Archive | 2:48 am

Etika Nggak Semahal Anjing

16 Jul

Kemarin, waktu acara nongkrong dahsyat saya sama Didit di J.Co PVJ, saya melihat seorang cewek abg yang gayanya selangit bawa-bawa anjing yang meskipun saya nggak pernah punya pengetahuan tentang nama-nama anjing, saya yakin banget harga anjing itu pasti mahal banget.

Tepat di depan Sushi Groove dan nggak jauh dari pandangan mata saya (halah), si anjing berhenti dan ternyata dia (maaf) buang air besar. Yup, buang air besar di depan sushi groove. Sungguh anjing yang nggak punya etika. Lah, saya aja kalau sendawa di depan orang yang lagi makan bisa digantung sama mama saya, ini anjing enak banget buang air besar di depan tempat makan. Eh tapi dia ‘kan anjing yah bukan manusia?

Nah, yang bikin saya merasa terganggu justru bukan etika si anjing karena yah namanya juga anjing jadi wajar kalau dia nggak beretika, tapi etika si empunya anjing. Yes, I’m talking about this abg-dengan-gaya-selangitnya-itu.

Saya tahu kok kalau di PVJ emang mengizinkan binatang peliharaan masuk ke wilayah mall-nya, tapi harusnya sang pembawa binatang peliharaan ini juga sadar dong dengan konsekuensinya. Nah, menurut saya, salah satu konsekuensi membawa binatang peliharaan jalan-jalan adalah dengan repot juga membawa litter box in case sewaktu-waktu dia buang air besar jadi bisa langsung dievakuasi dan nggak memakan korban.

Lah ini, sang empunya anjing mahal, si abg dengan gaya selangit itu, maen jalan aja gitu. Berasa nggak ada kejadian apa-apa. Dan akhirnya tergeletak gitu ajalah si barang bukti di depan Sushi Groove. Iyah, biar saya ulangi saudara-saudara: ada (maaf) tai di depan TEMPAT MAKAN di sebuah mall sekelas PVJ.

WTF??!

Dari situ saya jadi merasa ironis sekali. Masa seseorang yang mampu membeli anjing semahal itu nggak mampu untuk menyekolahkan dirinya supaya punya pemikiran dan etika yang nggak kalah mahalnya dibandingkan harga anjingnya itu.

And the thing is: gimana bisa sang empunya anjing yang masih abg dan gayanya selangit ini mendidik anjingnya dengan baik untuk setidaknya memiliki etika kehewanan, sementara dia sendiri cacat etika.

Advertisements