What Do They Know

25 Oct

Dua hari lagi menjelang ulang tahun saya dan sebuah pikiran melintas kuat di benak saya hari ini. Pernyataan seorang teman saya kembali menampar saya pada sebuah realita. Dalam sebuah pembicaraan ditemani beberapa cangkir kopi dan hujan deras di Bandung suatu sore, seorang teman baik berkata:

“Kenapa kita harus worry dengan apa yang orang pikirkan tentang kita, sementara faktanya adalah mereka tidak tahu apa pun tentang kita?”

Saya lupa pastinya apa yang memicu teman saya mengeluarkan pernyataan seperti itu saat itu, tapi saya tahu dengan pasti bahwa setelah dia berbicara seperti itu, pikiran saya langsung berjalan. Kopi, hujan, dan pernyataan menampar dari teman saya memang kombinasi yang bagus untuk membuat saya (atau siapa pun juga) untuk berpikir.

Hari ini pemikiran itu kembali muncul. Setelah beberapa minggu ini saya menghabiskan waktu dan energi saya lebih banyak untuk memikirkan hal-hal yang tidak begitu penting untuk dipikirkan. Setelah beberapa minggu ini saya membiarkan pekerjaan saya selesai secara tidak optimal karena saya baru menyelesaikannya menjelang deadline, ditambah dengan skripsi dan laporan magang yang terbengkalai begitu saja.

Akhirnya pemikiran itu muncul: what do they know about me? why should I worry about that?. Dua pertanyaan besar itu terus menerus berputar dalam pikiran saya, membuat saya yang terpaksa menghentikan kegiatan belajar untuk UTS saya besok.

Kamu tahu? Salah satu alasan saya menjadi sangat khawatir akan masa depan saya, mengalami pra 22 syndrome adalah karena saya mengkhawatirkan apa yang orang pikirkan tentang saya, karena ketika saya mengetahui bahwa mereka berpikir sesuatu tentang saya tidak seperti apa yang saya ingin mereka untuk pikirkan, saya lalu bertanya-tanya apa yang salah dengan saya.

Memangnya apa yang mereka tahu tentang saya?

Apa yang mereka tahu tentang saya ketika mereka melihat saya sedang duduk sendirian di sebuah coffee shop yang ramai pengunjung, tanpa ipod atau apa pun sebagai teman saya? Memangnya mereka tahu apa waktu mereka berpikir saya tidak punya banyak teman atau sedang patah hati dan menatap saya dengan tatapan kasihan, sementara faktanya adalah waktu itu saya memang lebih memilih untuk sendirian dibandingkan menerima ajakan teman-teman saya untuk nonton, makan bareng, atau sekedar nongkrong-nongkrong nggak jelas?

Apa yang mereka tahu tentang saya ketika saya memutuskan untuk berjalan dibandingkan naik kendaraan ketika hari sudah malam dan gerimis mulai turun? Memangnya apa yang mereka tahu waktu mereka berpikir saya ini nekad atau kehabisan uang, sementara yang terjadi adalah saya memang memutuskan untuk berjalan karena pada waktu itu saya membutuhkan banyak ruang dan waktu untuk berpikir mengenai konsep yang harus saya kerjakan supaya saya tetap bertahan pada pekerjaan saya dan tidak dipecat?

Memangnya apa yang mereka tahu waktu mereka menilai saya sombong dan tidak bersahabat, sementara fakta yang terjadi adalah saya sejak kecil memang didiagnosa memiliki kesulitan kemampuan berkomunikasi dan saya minder ketika berhadapan dengan orang-orang baru atau pun orang-orang yang tidak saya kenal dengan baik?

Memangnya apa yang mereka tahu waktu saya memutuskan untuk mengganti profile picture facebook saya? Apa yang mereka tahu waktu mereka berpikir bahwa lelaki di sebelah saya itu adalah pacar saya, sementara faktanya adalah saya merasa saat ini satu-satunya sahabat lelaki yang saya punya hanya dia?

Apa yang mereka tahu tentang semua itu? Apa yang mereka tahu tentang apa yang ada di pikiran saya? Apa yang mereka tahu tentang… saya?

Lalu saya menemukan jawaban bahwa mereka sama sekali tidak tahu tentang saya.

Terus kenapa saya harus worry pada mereka yang lebih memilih untuk berpikir tentang saya berdasarkan apa yang mereka ingin pikirkan tentang saya bukan mencoba untuk bertanya pada saya tentang apa yang terjadi dan lalu berpikir berdasarkan kenyataan yang ada?

Kenapa juga saya harus bersusah payah untuk bersikap sesuai apa yang mereka inginkan agar mereka bisa berpikir tentang saya sesuai dengan keinginan saya, sementara fakta yang terjadi adalah saya (dan siapa pun juga tidak bisa memaksakan pemikiran orang lain?

Dan ya… saya memang impulsif sejati. Detik ini saya bertekad untuk berhenti mengkhawatirkan apa yang orang pikirkan tentang saya karena saya tidak mau lagi peduli tentang itu.

Terserah selanjutnya apa yang akan orang lain pikirkan tentang saya ketika saya memutuskan untuk menutup telinga saya rapat-rapat untuk pemikiran-pemikiran mereka yang tidak pernah benar-benar mengenal saya karena faktanya adalah saya yakin hidup saya akan jauh lebih bahagia tanpa harus memikirkan apa yang orang pikirkan tentang saya, karena saya ingin membuang jauh-jauh pikiran bahwa saya membutuhkan Prozac, psikolog, atau bahkan psikiater untuk mengobati gangguan mental saya yang sering tertekan, karena jika mereka benar-benar teman maka mereka tidak akan sibuk dengan autistik pemikiran mereka dan lebih memilih untuk bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi, karena saya… tidak mau lagi memaksakan pikiran orang lain tentang saya.

People always act like they know everything but the fact is: they know NOTHING.

19 Responses to “What Do They Know”

  1. pushandaka October 25, 2009 at 9:49 pm #

    Cuma kamu yang tau apa yang mau dan mampu kamu lakukan. Jadi saran saya, berhentilah mengeluhkan sikap dan pikiran orang lain, untuk mengurangi waktumu yang terbuang percuma.

    • senny October 25, 2009 at 10:24 pm #

      iya bener banget
      mulai ngerasa bodoh krn membuang terlalu bnyak waktu untuk mikirin hal bego kayak begitu

  2. andry sianipar October 25, 2009 at 11:18 pm #

    salam super,,,
    saya jadi berpikir sejenak membaca artikel ini,,,
    menurut saya yang penting itu mindset kita, karena itu mempengaruhi carakita menyikapi kehisupan dan segala problematikanya ..
    setuju ?

    dapatkan juga artikel2 menarik di :
    http://andrysianipar.co.cc

  3. Zippy October 25, 2009 at 11:34 pm #

    Hmmm, kadang orang memang selalu berpikir tentang kita akan sesuatu hal yang tidak2…
    Tapi itulah manusia, mempunyai beda cara pandang dari dalam dirinya…
    Kalo buat gue, bodoh amat dah, wkwkwkwkw…

  4. idepp October 26, 2009 at 12:01 am #

    nice post! i mean it!

    it inspires me. thanx.๐Ÿ™‚

    • senny October 26, 2009 at 8:47 am #

      u’re so very welcome, pak

  5. sherinesky October 26, 2009 at 12:45 am #

    dulu banget gw adalah tipe orang yang sangat peduli sama apa yang orang pikir terhadap gw. saking pedulinya, malah jadi takut buat salah dan jaim setengah mati. efeknya, gw jadi kayak kehilangan jati diri, karena semua yang gw lakukan adalah hasil koreksian orang lain. misalnya gw berbuat sesuatu, si A kritik gw akhirnya gw buat sesuatu yang menurut A bagus, ternyata menurut si B dan C gw salah. begitu seterusnya sampe gak tau lagi mana yang bener dan salah.

    dan bener kata elu, orang mau bilang apa pun juga toh yang tau faktanya cuma diri kita sendiri dan Tuhan, dan percuma juga mengklarifikasi ke orang2 soalnya: 1. disangka cari pembenaran, 2. mereka gak mau denger sesuatu yang berlawanan dengan apa yang mereka pikirkan tentang kita. jadi percuma aja, diemin aja..๐Ÿ™‚

    • senny October 26, 2009 at 8:49 am #

      nah itu dia, jd daripada repot mikirin apa pikiran orang soal kita, mending bikin mereka repot mikirin kita aja ya? hehe

  6. ajir October 26, 2009 at 4:10 am #

    pikirkan saja bahwa orang itu memikirkan apa yang anda pikirkan tentang pikiran yang sedang dia pikirkan..๐Ÿ˜€ *ngawur*

    minta ijin tukar link y..
    link blog ini udh di add diblog saya,๐Ÿ˜€
    thanks!

  7. komuter October 26, 2009 at 7:56 am #

    jangan peduli pada gosip,

  8. bri October 26, 2009 at 7:57 am #

    __salampagii^^..semangat buat aktifitasnya iaa__

    ___jadi kamu aja okeh..CIAT..HIiat..kaBooMzz..WooZzz___

    __hihip horee..sebentar agii ulangtahun iaa..__

    __selamat ulang tahun daribri^^__

  9. nurrahman October 26, 2009 at 9:00 am #

    drive your mind to say that you’re what you think. not what they say

  10. .lala October 26, 2009 at 9:01 am #

    God, its Long!

    • senny October 26, 2009 at 4:31 pm #

      hrsnya yg panjang itu skripsi bukan posting blog
      doh!

  11. .lala October 26, 2009 at 9:02 am #

    yayaya, saya inget kamu mau ulang tau.. mau gw kadoin apah?

    brondong? bronis? ato broklak?

  12. ontohod October 26, 2009 at 12:04 pm #

    ah tong dipikiran, kalo pun mikirin mending bayangin kalo orang-orang pasti lagi mikirin kecantikan, keseksian kita… hehehe

  13. dhodie October 26, 2009 at 7:01 pm #

    Setuju… just believe it to yourself๐Ÿ˜€

    Etapi kenapa kita tidak ketemuan pas PB kemarin yah *gakpenting.com*:mrgreen:

    • senny October 26, 2009 at 8:34 pm #

      lah emang situ ke pb juga ya?
      harusnya janjian di sana yah hehe

  14. Deka October 26, 2009 at 10:32 pm #

    a little same story with me, forget it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: