Habis Kontrak

2 Sep

Beberapa hari yang lalu, waktu saya sedang menghabiskan sesorean menjelang maghrib dengan cek-cek harga di mall, saya dikejutkan dengan pertemuan saya dengan seseorang dari masa lalu. Hubungan saya dan dia dulu sangat dekat dan intens. Sering kirim-kiriman sms nggak penting, suka teleponan berjam-jam di tengah malam, dan juga lumayan intens bertemu secara langsung.

Tidak pernah ada yang salah dalam hubungan saya dan dia, tapi karena lain dan satu hal, akhirnya hubungan saya dan dia mulai kehilangan contact. Nggak ada lagi sms-sms nggak penting, nggak ada lagi sambungan telepon berjam-jam, apalagi untuk ketemu langsung.

Dalam pertemuan beberapa hari yang lalu itu, saya dan dia akhirnya memutuskan untuk menghabiskan sesorean bareng sambil menunggu waktu berbuka. Dalam pertemuan itu, tidak ada perubahan hubungan sama sekali antara saya dan dia. Saya bahkan masih merasakan kenyamanan yang sama ketika berinteraksi dengan dia.

Tapi di balik semua itu, saya merasa ada sesuatu yang tidak terdefinisikan yang membuat saya merasa selalu ingin menjaga sedikit jarak saya dengan dia. Ada sesuatu yang abstrak yang membuat saya merasa beda bahkan ketika saya berusaha sangat keras untuk meyakinkan diri saya bahwa tidak ada sedikit pun yang berubah dari saya atau dia.

Lewat pertemuan itu, saya belajar satu hal, yaitu: segala sesuatu akan berubah seiring dengan berjalannya waktu. Teori semacam itu juga berlaku untuk hubungan. Seperti hubungan saya dan dia misalnya. Saya yakin bahwa saya sama sekali tidak berubah, masih orang yang sama seperti yang dia kenal sebelumnya, dan begitu pula dengan dia. Tapi yah tetap saya hubungan saya dan dia akan berbeda.

Waktu memang mengubah segala sesuatu, bahkan di luar kesadaran kita. Waktu mampu mengubah segalanya bahkan di saat kita berusaha keras untuk menolak perubahan itu.

Di satu sisi, saya juga mulai benar-benar percaya bahwa segala sesuatu yang ada, yang terjadi, dan yang saya miliki di dunia ini memiliki kontraknya masing-masing. Sebuah kontrak yang sebenarnya sudah saya dan Tuhan sepakati jauh sebelum saya dilahirkan (mungkin bersamaan dengan jadwal pembagian otak). Dan kontrak tersebut, sebagaimana kontrak-kontrak lainnya, memiliki masa waktu tertentu dan akan habis di saat tertentu, bahkan ketika kita merasa masih ada sesuatu yang belum terselesaikan mengenai sesuatu atau seseorang itu.

Ini mungkin akan terdengar sangat mudah, tapi sebenarnya sangat sulit bagi saya untuk menyimpulkan bahwa hubungan saya dan dia sudah habis kontrak.

Tapi yang penting, bukan seberapa lama kontrak itu berjalan, melainkan seberapa banyak kualitas pembelajaran yang telah kita peroleh dalam kontrak itu

10 Responses to “Habis Kontrak”

  1. sinta September 2, 2009 at 11:36 pm #

    Wah.. aku pernah banget tuh kayak gitu.
    Dan rasanya sediiiiiih banget.

    ekstrimnya lagi, seseorang yang dulu aku anggap teman baik, teman dekat, dan malaikat penolong, sempat aku ‘turunkan pangkatnya’ menjadi.. ‘hanya seorang kenalan’.

    biarlah.. sekarang aku sudah bisa menerima kok, kalau kontraknya sudah habis..🙂

  2. .lala September 3, 2009 at 8:57 am #

    hah?

    • senny September 3, 2009 at 9:45 am #

      la, ada comment yang lebih panjang?

      • Zulhaq September 6, 2009 at 9:02 am #

        hah???
        oh ya??

        ha ha ha *numpang ketawa*

  3. .lala September 3, 2009 at 12:34 pm #

    kan lu dah panjang nulis… jadi kalo gw tambah panjang bisi liereun

    • Zulhaq September 6, 2009 at 9:02 am #

      alasan sen alasan kekekeekkkk

  4. pushandaka September 4, 2009 at 12:16 am #

    Tapi bagaimana dengan istilah CLBK itu mbak? Nyambung ndak ya, topiknya?

    Maksud saya, CLBK ternyata kebalikan dari kasus kamu di atas.

    • senny September 4, 2009 at 11:14 am #

      wah kalo CLBK artinya ada perpanjangan kontrak tuh hehe

      • Zulhaq September 6, 2009 at 9:03 am #

        asal bayaran kontrakannya turun 90 persen gapapa hi hi hi

  5. Zulhaq September 6, 2009 at 9:09 am #

    uhuk uhuk uhuk *batuk kering*
    cieee, yang habis temu kangen secara nggak langsung deh ya. pasti di mall waktu itu tumbuh bunga bunga pinky secara tiba tiba. aromanya terasa wangi, hingga aroma toiletpun tak dirasakan lagi huakakakakakk….

    dalam hal tertentu dalam hidup ini memang terkadang aneh. tanpa sebab, semua bisa terjadi dengan sendirinya, walaupun tak pernah terlintas di pikiran sebelumnya. bahasa dangdutnya, tak ada angin tak hujan kok tiba tiba basah hi hi hi…

    nggak hanya dalam hubungan spesial, dalam hubungan teman pun kadang terjadi hal seperti itu, dan kita nggak tau kenapa bisa seperti itu???

    gw sendiri sering ngalamin hal itu, awalnya bisa ngoceh lewat telfon sampe suara gw berubah jadi suaranya arman “GIGI”, gak bosen. lah, kalo dah terjadi perubahan yang entah dari mana asal muasalnya, tanya kabarpun nggak!!!

    kehidupan memang selalu menyimpan tanda tanya, karena kita nggak pernah tau tentang jawabannya. apakah hidup ini sebuah pertanyaan??? *tanyakan pada rumput yang bergoyang*

    belajar dari hal itu, kita nggak perlu memaksakan kehendak. mungkin tuhan punya rencana lain untuk huungan yang lebih baik. kalo kontraknya habis, yaudah biarkan habis. kita cari konrakan lain, atau bila perlu beli rumah sendiri aja biar gak pake kontrak2an lagi!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: