Yes is a [Yes] is a No

9 Sep

Seumur hidup saya, saya selalu kagum dengan mereka – orang-orang yang selalu mampu mengungkapkan isi hatinya dengan mudah. Selalu kagum dengan mereka yang mengatakan ya ketika hatinya menjawab ya, mengatakan tidak ketika hatinya mengatakan tidak. Menyatakan dirinya dengan tegas bahwa dia tidak suka atau suka terhadap sesuatu tanpa khawatir akan apa pun.

Saya kagum dengan mereka karena saya tidak pernah bisa begitu.

Ini adalah satu lagi hal yang tidak orang-orang ketahui tentang saya, saya yang dari luaran terlihat santai, justru memiliki kekhawatiran terdalam setiap kali saya ingin menyatakan sesuatu.

Saya sangat memahami perasaan ditolak, saya tahu betapa sakitnya ditolak oleh lingkungan dan keadaan. Dan sumpah, sampai mati saya tidak mau lagi merasakan perasaan itu!

Ketakutan saya akan ditolak oleh lingkungan sangatlah besar, sebuah ketakutan yang hanya bisa dirasakan dan dimengerti oleh saya dan orang-orang yang pernah mengalami apa yang saya alami.

Ketakutan terdalam itu akhirnya membawa saya pada kehidupan yang serba palsu. Pribadi yang saya sajikan kepada orang-orang bukanlah saya yang apa adanya. Saya selalu berusaha mengikuti mereka, menyimpan perasaan dan pemikiran terdalam saya dan membiarkan mereka tidak pernah tahu apa yang saya rasakan dan saya pikirkan.

Saya lebih membiarkan orang berpikir tentang saya sesuai yang mereka ingin pikirkan tentang saya daripada apa yang saya ingin mereka pikirkan tentang saya.

Terserah setelah posting ini kamu akan mengatai saya palsu, pengecut, atau apalah. Saya benar-benar tidak peduli lagi sekarang.

Saya sedang depresi. Depresi yang sama seperti sebuah gempa, jika eksistensinya terlalu lama, akan merubuhkan. Depresi ini nyaris membuat saya gila. Parahnya, depresi ini berlangsung untuk kesekian kalinya.

Saya benar-benar mengatakan depresi dalam artian yang sebenarnya, bukan sekedar perumpamaan atau kata-kata yang saya gunakan dalam konteks dilebih-lebihkan seperti apa yang tertulis dalam naskah sinetron sekarang ini. Depresi yang sama, setahun yang lalu pernah membuat saya berada pada lubang sakit hati terdalam dan membuat saya pusing memikirkan apa alasan saya untuk hidup setiap kali saya bangun pagi. Untunglah saya selalu menemukan alasan untuk hidup, sebab jika tidak, mungkin sekarang ini saya hanya tinggal sebuah nama.

Saya benar-benar membutuhkan pertolongan Tuhan saat ini, bukan yang lain. Bahkan teman-teman saya yang sangat banyak dan selalu bersedia membantu pun tidak akan pernah bisa membantu. Bahkan setiap lagu dari Alanis Morisette dan Vonda Shepard yang diputar oleh Playlist saya tidak mampu membantu saya merasa sedikit lebih baik.

Saya depresi oleh apa yang dipikirkan dan dirasakan tapi tidak pernah bisa terungkap.

Everyone must think that I’m strong enough, but actually I’m a fragile one

27 Responses to “Yes is a [Yes] is a No”

  1. genial♂ September 9, 2009 at 10:45 pm #

    terus kami di sini ini apa?!?!

    • senny September 10, 2009 at 10:27 am #

      ummm… apa yah?
      pembaca blog?

      • Zulhaq September 10, 2009 at 10:39 am #

        komentator he2

      • genial September 23, 2009 at 2:13 am #

        hueheheh… maap baru nyampe lagi.. ngacir ke yg baru ahh :p

    • sososibuk September 14, 2009 at 3:51 pm #

      sejenis pengamat sejati kali yah

  2. .lala September 10, 2009 at 9:49 am #

    kagum atuh ke sayah yah?!…

  3. .lala September 10, 2009 at 9:50 am #

    didoakeun ku neng lala atuh yah.. semangat!!!

    • senny September 10, 2009 at 10:27 am #

      amin… thx ya!😉

      • Zulhaq September 10, 2009 at 10:37 am #

        amien amien amien…

        *bantuin amien, sapa tau dikasih bocoran password postingan yang sebelumnya*

  4. keblug September 10, 2009 at 10:27 am #

    tulis semuanya…
    kami disini menemani🙂

    • senny September 10, 2009 at 10:28 am #

      kalo ditulis semuanya ntar bisa jadi lima buku dong hehe
      thx anyway

      • Zulhaq September 10, 2009 at 10:36 am #

        di cicil sen, yang penting semua tercurah sebagai pelepas gundah🙂

  5. Zulhaq September 10, 2009 at 10:35 am #

    senny, gw suka nangkring disini karena lw selalu mengungkapakan segala sesuatu dengan teramat sangan jujur dan apa adanya. dan seringkali memberi inspirasi sekaligus motivasi buat gw. mungkin karena keadaan kita yang kurang lebih sama. dari tulisan, gw menilai kalo keadaan lw ma gw beda beda tipis aja…

    gw sama seperti lw, tak pernah bisa mengungkapkan iya dikalah hati dan pikiran seharunya mengatakan iya. dan gak bisa mengungkapkan tidak dikala hati demikian adanya. semua yang terlihat sangat bertolak belakang dengan yang sebenarnya, dengan suasana hati yang sebenarnya…

    tapi ingat sen, itu merupakan wujud dair kelebihan, bukan kelemahan atau kekurangan. secara tidak langsung, kondisi yang lw bilang “palsu”, adalah sikap yang mencoba mengerti dan memahami. gak begitu peduli untuk dimengerti dan di pahami…dan gw salut banget akan itu.

    semua orang punya masalah, mungkin porsinya sama aja, tapi sikaplah yang membedakan porsi dari masalah tersebut. so, tak ada yang bisa dilakukan selali memotivasi dari dan membangkitkan semangat sebagai salah satu alasan untuk bertahan hidup.

    sen, perjalanan hidup masih panjang. masih banyak coretan yang bisa kita lukiskan dalam kehidupan ini. masih banyak keindahan yang belum kita nikmati. harus di raih, harus di nikmati, jangan sampai dikalahkan oleh depresi yang dikarenakan oleh kondisi dan masalah tertentu…

    kita yang mengendalikan masalah, kita yang mengendalikan keadaan, bukan kondisi yang mengendalikan kita. semoga kita segera terbebas dari kondisi yang berat. cayooo senny, semangat!!! doa gw selalu menyertai he2🙂

    “Tuhan tka pernah memberikan cobaan yang melebihi kapasitas dan kemampuan hambanya”

    • senny September 10, 2009 at 10:42 am #

      ya ini dia, satu-satunya tempat untuk gue berkata jujur dan apa adanya cuma di blog ini

      • Zulhaq September 10, 2009 at 10:57 am #

        harus begitu sen, salah satu kewajiban dalam hidup adalah berlaku jujur untuk diri sendiri. semoga lw dipertemukan dengna jalan keluar yang terbaik. yakinlah akan itu….🙂

  6. mikow September 10, 2009 at 12:00 pm #

    wah serius ya isi blognya🙂

    • senny September 10, 2009 at 12:38 pm #

      maunya gimana, say?

  7. indra1082 September 11, 2009 at 10:48 am #

    Salam semangat……….🙂

  8. pushandaka September 11, 2009 at 1:02 pm #

    Hmm.., karena ini ya kamu minta stiker fragile?😛

    Setiap orang diciptakan berbeda. Kekaguman terhadap orang lain jangan malah membebani diri sendiri. Benar, ndak ada orang lain yang bisa membantu. Cuma diri kita sendiri yang bisa.

    Sabar..
    * sok bijak.🙂

    Link balik donk..

    • senny September 11, 2009 at 9:22 pm #

      oke… ntar dilink yah kalo koneksinya udah membaik

  9. alamendah September 11, 2009 at 11:02 pm #

    semoga gak semakin berlarut-larut dan diketemukan dengan jalan keluar yang terbaik.
    salam kenal.

  10. hais September 14, 2009 at 10:15 am #

    Salam kenal…
    Sebuah ungkapan hati yg jujur…
    Jarang ada orang yg bisa menilai dirinya sendiri sejujur kamu.. (ini sebuah kelebihan juga lho…🙂
    Paling tidak dgn menulis dan bersilaturahmi seperti ini sebagian beban sudah bisa diletakkan..
    Paling tidak selama kita tidak lupa bahwa kita punya sebuah sandaran dan tuntunan yg hakiki, tidak ada badai masalah yg bisa menumbangkan gunung keimanan kita.

  11. iderizal September 15, 2009 at 2:50 pm #

    memang gak semua mudah untuk berkata sesuai kata hatinya.
    duh kok bilang “mungkin hanya menjadi nama” duh mudah-mudahan penyakit mudah depresi itu cepat enyah ya…:D

  12. dhodie September 18, 2009 at 4:45 pm #

    Ketakutan untuk mengungkapkan ketidaksetujuan bisa diasah dengan seringnya kita ikut ngumpul2. Dari sana kita bisa belajar dan improve diri kita lebih baik lagi. Saya termasuk yang sama dengan dirimu hehe
    salam kenal ya ^^

  13. dhianofie September 20, 2009 at 9:27 am #

    Selamat Hari Raya Idul-Fitri, Mohon Maaf lahir Batin

  14. zulhaq September 22, 2009 at 10:20 pm #

    maaf lahir bathin ya sen

    met lebaran🙂

  15. genial September 23, 2009 at 2:16 am #

    ‘Seumur hidup saya, saya selalu kagum dengan mereka – orang-orang yang selalu mampu mengungkapkan isi hatinya dengan mudah.’

    …terus kamunya kapan?!?!?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: