Skip

3 Mar

Mungkin, semuanya akan terasa jauh lebih menyenangkan kalau saja saya memiliki satu tombol skip persis seperti yang ada pada Ipod.

Pemikiran itu muncul gara-gara belakangan ini saya sering sekali menekan tombol skip, melewatkan beberapa lagu yang bukannya saya tidak suka, hanya saja karena saya sudah hapal liriknya, saya jadi merasa tidak ada lagi tantangan dalam lagu tersebut.

Anyway, rasanya sudah lama sekali saya tidak menyentuh blog saya, sampai-sampai saya lupa bagaimana caranya ngeblog (*berlebihan). Nggak… saya nggak sesibuk itu, setiap hari saya masih sempat log in dan melihat comment baru yang masuk kok, hanya saja akhir-akhir ini saya sedang diserang penyakit mati ide akut yang membuat saya kesulitan untuk menulis sesuatu untuk blog ini.

Kalau saja saya memiliki tombol skip dalam kehidupan nyata saya, tentunya saya akan menekan tombol itu hingga entah berapa kali, sampai akhirnya saya menemukan masa dimana saya sudah sembuh dari penyakit mati ide saya.

Bukan cuma penyakit mati ide akut, masih ada banyak momen lainnya dalam hidup saya yang akan membuat saya entah terpaksa atau dengan senang hati menekan tombol skip saya dan melewatkan momen-momen tersebut. Okay, sebut saja momen ketika saya mati gaya di sebuah tempat karena saya yang manusia paling on time sejagad raya ini (*lagi-lagi berlebihan) terpaksa menunggu teman saya yang entah kenapa selalu bermasalah untuk on time, atau ketika saya terjebak dalam pertemuan dengan seorang klien yang membosankan, garing, dan parahnya lebih tertarik dengan isi celana saya ketimbang isi otak saya, atau ketika saya sedang mengalami masa patah hati akut, atau… baiklah, saya harus segera menghentikan semua ini sebelum seluruh blog ini hanya berisi soal masa-masa tidak menyenangkan yang saya lewati.

Cukup dengan menekan tombol skip dan masalah pun teratasi. Saya tidak harus mengumpat tidak jelas, menelepon atau mengirim pesan pada beberapa orang yang isinya keluhan, menangis-nangis bombay, menahan emosi, dan melakukan rangkaian kegiatan tidak menyenangkan lainnya untuk membuat saya merasa baikan.

Cukup dengan menekan tombol skip dan saya akan terlepas dan bebas dari momen tidak menyenangkan dalam hidup saya.

Oh, tentu saja hidup akan terasa sangat menyenangkan jika saya bisa melewatinya tanpa harus berhadapan dengan kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan.

Tapi setelah imajinasi akan betapa menyenangkannya hidup ini jika saya memiliki tombol skip dalam hidup saya selesai, muncul sebuah tanda tanya besar menghantui kepala saya.

Benarkah hidup akan terasa semenyenangkan itu jika saya memiliki tombol skip dan bisa melewatkan setiap momen tidak menyenangkan yang saya alami begitu saja?

Lucunya, saya bisa mendengar pikiran saya meneriakkan kata ‘tidak’ sebagai jawaban dari pertanyaan tersebut. Ada yang salah dalam otak saya? Mungkin saja. Tapi ketika saya berpikir ulang tentang ini, saya pun mulai menyadari bahwa satu-satunya alasan yang membuat saya berpikir bahwa hidup saya akan terasa sangat menyenangkan jika saya memiliki tombol skip dalam hidup saya adalah karena saya tidak akan pernah bisa memiliki tombol tersebut.

Terkadang dalam hidup, saya (dan juga kamu) dipaksa untuk menghadapi kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan supaya kita bisa belajar sesuatu dari situ. Momen yang menyenangkan memang bisa membuat hidup kita terasa lebih mudah dan tertawa bahagia, tapi momen yang tidak menyenangkan akan membuat kita belajar. Belajar tentang bagaimana menghadapi hidup ini ketika kita harus berhadapan dengan orang yang tidak kita sukai, bagaimana caranya bertahan dalam situasi terburuk dalam hidup kita, dan terutama, belajar untuk tidak menjadi manja karena tidak semua yang terjadi dalam hidup ini sesuai dengan harapan kita.

Pada akhirnya, saya menyimpulkan bahwa satu hal yang membuat hidup saya terasa sangat menyenangkan adalah karena saya selalu berhadapan dengan sebuah keterpaksaan untuk menghadapi segala jenis situasi, mulai dari yang terbaik hingga yang terburuk, dalam hidup saya. Hidup saya menyenangkan karena saya harus melewati segalanya dengan menangis, mengumpat, marah, kecewa, tertawa, berpikir hingga stres, insomnia, bahagia, dan begitu banyak emosi lainnya bukan dengan menekan tombol skip.

Jadi pertanyaannya adalah, kalau kamu diperbolehkan memiliki tombol skip dalam hidup kamu, maukah kamu?

Saya jelas tidak mau memiliki tombol tersebut.

32 Responses to “Skip”

  1. havban March 3, 2010 at 10:58 am #

    mau

  2. hellgalicious March 3, 2010 at 11:17 am #

    ada hal menarik yang sering kali kita lewatkan
    ada hal yang tdk menarik yang sering kali kita kerjakan
    kalo kita bisa melewati 2 hal tersebut mungkin kita ga perlu lagi membutuhkan kata skip dalam hidup kita.

    semangat ngeblog!

  3. didot March 3, 2010 at 1:16 pm #

    pesan seperti ini ada dalam film “click” yg dibintangi adam sandler, sekali dia mem- ‘fast forward ‘ hidupnya lalu demikian terus akhirnya dia banyak yg kehilangan momen berharga.

    saya jelas gak butuh tombol itu,karena hidup adalah untuk dinikmati,seperti kata orang bijak,hidup adalah perjalanan ,bukan tujuan:D

  4. daiichi March 3, 2010 at 10:59 pm #

    Betul Bung didot. Sepeti film “click” yang jelas hidup ini indah, apapun yang terjadi kita ga bakal bisa mengulang sedetik pun moment yang terjadi.
    Salam persahabatn.

    • didot March 4, 2010 at 11:20 am #

      makasih mas daiichi,filmnya keren ya,saya sampai nonton dua kali dan menitikkan air mata soalnya,saking terharunya dengan pesan moralnya:D

      • senny March 4, 2010 at 2:17 pm #

        saya blm nonton filmnya lho

  5. bandit™perantau March 4, 2010 at 7:20 am #

    iya kawan…
    kalo ada tombol skip kita tak akan belajar apapun dalam hidup ini…

    mungkin ada tombol lain yg diharapkan ada dalam hidup ini selain tombol skip, yaitu Ctrl-Z…

    • senny March 5, 2010 at 8:37 am #

      ha? gue juga berpikiran hal yg sama

  6. mikow March 4, 2010 at 8:53 am #

    selesaikan skripsimu, jangan pernah menekan tombol skip

    • senny March 4, 2010 at 2:18 pm #

      jiaahhh dia bahas skripsi di sini

  7. ImUmPh March 4, 2010 at 9:06 am #

    saya mah ga mw tombol skip, maunya tombol rewind aja, jadi kita balik lagi ke masa lalu… wah enak kayaknya… ato klo bisa saya mau minta doraemon saja, biar lebih lengkap, segala bisa, mantap!!:mrgreen:

  8. hanif IM March 4, 2010 at 8:30 pm #

    seru juga, tapi kalau menyenangkan saja isinya, hambar dong? jadi biasa aja. misalnya, kita sering banget sarapan. nah, karena seringnya jadi bosen sendiri kalau menunya itu2 aja, gimana tiba2 makanan hotel bintang 5 dateng buat sarapan? bakalah wah kan, padahal itu cuma sarapan. hehe, jadi enjoy ajah.

  9. bri March 5, 2010 at 6:41 am #

    pilihanya skip? ada next, submit atau nda mmmhhhh publish😉

  10. ario saja March 5, 2010 at 7:50 am #

    hhmmm mau..mau… tapi pada real nya ga ada yah !!!

  11. edda March 5, 2010 at 7:13 pm #

    Ga ah, karena dgn tombol itu gw ga bsa ngerasain pahit manisnya kehidupan😀

    • yos March 8, 2010 at 10:38 am #

      @edda a.k.a bebek: tumben sekarang ngomongnya pinter…
      abiz makan rumput ya, wkwkwkwkwkwwk

  12. kyra.curapix March 6, 2010 at 12:26 am #

    skip2
    heheh
    salam kenal

  13. yos March 8, 2010 at 10:39 am #

    senny ta kenalin ma doraemon aja deh, mau???? hehehehe

  14. Triunt March 9, 2010 at 6:02 am #

    Gak mau ah.
    kalo sampe ada Skip dalam hidup manusia.
    bisa2 orang kalo ketemu gw langsung skip🙄

  15. komuter March 9, 2010 at 1:49 pm #

    skip aja ah…..
    langsung komen

  16. yak March 9, 2010 at 1:57 pm #

    saya maunya pencetan F5, biar langsung fresh lagi…

  17. and1k March 10, 2010 at 7:58 pm #

    hmmmm skip aja

  18. Agung Pushandaka March 12, 2010 at 4:30 pm #

    Jadi ingat film click. Tapi ndak deh, saya kayanya sama seperti kamu. Ndak butuh tombol “skip”. Tapi kalau ada tombol “undo” mungkin akan saya pertimbangkan dulu. Hehehe! Becanda.

    *Cuma berusaha menjalani hidup ini apa adanya saja. Yang terjadi ya terjadilah. Begitu juga yang berlalu, biarlah berlalu.🙂

  19. dhodie March 14, 2010 at 5:25 pm #

    Enggak ah, itu artinya saya lebih cepat mendekati kematian tho? Saya mau yang selau selau (maksudnya: slow) saja😀

  20. kips March 15, 2010 at 9:10 am #

    Baca postinganya skip haha… *gak kok, cuma dikit aja*

  21. kyra.curapix March 22, 2010 at 11:56 am #

    berkunjung lagi ya
    q skip ya
    hehe

  22. ichanx March 25, 2010 at 2:42 pm #

    gw mah inginnya punya tombol rewind… sayang waktu kebuang euy kalo maen skip mah😀

  23. nd March 27, 2010 at 11:47 am #

    Roda saja berputar pada porosnya, kadang diatas kadang dibawah, dan selalu berputar..😀

    jadi nikmati saja masa2 itu.. tokh kalau yg namanya remedial biasanya nilainya lebih bagus bukan? hehe, keterlaluan kalau malah tambah jelek :p

  24. yos March 29, 2010 at 3:00 pm #

    senny kemana aja nie, menghilang dari peredaran..

    • senny March 31, 2010 at 2:47 pm #

      iya nih, baru sempet posting sekarang. Mau rajin ngeblog lagi deh haha

  25. Asop April 3, 2010 at 3:07 pm #

    WAh, kalo hidup bisa di-skip, jadi ga seru. Tau2 udah saatnya meninggal…😦

  26. zulhaq May 24, 2010 at 12:37 am #

    gw gak mau ah. kalo selalu di skip. gw gak akan bisa membedakan mana sakit, mana bahagia. mana susah mana seneng. dan gw gak akan jadi sosok yang mampu belajar menjadi lebih kuat!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: