Talk About… (You Know What!)

31 Mar

“Sen, lo tahu nggak sih kalo dia itu lesbi?”

“Tahu, terus kenapa?”

“Kok lo mau sih jalan terus sama dia?”

“Emangnya kenapa? Apa ada aturannya kalo gue nggak boleh jalan sama lesbian?”

“Lo lesbi juga?”

“Sialan! Nggaklah, masih napsu gue sama laki, tapi bukan berarti gue nggak boleh jalan sama lesbi juga ‘kan?”

“Iya sih tapi…”

“Kenapa sih? Emang ada yang salah?”

“Emangnya lo nggak takut?”

“Emangnya dia itu psikopat sampai gue harus takut sama dia?”

“Maksud gue… emang lo nggak takut ketularan?”

Pertanyaan (atau lebih tepatnya pernyataan) yang keluar dari seorang teman dekat sekaligus rekan kerja saya sukses membuat saya marah. Nggak takut ketularan katanya? Memangnya lesbian itu sejenis flu babi yang membuat saya terpaksa memutuskan kontak apapun dengan pengidapnya? Memangnya lesbian itu penyakit?

Memangnya kenapa kalau saya yang heteroseksual bersahabat dengan seseorang yang homoseksual, terutama lesbian? Memangnya mentang-mentang saya heteroseksual dan teman saya itu homoseksual lantas saya dan dia harus berada di dua dunia yang berbeda?

Saya bingung di era yang serba modern dimana hampir segala hal bisa didapatkan cukup dengan mengetukkan jari di mouse masih saja ada orang yang menilai orang lain hanya berdasarkan orientasi seksualnya saja.

Sudah saatnya seseorang dinilai berdasarkan sikap dan prilakunya BUKAN berdasarkan orientasi seksualnya. Kalo urusan dosa, saya rasa biarkan itu menjadi urusan orang itu dengan Tuhan saja, lagian yang namanya dosa itu ‘kan bisa dibuat oleh siapa pun, tidak peduli kamu hetero atau homo. Lah yang heteroseksual aja banyak yang hobi bikin dosa, jadi nggak usah deh sok-sokan menjadi suci dan nggak pernah bikin dosa hanya karena kamu seorang heteroseksual.

Oh ya, dan ini sedikit catatan kecil saja untuk kamu ya! Being gay does not define who they are, what is inside them is the most important thing.

29 Responses to “Talk About… (You Know What!)”

  1. didot March 31, 2010 at 2:53 pm #

    saya juga pernah mengalami hal yg sama dulu,maen sama sekelompok gay,karena saya gak mempermasalahkan keadaan mereka itu,asal mereka respek juga sama saya yg normal,maka saya juga respek kepada ketidaknormalan mereka.

    Namun demikian dalam hati kecil saya berharap mereka bisa sadar suatu hari nanti,karena Tuhan menciptakan laki dan perempuan (adam and eve) bukan laki dengan laki (adam and steve😀 )

    Masalah apa yg ada di hati mereka itu tentu lebih penting,selama mereka baik kepada kita tentu kita juga wajib baik sama mereka

    Nah masalah pilihan hidup mereka itu urusan mereka masing2,mungkin Tuhan belum menegur,yang jelas Tuhan tidak diam,tidak tidur,Dia maha tahu segalanya.

    Tuhan gak pernah salah menciptakan hambaNYA ,kalau salah berarti itu bukan Tuhan🙂

  2. Reva Liany Pane March 31, 2010 at 3:06 pm #

    Hhh….. Masih ada aja yg punya pemikiran seperti itu…

    • senny March 31, 2010 at 3:21 pm #

      iya, nggak nyangka hari gini masih ada aja yang mikir kayak gitu. Makanya reaksi pertama yang keluar yah marah

  3. havban March 31, 2010 at 3:23 pm #

    kayaknya nular deh.. sori kalo misalnya rada2 rasis..

    tapi kalo kita bertemen sama tukang minyak, kita bakal kecipratan wanginya kan?

    gua sih bertemen..tapi gak ampe sahabatan gimanaa gitu.. kalo dia butuh gua bantu.. kalo gua butuh.. gua minta bantuan, berbagi, tapi juga gak sampe menaruh harapan ke mereka buat jadi temen akrab.. it means.. just a friend, literally..

    • senny March 31, 2010 at 3:32 pm #

      saya punya beberapa sahabat yang homoseksual dan bersahabat mereka dari beberapa tahun yang lalu, so far… saya masih teguh dengan heteroseksual saya. Kalo mereka bisa jadi homoseksual itu bukan karen ketularan, tapi lebih karena tembok yang mereka bangun itu lemah

      • havban March 31, 2010 at 11:02 pm #

        tembok?

        so.. bener kan ketularan? hehe..

        “antibody”

        anyway.. ya… namanya kenyamanan hati sih.. agak risih juga kadang dengan sikap mereka.. *memandang secara general*😀

        sosialisasi tetep dijaga.. tapi tadi itu.. tidak memberikan harapan2 berlebih buat mereka.. *pendapat pribadi*

  4. achoey March 31, 2010 at 3:27 pm #

    Ehm, dik. Aku salut ama cara pandangmu, ya meski kita berbeda🙂

  5. Juminten March 31, 2010 at 4:30 pm #

    eh aku malah baru denger kalo lesbi itu bisa nular.😀

    • senny March 31, 2010 at 11:13 pm #

      lah gue juga baru tahu ada orang ngira lesbi itu nular. Eh kalo lesbi itu sejenis penyakit nular berarti yang harus dihindari kan kontak fisik doang ya?

  6. kips March 31, 2010 at 5:03 pm #

    Salut dengan tidak terjebak dalam satu sudut pandang dalam hidup, sip.

  7. Ry March 31, 2010 at 5:22 pm #

    cara pandang yg siip…tp setahu aku dari beberapa sumber (artikel dan beberapa acara di tv) kelainan seksual seperti homoseksual memang bisa menular loh…tp emang tidak menular seperti halnya penyakit, dan untuk menghindarinya pun juga bukan dengan cara menghindari pelaku homo seksual…seperti halnya penderita HIV, kita tidak akan tertular dengan hanya berteman dengan penderita HIV…CMIIW…

    sebagai bahan referensi bisa search di google dengan keyword “apakah homoseksual menular” atau di salah satu artikel http://health.detik.com/read/2010/03/15/180058/1318755/766/bisakah-perilaku-gay-menular
    🙂 …btw salam kenal, just blogwalking..

    • senny March 31, 2010 at 11:19 pm #

      well, kalo pun menular gue rasa itu bukan karena homoseksual itu sejenis penyakit tapi karena si yang tertular nggak memasang tembok untuk dirinya sendiri. Sama kayak ketika saya bergaul dengan beberapa orang teman yang menjadi drugs user, saya nggak tertular karena saya memasang tembok untuk diri saya sendiri, padahal banyak yang bilang kalo kita dekat dengan seorang user pasti bakalan kebawa.
      Masalahnya bukan di kaum homoseksualnya, tapi di bagaimana kita menghadapi semuanya

  8. Agung Pushandaka April 1, 2010 at 12:34 am #

    Homoseksual? Biasa saja, ndak ada yang spesial. Bergaul dengan mereka pun ndak ada istimewanya. Mereka toh manusia juga. Beda kalau kita bisa bergaul dengan binatang seperti Anglingdarma, itu baru luar biasa. Hehe!

    Di Bali sudah jamak banget homoseksual. Dan banyak di antara mereka adalah teman saya. Tapi saya ndak pernah tuh mendapat pertanyaan katrok seperti yang ditanyakan teman kamu. Di sini, semuanya lazim saja yang penting ndak mengganggu.

    Saya setuju dengan kamu, dosa jadi urusan masing-masing sajalah. Ndak usah terlalu dibawa-bawa ke dalam pergaulan.

  9. bandit™perantau April 1, 2010 at 7:17 am #

    pada dasarnya semua manusia itu layak diterima apa adanya. Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada mereka.

    Ragam manusia yang tercipta itu urusan Sang Maha Pencipta, satu keyakinan yang saya pegang teguh bahwa BELIAU tak mengijinkan manusia lahir untuk disia-siakan… Mereka dimaksudkan untuk suatu Tujuan…

    Atas segala ragam manusia itu, -gay, lesbian, cacat, dll- jika dipertanyakan apakah saya bakal menerima mereka sebagai teman dan sahabat, maka saya jawab YA..

    Mereka manusia, spesies yang sama dengan kita, jika bukan kita -yang satu spesies- yang menyayangi (Inc: mau berteman dan bersahabat), mau mengharapkan spesies mana lagi?

  10. mikow April 1, 2010 at 9:17 am #

    *like this*
    🙂

    • senny April 1, 2010 at 10:00 am #

      ah mikow apa sih yang nggak disuka dari gue haha…

  11. ImUmPh April 1, 2010 at 9:26 am #

    singkat, padat, jelas, tepat, keren.

    gw stuju banget.

    • senny April 1, 2010 at 10:02 am #

      terima kasih *blushing

  12. kyra.curapix April 1, 2010 at 10:10 am #

    berkunjug aja dah
    semoga aja yang lesbi disadarkan..

  13. kelly amareta April 1, 2010 at 10:13 am #

    menular seh engga, karena memang bukan virus
    tapi kalo memang mereka sahabat kita
    cobalah menasehati mereka, paling tidak sekaliiiii saja
    bagaimanapun kita bukan bangsa sekuler
    meski mungkin nasehat kita juga engga akan banyak berguna
    setidaknya kita engga lepas tangan
    karena semua yang kita lakukan (maupun yang engga)
    akan di audit dihadapan Tuhan

  14. yak April 1, 2010 at 2:40 pm #

    Waaaah, berat nih, beraaaaat…

    • senny April 1, 2010 at 7:11 pm #

      kalo diangkat emang berat, makanya jangan diangkat hihi

  15. ocy April 1, 2010 at 11:32 pm #

    heemm,,,
    ada setuju,,ada ga nya juga,,,

  16. nd April 2, 2010 at 1:03 pm #

    Mo dia homo, lesbi atau apalah, teman tetap teman..
    “siapa tau dia yg jadi ketularan hetero”🙂

    • senny April 2, 2010 at 1:53 pm #

      haha… bener juga! kalo aja klo keseringan gaul sama gue, dia bisa ketularan napsu sama laki ya?

  17. Asop April 3, 2010 at 3:05 pm #

    Aneh kalo ada yang mikir gay/lesbi itu nular….😦 kuno. kuper. kuca (kurang baca).

  18. hellgalicious April 6, 2010 at 11:31 am #

    mau lesbi ato homo yang penting dia baik mah gapapa
    temen lo berlebihan tuh

  19. orange float April 27, 2010 at 3:16 pm #

    saya juga pernah punya teman yang lesbi, ia baik banget sama saya dan selama berteman dengan dia saya merasa baik-baik saja dan sampai sekarang saya masih suka laki😀

  20. zulhaq May 24, 2010 at 12:26 am #

    Harusnya temen lw itu berpikir pada sisi positif dong. sapa tau dengan berteman ama lw, dia jadi sadar, lebih enak tuh ama lawan jenis!!!

    semua orang punya jalan masing masing. dan punya kemampuan untuk memilih jalan itu sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: