Romeo Itu Bukan Lelaki

7 Dec
Posting kali ini saya ingin membuat sebuah pengakuan yang mungkin akan sedikit kontroversi: saya sangat benci cerita Romeo and Juliet. Saya juga masih tidak bisa mengerti kenapa orang-orang begitu menyukai cerita tersebut. Saya juga masih tidak bisa menemukan sisi romantis dari cerita Romeo and Juliet. Terlepas dari segi cerita, saya bahkan membenci tokoh Romeo lebih daripada saya membenci ceritanya itu sendiri. Untuk saya, tokoh Romeo yang terkenal dengan keromantisannya itu bukan lelaki.
Coba tolong kasih tahu saya dimana sisi romantis dari seorang lelaki yang bunuh diri hanya karena dia (pikir) kekasihnya meninggal? Saya malah melihat itu sebagai suatu kebodohan, bukan sebuah pengorbanan apalagi keromantisan dari seorang laki-laki.
For God’s sake, get a grip, Romeo!
Saya kira selama ini cuma saya yang berpendapat seperti itu, tapi ternyata beberapa hari yang lalu, dalam sebuah acara nongkrong dahsyat tengah malam bersama beberapa orang teman, saya menemukan kesamaan saya dengan mereka. Kami sama-sama membenci Romeo untuk alasan yang sama. Kami pun sepakat bahwa tokoh Romeo itu bukanlah lelaki.
Saya, umm… kami tepatnya, adalah perempuan yang membutuhkan sosok lelaki yang bisa melindungi dan kuat baik dari segi fisik maupun mental, dan jelas sekali sosok seperti itu tidak bisa didapat dari seorang lelaki yang bunuh diri hanya karena ditinggal pasangannya.
Kami membutuhkan lelaki sejati, yang bisa menerima segala hal yang terjadi dalam hidupnya for better or worse, lelaki yang bisa move on bahkan ketika segala hal yang terjadi di dunia ini terlihat salah untuknya, lelaki yang berani memberikan deadline untuk masa berkabungnya dan lalu kembali melanjutkan hidupnya seperti biasa ketika deadline telah terlewati.
Parahnya, di luaran sana ada begitu banyak lelaki yang merasa sosok Romeo layak untuk dijadikan role model sehingga mereka lalu meniru perbuatan Romeo, membunuh dirinya atau setidaknya mengancam untuk bunuh diri ketika pasangannya meninggalkannya atau bahkan ketika cintanya ditolak. Di luaran sana ada begitu banyak lelaki yang berpikir kalau mereka melakukan hal yang sama seperti Romeo, maka mereka akan mendapatkan respek dari para perempuan, padahal kenyataannya adalah tidak semua perempuan berpikir seperti itu. Setidaknya, saya dan beberapa orang teman tidak berpikiran seperti itu.
Jadi tolong… jangan lagi menceritakan kisah Romeo and Juliet kepada saya. Tolong jangan berikan saya another drama queer lagi.
Saya ini perempuan normal yang membutuhkan seorang lelaki dan Romeo itu bukan lelaki.

28 Responses to “Romeo Itu Bukan Lelaki”

  1. Sinta December 7, 2009 at 12:04 pm #

    Kayak Edward Cullen di New Moon dong.
    Dia juga pengen mati pas dia pikir Bella mati.
    Lo suka Edward Cullen ga Sen?

    :p

    • senny December 7, 2009 at 7:39 pm #

      Romneo aja ga suka apalagi Edward Cullen

  2. Vicky Laurentina December 7, 2009 at 12:17 pm #

    Hah? Jadi kalau begitu Juliet itu menikahi lesbian bertubuh pria dong??

  3. ontohod December 7, 2009 at 4:36 pm #

    kalo udah ngerasain kehilangan biasanya bisa sedikit mengerti apa yang difikirkan sang Romeo, walaupun dia terlalu berfikir singkat.

    • senny December 7, 2009 at 8:40 pm #

      I’ve been there done that kok, makanya bisa menyimpulkan seperti itu

  4. Action Figure Toy December 7, 2009 at 5:35 pm #

    mungkin bener kata mbak senny
    romeo bukan lelaki, ternyata dia hasil dari operasi kelamin
    xixixixi…
    Hmm…
    kalo bunuh diri karena kekasihnya meninggal, singkat banget mikirnya
    terlalu lama dengar lagu atas nama cinta tuh

  5. inandatiaka December 7, 2009 at 10:17 pm #

    hahha.. baru nyadar, bener juga ya.. ngapain kisah romeo juliet itu dipuja2.. kenapa juga mau2nya sama2 tersiksa :p

    Nice thought! dan salam kenal๐Ÿ™‚

  6. Deka December 7, 2009 at 11:50 pm #

    Saya gak terlalu tahu banget soal cerita Romeo & Juliet, Itu dari novel ya…?? tapi kan ada filmya kalo gak salah. Romantis gitu…??? Sebenarnya Romantis tuh kayak gimana sich…???? serba bingung selalu di omelin gak romantis mulu katanya.

    • senny December 8, 2009 at 5:37 am #

      haha… coba tanya yang ke ngomelinnya
      romantis itu kan sifatnya subjektif, pak jd kalo buat saya romantis belum tentu buat orang romantis kan?

  7. noun December 8, 2009 at 1:46 am #

    iya. setuju. cara pikirnya lemah. mending kayak Nobita. dapat kesulitan sedikit, gak bunuh diri, tapi minta tolong Doraemon..๐Ÿ™‚

  8. alrisblog December 8, 2009 at 1:48 am #

    Saya malah belum pernah baca sekalipun cerita romeo & juliet. Kok gampang banget bunuh diri ya gara2 cinta. Salam

  9. yos December 8, 2009 at 6:44 am #

    remoe, super bego tuh…
    dikasih hidup sekali didunia malah bunuh diri..
    cba klo dulu udah ada Mall…
    pasti bunuh dirinya romeo juga lompat dari lantai berpa gtu…
    kan sekrang lagi musimnya bunuh diri di mall, hehehe…

  10. .lala December 8, 2009 at 7:08 am #

    he just a human in tight.

  11. Wirawan Winarto December 8, 2009 at 11:06 am #

    menurutku lebih romantis kalau Romeo poligami

    • senny December 8, 2009 at 7:10 pm #

      kalo dibalik gimana?
      Juliet yang poliandri?

  12. Belajar Blog December 8, 2009 at 4:54 pm #

    romantis itu rokok makan gratis
    hehehe….
    ternyata romeo ntu banci kaleng
    cucok dah bo..!!
    tapi kalo liat pilem romeo, paling suka pas versi italia taon 1960-an (pernah diputer ama metro tv)
    diperanin ama abg umur 15 taonan
    sang juliet, mungkin cewe tercantik yang aku liat dipilem. mungkin sekarang berdasarkan rumusan fisika pasti dah tuwir banget yak

    • senny December 8, 2009 at 7:11 pm #

      tapi kalo sama gue, pasti cantikan gue
      *pedesetinggilangit

  13. nico December 8, 2009 at 6:50 pm #

    tapi menurut saya itulah kekuatan cinta, hahahah CMIIW

  14. Cloud December 8, 2009 at 7:19 pm #

    whahaha.. bener banget.. setuju ma argumennya.. hanya orang bodoh yang mau bunuh diri..

  15. mata December 9, 2009 at 9:12 am #

    abis nonton roman picisan ya sen ?
    kalau kamu tanyanya sama para pujangga ya ceritanya lain lagi. mungkin inti yang disampaikan kalau cinta itu akan dibawa sampai mati ? ada ngga yang seperti romeo. “ah,…kalau kamu mati ya saya kawin lagi !” pasti gitu jawabnya. hahaha

    • senny December 11, 2009 at 11:02 am #

      abis nonton new moon, tepatnya

      • mata December 15, 2009 at 3:42 pm #

        iya tetep aja itu new moon judulnya roman picisan

  16. pushandaka December 9, 2009 at 11:03 am #

    Kalau cerita Romli dan Juleha gimana? Kamu suka ndak? Hehe..
    Tapi gpp, setiap orang punya pendapatnya masing-masing dalam menilai sesuatu. Kalau saya pribadi sih, emang ndak suka ceritanya. Jadi ndak terlalu memusingkan seperti apa Romeo dalam cerita itu.
    Kalau tentang bunuh diri, saya sepakat dengan kamu. Bahkan untuk berpikir untuk itu pun dia sudah menjadi seorang pengecut, apalagi sampai melakukannya. Cuma ya, dalamnya laut bisa diukur, dalamnya hati siapa tau. Sakit hati dan cinta memang kadang bisa menjadi racun. Hehe!
    Udah Sen, tonton film/cerita yang lain saja, daripada kamu jadi sewot begini. Hihi!

  17. indra1082 December 9, 2009 at 2:01 pm #

    Romeo yang bunuh diri itu lelaki yg berjiwa kerdil.. jadi tak sepantasnya menjadi lelaki sejati. masa gara2 cinta bunuh diri๐Ÿ˜€
    contoh saya dong….:mrgreen:

    • senny December 10, 2009 at 2:44 pm #

      emang situ kenapa?

  18. Triunt December 10, 2009 at 6:15 pm #

    Hahaha iya, baru nyadar…
    Romeo mah payah…๐Ÿ™„

    Sebentar? kayaknya ada deh kisah yang agak sama dengan Romeo Juliet
    Sampe-Engtay *nulisnya betul gak yah* kisahnya juga hampir sama kayaknya CMIIW.

    • yos December 11, 2009 at 7:07 am #

      CMIIW

      sok inggris kun…
      biasa pake MKLDL (Menawi Kulo Lepat Dipun Leresaken) aj, hehehe…

  19. mandhut December 13, 2009 at 3:20 am #

    mungkin emang orang2 jaman dulu belum ada facebook atau twitter kali ya, makanya begitu kehilangan pacar, dunianya langsung gelap.

    kesannya facebook twitter penting abis =))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: