidupnya melalui sebuah kaca spion. Terlalu banyak melihat ke belakang, terlalu banyak mengungkit-ungkit masa lalu. Efeknya tentu saja menjadi tidak baik. Orang itu menjadi seseorang yang tidak move on, melupakan fakta bahwa sesuatu yang jauh lebih besar menunggu tepat di hadapannya, dan parahnya lagi, mereka tidak dapat mencapai kebahagiaan dalam hidupnya.

Mungkin ini saatnya untuk saya (dan juga kamu) belajar mengikhlaskan apa yang telah terjadi di masa lalu, segala hal yang sudah terjdi dan tidak akan pernah bisa diperbaiki. Inilah saatnya untuk kita semua memasukkan masa lalu dalam sebuah kotak berlabel kenangan, yang hanya dibuka sesekali. Mungkin ini saatnya untuk kita semua memandang masa lalu seperti memandang jalanan menggunakan sebuah kaca spion. Karena saya percaya bahwa salah satu kunci kebahagiaan adalah dengan berhenti mengungkit-ungkit soal masa lalu.

Maybe the past is like an anchor holding us back. Maybe, you have to let go of who you were to become who you will be. -Carrie Bradshaw-

P.S. Gambar diambil dari gettyimages

Day 25: Sumpah, Saya Wanita!

30 Aug

Sebagai seorang blogger yang mulai ngeblog dari tahun 2005, satu-satunya hal yang menganggu saya adalah seringkali saya melihat comment yang dilemparkan oleh pengunjung yang baru membuka blog saya yang memanggil saya dengan sebutan ‘mas’ atau ‘bro.

Saya sendiri tidak pernah tahu apa yang salah dalam penulisan atau blog saya sampai-sampai saya seringkali dikira lelaki. Padahal dari segi penulisan, saya kira saya sudah cukup wanita. Dari segi nama blog sendiri, kurang wanita apa sih nama ‘bluestockin’. Belum lagi dari segi theme yang saya tampilkan yang didominasi oleh warna putih dan pink.

Ah tapi sudahlah, rasanya membicarakan soal kurang wanita apa saya dari segi penulisan dan blog saya akan menjadi sebuah topik yang tidak akan ada habisnya, tapi kali ini, di posting ini saya ingin membuat sebuah klarifikasi bahwa saya ini wanita, sumpah!

Day 24: WORD!

29 Aug

Never wish your life easier, wish your life better.

Jadi mulai sekarang saya harus mengubah pola pikir saya tentang hidup ini. Ketika kesialan terjadi, saya tidak mau lagi berharap hidup saya lebih mudah, tapi saya akan berharap masalah yang saya hadapi adalah sesuatu yang akan menjadikan saya seseorang yang lebih dewasa dan bisa mengubah hidup saya menjadi lebih baik lagi.+

Day 23: Zero Sum Game

28 Aug

“Just like having pizza, life is  a zero sum game.”

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh seorang teman pada waktu saya dan dia sedang berbagi pizza keju di suatu sore.

Waktu mendengar pernyataan itu, saya hanya bisa tersenyum. Waktu itu, teman saya sedang galau, gelar sarjana yang baru diraihnya sebulan yang lalu justru menjadi mimpi buruk untuknya. Menjadi sarjana berarti melepas statusnya sebagai mahasiswa dan menyandang status baru sebagai pengangguran. Waktu itu yang ada di pikiran saya adalah dia hanya sedang galau, jadi setiap kalimat yang diucapkannya bersifat impulsif dan diragukan kebenarannya.

Tapi beberapa hari yang lalu saya kembali teringat pernyataan tersebut. Setelah saya pikir-pikir lagi, ternyata pernyataan teman saya itu ada benarnya juga. Seperti sedang berbagi satu pan pizza dengan seorang teman, hidup adalah sebuah zero sum game, dimana untuk satu hal yang kita peroleh, maka kita akan kehilangan satu hal lain.

Contohnya adalah seperti teman saya ini, ketika dia mendapatkan gelar sarjana yang susah payah diusahakannya selama 4 tahun lebih, dia harus rela kehilangan statusnya sebagai mahasiswa.

Atau contoh paling sederhana adalah mengenai umur. Setiap tahunnya, ketika hari ulang tahun datang, haruslah disadari bahwa ketika umur kita bertambah satu tahun maka realita yang terjadi adalah jatah hidup kita berkurang satu tahun.

Atau ketika kita mendapatkan teman baru, maka di luaran sana kita akan kehilangan kontak dengan seorang lama untuk alasan apa pun.

Memang selalu ada konsekuensi dari setiap hal yang kita peroleh, seperti berbagi satu pan pizza. Zero sum game namanya.

Tapi bukan itu masalahnya. Pointnya adalah dari setiap hal yang kita peroleh, seberapa besar usaha yang kita lakukan untuk (setidaknya) tidak kehilangan terlalu banyak. Karena pada dasarnya hidup membutuhkan sebuah rasio yang seimbang dan jangan sampai ketika kita memperoleh terlalu sedikit, kita justru kehilangan terlalu banyak.

P.S. gambar diperoleh dari gettyimages

Day22: Shuffle

27 Aug

Salah satu kegiatan favorite saya ketika tidak ada hal lain yang lebih baik untuk dilakukan adalah membiarkan playlist saya dalam keadaan shuffle, lalu menekan tombol next terus-menerus sampai akhirnya saya menemukan lagu yang ingin saya dengar.

Seorang teman pernah bertanya kenapa saya harus shuffling playlist saya ketika saya tahu dengan pasti apa yang ingin saya dengar. Kenapa saya tidak langsung menuju pada lagu yang ingin saya dengar daripada susah-susah mencari?

Saya tersenyum mendengar pertanyan itu. Untuk saya, justru bagian kesukaan saya adalah pada saat saya harus mencari, mencari lagu yang ingin saya dengar dan melewati beberapa lagu yang sedang tidak cocok dengan mood saya.

Saya suka mencari, mencari apa pun itu.

Saya rasa hidup ini adalah tentang pencarian. Mencari keyakinan, mencari pasangan yang tepat, mencari pekerjaan yang sesuai, mencari uang, mencari ini, mencari itu. Bahkan ketika saya sudah menemukan apa yang saya cari pun, hal lain masih menunggu untuk dicari oleh orang lain.

Dan kalau sampai saya tidak tidak memiliki satu hal pun untuk saya cari, saya rasa hidup saya akan terasa sangat datar dan hambar, bisa-bisa saya mati karena terlalu bosan (berlebihan).

Jadi kalau lain kali kamu berada di posisi teman saya itu, melihat saya shuffling playlist saya, menekan tombol next terus-menerus hingga akhirnya menemukan lagu yang tepat, tolong artikan itu sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan untuk saya.

I actually like the quest, the search. That’s the fun. The more lost you are, the more you have to look forward to. -Ally McBeal-

P.S. Gambar diperoleh dari gettyimages