Wasit Goblog

14 Aug

Dalam sebuah pembicaraan di coffee shop bersama beberapa orang teman saya, saya terjebak dalam topik pembicaraan yang sama sekali tidak menarik minat saya: sepakbola. Waktu itu, teman saya mengatakan kalau kekalahan tim sepakbola kesayangannya adalah karena wasit yang bertugas mengawasi jalannya pertandingan saat itu adalah wasit goblog.

Kalimat “wasit goblog” menarik perhatian saya, jauh lebih menarik daripada topik sepakbola, meskipun topik obrolan favorite saya tetap jatuh pada gosip, urban life style, dan seks tentunya😉. Jadi begini, tepat sebelum saya bertemu teman saya sore itu, dalam perjalanan saya melihat seorang anak memakai kaus bertuliskan “WASIT GOBLOG”.

Hal pertama yang saya pikirkan ketika membaca tulisan itu adalah: “memangnya Indonesia kekurangan tenaga potensial sampai-sampai orang goblog aja harus dijadikan wasit yah?”.

Dan anyway, terlepas dari wasit itu memang benar-benar goblog atau dia cuma ngeblog, saya jadi berpikir jangan-jangan selama ini kita terbiasa menyalahkan orang lain atas setiap kegagalan yang terjadi dalam hidup kita. Soal wasit goblog ini contohnya. Seberapa goblognya sih wasit itu sampai-sampai bisa membuat satu tim sepakbola kalah? Maksud saya, saya lebih yakin kalau tim sepakbola itu berlatih lebih intens dan bermain lebih baik, sang wasit tidak akan segoblog itu membuat keputusan-keputusan yang bisa menyebabkan terjadinya kekalahan pada tim sepakbola tersebut. Dan kalaupun sang wasit dan keputusannya memang benar-benar goblog, setidaknya sang tim sepak bola akan tetap menang di mata masyarakat.

Dalam kehidupan saya, kebiasaan menyalahkan orang lain atas kegagalan yang terjadi dalam hidup saya banyak contohnya. Menyalahkan dosen yang ngajarnya nggak becus ketika saya mendapat nilai yang kurang memuaskan, hingga menyalahkan partner saya dalam berhubungan asmara, ketika saya dan dia memiliki masalah yang tidak bisa diselesaikan hingga akhirnya memaksa kami untuk mengakhiri hubungan tersebut (oh ya, konteks hubungan yang saya maksud tentu saja tidak selalu yang berstatus mengingat… ah lupain aja deh!).

Saya juga yakin, kasus menyalahkan orang lain atas kegagalan tidak hanya terjadi pada tim sepakbola atau saya juga. Kamu juga pasti pernah mengalaminya, meskipun cuma sesekali. Iya… kamu! Ngelak gampar yah!

Tapi anyway, kasus menyalahkan orang lain yang sudah terjadi di masa-masa yang lalu itu (tsah bahasanya!) nggak penting lagi untuk dibahas. Past is the past, its said and done, jadi nggak mungkin banget untuk memutar balik waktu dan berhenti menyalahkan orang lain atas kegagalan yang pernah terjadi karena ya…, saya memang sudah tanggung menyalahkan orang lain.

Dalam pembicaraan sore itu di coffee shop, saya hanya bisa tersenyum sementara teman-teman saya yang lain masih sibuk membahas soal wasit goblog dan topik kurang menarik lainnya seputaran sepakbola.  Dalam hati saya, saya bertekad untuk berhenti menyalahkan orang lain atas kegagalan yang terjadi dalam hidup saya mulai detik itu.

Hasilnya? Susah. Susah banget malahan. Tapi hal favorite saya ketika sedang merasa susah adalah mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa susah itu hanya masalah pola pikir, sebab tidak ada satu pun hal yang terasa sulit selama saya masih berpikir hal tersebut mudah untuk dilakukan.

Karena seharusnya kegagalan membuat kita introspeksi diri dan belajar akan apa yang telah terjadi dan dilakukan hingga membuat kita gagal bukan malah menyalahkan orang lain yang cuma kebetulan saja terlibat dalam kegagalan tersebut.

21 Responses to “Wasit Goblog”

  1. dKazuma August 15, 2009 at 11:34 am #

    yach, yang namanya manusia itu sifat dasarnya pengen menang sendiri. yang penting sendirinya aman. yang penting dia selamat. itu yg bikin dia menyalahkan orang lain atas kegagalan dia. emang agak susah diubah, tapi bisa diubah as you said walaupun susah banget.😀

  2. Funkshit August 15, 2009 at 11:55 am #

    “Dan kalaupun sang wasit dan keputusannya memang benar-benar goblog, setidaknya sang tim sepak bola akan tetap menang di mata masyarakat.”

    Tapi tetep aja ngga dapat piala nya klo kalah… eh itu ngomongin chelsea vs barcelona kan ya…

  3. Edi Psw August 15, 2009 at 10:46 pm #

    Bener. Intropeksi diri lebih penting daripada mencari kesalahan pada orang lain.

  4. zulhaq August 16, 2009 at 8:29 am #

    semua yang telah di alami, dirasakan, dihadapi, merupakan hal2 yang bisa menjadi pelajaran berharga. entah itu kesalahan atau nggak, semua tergantung bagaimana menyipanya dengan baik dan bagaimana memaknai hidup ini dengan baik pula

  5. nita August 16, 2009 at 8:39 am #

    Uhm… kadang perlu juga nyalahin orang kok. Apalagi kalo emang tuh orang salah. Nyalahin diri sendiri mulu juga gak baik buat kesehatan jiwa😀

  6. malice August 17, 2009 at 7:42 pm #

    bener banget,,,,gw juga sering, entah secara sadar atau g, menyalahkan orang lain atas kegagalan gw…..

  7. .lala August 18, 2009 at 9:22 am #

    eits… dengan kata lain, anda bilang ‘penonton goblog’ kitu??…

    • senny August 19, 2009 at 6:52 pm #

      tergantung siapa yg nontonya siy

      • Zulhaq August 31, 2009 at 12:14 pm #

        jangan mau sen, jangan mau

  8. muhamaze August 18, 2009 at 3:12 pm #

    yah semoga kita bisa menjadi pribadi yang matang dan tidak gampang menyalahkan orang lain..
    makasih ya…

  9. iderizal August 18, 2009 at 3:26 pm #

    seandainya kita punya kata bijak dalam menghujat..

    mungkin setiap orang punya sifat kyak gini cuma seberapa sering ia lakukan

  10. dhianofie August 18, 2009 at 5:00 pm #

    Merderka Buat Semua

  11. ichanx August 18, 2009 at 11:01 pm #

    wasit memang bisa menyebabkan satu tim sepakbola kalah… sama dengan dosen yang karena sentimen pribadi bisa membuat seorang mahasiswa tidak lulus-lulus bahkan DO…

    Khusus mengenai fenomena “wasit goblog”, itu adalah kebiasaan buruk supporter indonesia, dimulai oleh supporter tim kebanggaan saya persib bandung pada masa kompetisi perserikatan jaman dulu. waktu itu, seperti pernyataan saya diatas, wasit BISA menyebabkan suatu tim kalah. Itu yang dinamakan kecurangan. Bahkan sempat mencuat adanya fenomena “mafia wasit” segala.

    Tapi, apakah karena ada satu-dua-bahkan limapuluh orang wasit berkelakuan “goblog”, maka kita bisa menyebut semua wasit sebagai “goblog”? Ini yang saya benci dari supporter sepakbola (terutama yang lekat di hati saya – bobotoh persib). *semoga para bobotoh membaca ungkapan hati saya ini*

    Ini jelas salah… gak boleh generalisasi… dalam beberapa hal, memang mungkin ada “wasit yang goblog”. tapi, dalam beberapa hal lain, ya bisa aja sebenernya wasitnya normal2 aja tapi tim-nya yang kurang kurang beruntung atau bahkan kurang berkualitas… hehehe.

    Tapi, above all…. Kalo nonton di stadion, emang enak banget sih teriak-teriak “wasit goblog” kalo tim kita lagi jelek… Kepuasan batin gitu… wakakakak

    HIDUP PERSIB!!!!!

    • senny August 19, 2009 at 6:50 pm #

      weits ceramah, pak?
      giliran ngebahas yang beginian aja lo semnagat

      • Zulhaq August 31, 2009 at 12:11 pm #

        gimana gak semangat coba, dulu dia jadi calo tiket bola kekekekkekek…

        btw, cerita tentang wasitnya kok dibilang goblog gak ada??? endingnya apa nih tentang si wasit??? apa dia boker di tengah lapangan?? hi hi hi

  12. natazya August 19, 2009 at 3:48 pm #

    yes dear indeedio

    karna emang akan lebih mudah buat menyalahkan orang lain, daripada sedikit saja berepot ria berusaha buat liat kaca di depan mata…

    ga boong, sampe sekarang kebiasaan jelek itu belom ilang sepenuhnya dari gw

    yet, sebisa mungkin gw berusaha buat sadar bahwa apapun yang menimpa gw, sepenuhnya, kalau bukan sebagian sangat besarnya, adalah tanggung jawab gw sendiri😉

    • senny August 19, 2009 at 6:50 pm #

      sama gue juga tapi kan at least udh usaha ya?

      • Zulhaq August 31, 2009 at 12:16 pm #

        iya deh iya…yang penting dha usaha

  13. ampun deh August 20, 2009 at 5:13 pm #

    ada yang menang ada yang kalah

    btw kaosnya keren. nyari ah

  14. rumahku, impianku August 29, 2009 at 2:04 am #

    kata orang jawa bilang sih “lemah teles: heee

  15. batjoe August 30, 2009 at 10:58 pm #

    ya begitulah sepakbola indonesia kalau kalah ya harus ada kambing hitamnya..
    ibarat sayur tampa garem gitu..
    salam hangat dan kenal selalu dari http://batjoe wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: