Berdamai Dengan Masa Lalu

21 Jul

Beberapa hari yang lalu saya mendengar seorang teman bercerita kalau dia baru saja menghapus segala kontak mantannya sehingga kemungkinan terjadinya akses atau komunikasi atau kontak dalam bentuk apapun antara dia dan mantannya akan sangat kecil mendekati tidak mungkin. Alasannya sederhana dan klise, karena dia ingin melupakan mantannya dan membuat otaknya berhenti untuk memikirkan segala hal yang berhubungan dengan mantannya.

Saya tersenyum. Cerita ini mengingatkan saya pada tindakan yang juga pernah dilakukan oleh saya di masa lalu yang lalu saya sesali belakangan ini. Yes, I’ve been there done that. Saya juga pernah melakukan hal yang sama seperti apa yang baru saja dilakukan teman saya itu, menghapus nomor telepon, alamat email, alamat y!m, bahkan hingga facebook dengan alasan dan tujuan yang sama. Seperti yang bisa diperkirakan sebelumnya, tujuan saya pun terpenuhi. Si mantan yang brengsek dan kurang ajar ini tidak lagi menghubungi saya dan tidak ada lagi kontak dalam bentuk apa pun yang terjadi antara saya dan mantan.

Tapi apa berarti dengan tertutupnya segala akses untuk berkomunikasi dengan si mantan lantas masalah selesai sampai di situ?

Jawabannya adalah tidak saudara-saudara. Ternyata, melupakan seseorang yang pernah cukup berarti di masa lalu saya tidak semudah menghapusnya dari friendlist facebook saya atau menghapus sms-sms berisi rayuan omong kosongnya yang selama ini memenuhi hp. Bukannya bisa melupakan si lelaki dari masa lalu ini, saya malah semakin sering mengingat-ingat dia.

Butuh waktu lumayan lama untuk saya akhirnya menyadari bahwa menghapus segala kontaknya dari muka bumi ini (berlebihan) tidak lantas membuat saya melupakan dia. Tindakan menghapus cuma salah satu cara untuk meminimalisir terjadinya komunikasi yang membuat drama patah hati saya akan menjadi semakin panjang dan berlebihan seperti episode dalam sinetron cinta-cintaan di televisi, meskipun tindakan seperti itu tidak menjamin juga sih kontak akan terputus karena kalau menuju Roma saja banyak jalannya, apalagi jalan kembali menuju kehidupan si mantan.

Baru-baru ini saya baru menyadari bahwa cara terbaik untuk melupakan si mantan adalah dengan mencoba berdamai dengan masa lalu. Maka dengan tekad dan usaha yang tidak kalah kerasnya dibandingkan dengan pahlawan era perjuangan (lagi-lagi berlebihan), saya pun memulai usaha perdamaian saya dengan masa lalu.

Susah? Tentu saja. Meskipun saya yakin saya (dan juga kamu) bisa melewatinya, tapi tidak pernah ada jaminan bahwa usaha perdamaian ini akan menjadi satu hal yang mudah dilakukan.

Saya pun mulai mengingat-ingat kembali tentang berapa banyak hal baik yang sudah saya peroleh karena dia membuat saya patah hati. Well, sisi baiknya adalah ketika saya patah hati oleh seseorang, hati saya bukannya semakin rapuh, melainkan akan semakin kuat menghadapi cobaan-cobaan lainnya dan tentu saja otak saya menjadi lebih pintar dalam menghadapi rayuan maut para lelaki brengsek itu.

Lalu saya pun berusaha untuk menerima segalanya dengan ikhlas. Meyakinkan diri saya sendiri bahwa justru dengan saya patah hati karenanya, saya bisa menilai dengan jernih kualitas orang tersebut di mata saya (dan percaya deh, kecuali kamu terlalu lemah menghadapi perasaan kamu, maka kualitas tersebut akan merosot tajam dari perkiraan kamu sebelumnya).  Dan melihat segala sesuatunya dari sisi yang positif, untungnya untuk satu hal ini, saya memiliki begitu banyak teman luar biasa yang selalu ada untuk membantu saya berpikiran positif dalam masa terburuk sekali pun.

Langkah terakhir yang saya lakukan adalah dengan mencoba menghubungi kembali si mantan. Nah, kalau untuk hal ini perlu usaha yang lebih keras dari langkah-langkah sebelumnya, mulai dari usaha untuk meyakinkan diri bahwa saya tidak akan lagi terhanyut oleh perbuatan baik si mantan yang kemungkinan besar saya salah artikan, menghilangkan emosi, ego, gengsi, dan perasaan, sampai mencari nomor kontaknya yang sempat saya hapus sebagai akibat dari pemikiran saya yang impulsif dan tidak cerdas sama sekali itu.

Hasilnya ternyata di luar perkiraan saya. Saya menjadi lebih lega dan tenang setelah menghubunginya dan menjalin kontak kembali dengannya. Perasaan seolah-olah ada yang mengganjal karena menyimpan duka masa lalu pun terangkat dan hilang begitu saja. Dan kata orang-orang, saya terlihat lebih senang dan glowing.

Ah ternyata segala sesuatunya memang lebih mudah jika saya bisa menerima dan berdamai dengan masa lalu.

Makanya ketika teman saya bercerita tentang tindakan menghapus kontak untuk menghapus mantannya dari pikiran, saya hanya bisa tersenyum, berharap suatu saat nanti (yang tidak selama proses yang saya jalani), teman saya ini mulai pintar dan berpikiran jernih bahwa usaha tersebut sia-sia dan sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

Segala sesuatunya terlihat lebih jernih ketika emosi dan perasaan tidak lagi terlibat di dalamnya -Zhe-

Gambar diperoleh dari http://gettyimages.com

18 Responses to “Berdamai Dengan Masa Lalu”

  1. agoenk70 July 21, 2010 at 5:11 am #

    akulah sang mantannn… *kata nidji :P* hahaha..
    yah memang semakin kita berusaha untuk melupakan dan menghapus jejaknya, maka akan semakin sulit untuk bisa melupaknnya. nice share mau di coba juga ah.. mudah2an saya bisa melupakan masa lalu itu dengan cara berdamai juga amien..

  2. Indahnya Kebersamaan July 21, 2010 at 8:23 am #

    Ikut berkomentar, kenagan bukan sesuatu yang harus dilupakan entah itu bagus atau buruk. Jadikan lah setiap kenangan cerita indah

  3. indra1082 July 21, 2010 at 8:54 am #

    semua orang memiliki kenangan dan masa lalau, dan sudah sepatutnya kita selalu menatap kedepan dan melupakan masa lalu, melupakan disini dalam arti bukan menghapus tapi mencoba belajar dan berdamai dengan masa lalu

  4. mikow July 21, 2010 at 10:07 am #

    masa lalu bukan untuk dilupakan tapi untuk dijadikan sebagai pelajaran, gitu ya?🙂

  5. ImUmPh July 21, 2010 at 12:25 pm #

    Akulah sang mantan… *nyanyi nidji😀 *

    Kalo mantannya ga ngganggu sih fine2 aja. Tapi moal menjengkelkan dan mengganggu ketentraman jiwa dan raga mending dihapus.:mrgreen:

  6. sunarnosahlan July 21, 2010 at 12:36 pm #

    kenangan sejatinya tak bisa dihapuskan begitu saja, karena selalu ada bekasnya, maka biarlah berlalu dan kadang teringat asalkan tak mengganggu

  7. neorenggana July 21, 2010 at 1:36 pm #

    masa lalu adalah guru yang paling bijak.. meski terdengar klasik, tapi itulah keadaanya kita terus survive karena masa lalu juga😀

  8. nd July 22, 2010 at 11:12 am #

    Dengan mencoba menghapus jejak mantan, malah seperti mengingat2 kembali semua ttg mantan😦
    Sudahlah, life’s must go on🙂

  9. didot July 22, 2010 at 12:20 pm #

    memang benar cara kamu ini sen,kalau perlu kita mendoakan agar dia mendapatkan ganti yg lebih baik lagi,jadi kita malah saling support jadi teman.
    alhamdulillah ,kebanyakan hubungan saya dengan mantan seperti ini🙂

  10. orange float July 22, 2010 at 10:28 pm #

    justru semakin dipaksa tuk dilupakan malah keingat terus. jadi biarkan saja mengalir berlalu. waktu kan menyembuhkan luka lama

  11. Online49 July 23, 2010 at 8:34 am #

    Allow teman selamat pagi apa kabar dunia hari ini?

  12. Indahnya Kebersamaan July 23, 2010 at 8:35 am #

    Waha ne kira blognya punya cowok eh ternyata punya cewek hhehehhe🙂, salam kenal mbak ya🙂

  13. Red July 25, 2010 at 7:58 pm #

    masa lalu gak bisa dihapus yah.. hanya bisa dimaafkan saja😀

  14. achoey July 26, 2010 at 11:10 am #

    masa lalu adalah hikmah

    Maaf saya baru ngeblog lagi nih hehe.
    Salam persohiblogan🙂

  15. Agung Pushandaka July 26, 2010 at 11:57 am #

    Masa lalu, baik itu kenangan baik atau kenangan buruk ndak akan bisa dilupakan bagaimana pun caranya. Selama otak kita masih bekerja dengan baik, semua akan terekam dan ndak akan bisa dilupakan.

  16. Goda-Gado July 26, 2010 at 5:56 pm #

    yah,, saya sangat setuju dengan isi tulisan ini…

    kekecewaan yg terlalu mendalam justru menyakiti diri kita sendiri…

    *siap2 berdamai degan masa lalu..

  17. andrysatrio July 27, 2010 at 11:25 am #

    hmm ..
    ya sekarang gue udah putus..
    dan gue nggak akan ngehapus nomer mantan gue atau friendlistnya ..

    ya rasa itu emang bener, melupakan seseoarang yang pernah mencintai kita sama hal susahnya dengan mengingat seseorang yang kita tidak pernah tahu

  18. Fahmi August 17, 2010 at 12:16 am #

    anda benar,,and i ve done that..
    but,the problem is when ur ex dont wanna make a better relationship (not a special relationship)with u..even simply just friend..

    what u are gonna do?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: