Oh Life!

20 May

Seorang anak membentak orang tuanya karena tidak dibelikan Nintendo Wii, sementara anak yang lain terpaksa harus bekerja menjadi kuli angkut di pasar untuk membayar obat yang diperlukan demi kesembuhan ibunya yang sedang terkapar tak berdaya di gubuknya.

Seorang anak pengusaha bekerja asal-asalan di perusahaan milik keluarganya, sementara seorang fresh graduate yang potensial sibuk mengetuk satu demi satu pintu perusahaan hanya untuk meminta sebuah pekerjaan dengan gaji kurang dari 2 juta.

Seorang ibu-ibu muda arisan di sebuah mall sambil memamerkan tas barunya yang harganya cukup untuk membiayai 3 kali makan sekampung, sementara seorang nenek-nenek tua harus menjadi pemulung hanya untuk mencari makanan yang tidak memenuhi standar kelayakan gizi.

Terakhir, saya menghabiskan begitu banyak waktu saya di sebuah coffee shop tanpa alasan yang jelas, sementara di luaran sana seorang anak terpaksa putus sekolah karena tidak mampu membayar biaya pendidikan yang harganya sama dengan 3 gelas kopi yang saya minum.

Kejadian tersebut adalah cuplikan kejadian-kejadian yang saya lihat dan saya alami dalam waktu satu bulan terakhir ini. Well, kalau saja saya lebih pintar menggunakan seluruh sense yang ada dalam diri saya, maka saya akan menjadi sedikit lebih peka dan menyadari betapa ironinya dunia di sekitar saya sejak dulu.

Kejadian-kejadian tersebut membuat saya ingin berteriak sekeras mungkin, meneriakkan sebuah kalimat yang saya yakin semua orang menyadarinya “life is not fair!”.

Ya, life is not fair. Orang-orang (termasuk saya) mendapatkan apa yang tidak seharusnya didapatkan. Ada masa dimana saya sangat ingin menutup mata dan telinga saya, menutup diri saya terhadap kenyataan yang terjadi di sekitar saya. Tapi masalahnya adalah saya tidak bisa. Saya hidup di dunia nyata, dimana ketidakadilan dan kesenjangan adalah santapan mata dan telinga saya sehari-hari dan begitu banyak orang yang terpaksa menyerah pada mimpi-mimpinya terdahulu hanya karena terbentur oleh realita.

Pada akhirnya kenyataan tersebut membuat saya berpikir, apakah dunia ini akan menjadi tempat yang jauh lebih baik jika hidup berjalan dengan adil? Apakah akan menjadi sangat menyenangkan dan nyaman jika setiap orang mendapatkan apa yang benar-benar seharusnya mereka dapatkan?

Lucu, karena jawaban tidak justru langsung muncul di pikiran saya begitu pertanyaan tersebut saya ajukan pada diri saya sendiri.

Saya membayangkan situasi dimana setiap orang mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan. Saya membayangkan setiap orang mendapatkan hal baik karena mereka telah berkelakuan baik dan mendapatkan hal buruk ketika mereka telah berkelakuan buruk. Saya membayangkan rasio kejadian baik dan buruk yang akan menimpa saya sebagai akibat dari tindakan saya. Saya membayangkan diri saya akan menjadi sangat tidak siap ketika hal buruk menimpa saya karena saya baik secara sengaja maupun tidak sengaja telah berbuat buruk. Saya membayangkan tentang semua orang berlomba-lomba berbuat baik untuk mendapatkan imbalan yang serupa, saya membayangkan diri saya meragukan setiap perbuatan baik yang dilakukan orang-orang (dan diri saya sendiri).

Terakhir, saya membayangkan akan menjadi sangat mudahnya hidup ini karena setiap yang kamu peroleh adalah hasil dari perbuatan kamu. Ketika kamu berbuat A, maka kamu akan mendapat A, sementara jika kamu berbuat B, maka kamu akan mendapat B. Hidup akan terasa sangat hitam putih, tidak ada grey area dan sepertiny faktor luck dan teori peluang sama sekali tidak akan berlaku dalam situasi seperti ini.

Pada akhirnya jawaban saya membuat saya berpikir bahwa mungkin hidup memang seharusnya tidak adil. Mungkin hidup memang seharusnya dipenuhi oleh begitu banyak peluang dan pengalaman. Mungkin setiap hal yang kita dapat memang seharusnya tidak selalu hal yang layak kita dapatkan. Mungkin…, argh, siapa saya sih berani-beraninya mengomentari soal ini?!

“Life’s hard. It’s supposed to be. If we didn’t suffer, we’d never learn anything.”

Taken from Jesse on Before Sunset

28 Responses to “Oh Life!”

  1. mikow May 20, 2010 at 11:43 am #

    mulai sekarang jangan menghabiskan begitu banyak waktu di coffee shop tanpa alasan yang jelas lagi ya..🙂

    • senny May 20, 2010 at 11:45 am #

      ehehehe… mikow bisa aja😉

  2. Juminten May 20, 2010 at 11:59 am #

    haduh, sen… aku merasa tertampar2 oleh postinganmu ini.
    beneran, bagus banget. pas ngebacanya, gw berkali2 nelen ludah. TT__TT

    • senny May 20, 2010 at 12:24 pm #

      ahaha… kalo ditamparnya pake tangan beneran bisa-bisa memar kali ya

  3. warm May 20, 2010 at 12:04 pm #

    apakah ujung2nya adalah pembenaran atas apa yg tak bisa kau lakukan ?

    • senny May 20, 2010 at 12:37 pm #

      wah nggak terpikir kalau ini menjadi sebuah excuse atau pembenaran sih, cuma memposisikan diri sendiri kalau berada di dunia yang serba adil aja

  4. nd May 20, 2010 at 12:47 pm #

    Roda itu berputar..🙂

    Toleransi akan bertebaran bila ada rasa syukur
    Ketika senang datang, bersyukurlah
    Ketika sulit datang, bersabar dan berikhtiarlah

  5. julianusginting May 20, 2010 at 12:50 pm #

    ingat hidup…h-i-d-u-p….

  6. phery May 20, 2010 at 1:01 pm #

    kalo mengenai life is not fair saya tidak setuju. Tetapi sebenarnya masalahnya pada takdir seseorang. Allah tidak akan memberikan cobaan atau nikmat kepada seseorang apabila orang itu tidak mampu menjalaninya. Tapi keren juga nih mbak artikel yang berhubungan langsung dengan dunia luar kebanyakan orang

  7. julianusginting May 20, 2010 at 1:53 pm #

    life….ohh life…ohh lifee…hehee..itu kyknya petikan sebuah lagu…(tp lupa yg nyanyiin siapa yah..)

    • senny May 20, 2010 at 8:50 pm #

      yang nyanyiin cher bukan ya?

  8. didot May 20, 2010 at 3:34 pm #

    maaf sen,kalau saya gak sependapat untuk yg satu ini,hidup itu sangat adil,semua ada sunnatullah. siapa yg berusaha dengan sungguh2 pasti bisa berhasil.

    gak mungkin Tuhan yg maha adil menciptakan hidup yg tidak adil. kalaupun kita merasa tidak adil di dunia,semua ada balasan yg sepadan di akhirat kelak.

    “Orang – orang miskin akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu daripada orang – orang kaya” (HR. Tirmidzi)

    kenapa bisa demikian? karena di dunia si kaya telah banyak menikmati hidupnya yg kaya,maka inilah keadilan Allah. bagi orang miskin dan orang kaya yg sama2 banyak amalannya,si miskin akan dimasukkan duluan,sementara si kaya nunggu dulu di lounge hehehe😛

    • senny May 20, 2010 at 8:53 pm #

      hehe… kalo soal keadilan di akhirat sih nggak ragu lagi, ini cuma membahas soal kesenjangan aja sebenernya. Tapi nggak apa-apa kok beda pendapat, selama nggak jadi ribut atau rusuh😀

      • Sahat May 21, 2010 at 12:31 pm #

        setuju!!!!😀

    • Asop May 20, 2010 at 9:38 pm #

      Iya lho, hidup ini adil sebenernya. Tuhan udah memberi kita semua kemampuan yang sama, panca indera sama. Harusnya kalo berusaha kita bisa mencapai kesetaraan. Cuman, memang hidup itu kan seperti roda yang berputar. Ada kalanya berada di bawah, ada waktunya berada di atas. Ga mungkin juga semua orang hidup di atas, dan ga mungin juga semuanya hidup di bawah. Karena roda terus berputar, makanya hidup ini selalu ada yang miskin dan yang kaya.🙂

  9. hellgalicious May 20, 2010 at 5:02 pm #

    hidup emang gitu
    udah diatur ama yang diatas
    ada yang miskin ada yang kaya
    ada yang bahagia ada yang susah

    terkadang kita lengah saat berada diatas
    dan lupa akan keadaan sekitar
    heeemmm

  10. Agung Pushandaka May 20, 2010 at 5:25 pm #

    Ya memang beginilah hidup. Jangan merasa kamu telah mendapatkan sesuatu yang seharusnya ndak kamu dapatkan. Karena di setiap kali kamu mendapatkan sesuatu dalam hidupmu, kamu secara ndak sadar telah mengorbankan hal lainnya untuk itu.

  11. achoey May 21, 2010 at 9:41 am #

    Ini adalah buah dari ketimpangan
    Kebercukupan materi yang tak seimbang dengan asupan tata krama yang indah
    Kekurangan materi yang terbiaskan oleh cinta yang indah

  12. Sahat May 21, 2010 at 12:32 pm #

    Hidup ini adil,, Tuhan itu maha adil…
    Udah ngasih semua manusia kelebihan dan kekurangan..

  13. natazya May 22, 2010 at 9:48 am #

    life is unfair, so that people must have a dream about a better life.

    and as Coelho’s said, the possibility of having a dream come true, that what makes life interesting😀

    Kalo ga bisa mimpi jadi lebih baik lagi sih… ya madesu aja :p

    • senny May 22, 2010 at 10:23 am #

      bener, lagian kalo semua mimpi udah jadi kenyataan hidup bakalan berasa flat dan membosankan

  14. ralarash May 22, 2010 at 7:10 pm #

    hidup itu memang tidak adil..
    tapi Allah pasti maha adil..
    so, apapun yg kita terima tetap syukuri aja…

  15. zulhaq May 23, 2010 at 9:43 pm #

    kalo semua orang mendapatkan yang sama, dunia yang adil. tak akan ada istilah saling membutuhkan. tak ada yang menjunjung tinggi nilai sosial dan kepedulian. karena orang akan hanya peduli pada kebaikan untuk imbalan masing masing diri!!!

  16. kips May 27, 2010 at 6:08 pm #

    Menghabiskan waktu disuatu tempat tanpa alasan yang jelas itu gpp kalau sesekali, asal jangan keseringan *maklum yang ngasih comment pernah ngalami jg*😀

    • senny June 4, 2010 at 9:45 am #

      nggak sering kok, yah… minimal seminggu sekalilah😀

  17. ImUmPh June 4, 2010 at 1:25 pm #

    Like this pisan.

    Sumpah! Ane juga ngalamin banget kayak gini….😀

    Pas banget sama kehidupan ane. Hidup itu emang seharusnya ga adil mungkin. Klo adil maka ga akan ada yang namanya rasa syukur!😀

  18. ario saja June 6, 2010 at 12:26 pm #

    duh posting ini jadi membuat aku merenung dan sadar, memang terjadi jarak yang begitu jauh antara kaya dan miskin dan kita yang berada pada kehidupan mapan sungguh kurang bersukur dan selalu mendongak ke atas.

    Padahal klo kita melihat ke bawah harusnya kita sadar begitu masih lebih beruntung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: