Archive | June, 2009

24 Jun

I like the way you wanted me
Every night for so long baby
I like the way you needed me
Every time things got rocky

I was believing in you
Was I mistaken do you say
Do you say what you mean
I want our love to last forever

But I’d rather you be mean than love and lie
I’d rather hear the truth and have to say goodbye
I’d rather take a blow at least then I would know
But baby don’t you break my heart slow

I like the way you’d hold me
Every night for so long baby
I like the way you’d say my name
In the middle of the night
While you were sleeping

I was believing in you
Was I mistaken do you mean
Do you mean what you say
When you say our love could last forever

Well I’d rather you be mean than love and lie
I’d rather hear the truth and have to say goodbye(goodbye)
I’d rather take a blow at least then I would know
But baby don’t you break my heart slow

You would run around and lead me on forever
While I wait at home still thinking we’re together
I wanted our love to last forever

I was believing in you

I’d rather you be mean than love and lie
I’d rather hear the truth and have to say goodbye
I’d rather take a blow at least then I would know
But baby don’t you break my heart slow

Dont love and lie
I’d rather hear the the truth and have to say goodbye
I’d rather take a blow at least then I would know
But baby don’t you break my heart slow
Baby don’t you break my heart slow

Don’t You Break My Heart Slow by Vonda Shepard

Well guys, girls, and gays…

Though sometimes I’m stupid but I’m not blind

And I’m smart enough to think…

That I (think) fall in love with someone

Advertisements

Sekedar Keluhan

13 Jun

Argghh…, gue cuma mau mengeluh… ngga ditanggapi juga ngga apa-apa… ngga didengar juga ngga apa-apa… Gue cuma mau mengeluarkan semua kekesalan gue…

And here is… daftar keluhan gue seminggu ini:

  • Gue dipaksa nonton film KCB sama temen gue yang ulang tahun sebagai kado ulang tahunnya. Bukan… bukan karena gue terpaksa mengeluarkan uang di saat gue lagi miskin karena baju sialan yang gue beli sebagai akibat dari keimpulsifan gue karena semua akomodasi ditanggung, gue bahkan diantar dan dijemput berasa sebagai ratu. Bukan juga karena filmnya yang ngga bagus. Tapi hari itu gue ada janji lain dan film Ketika Cinta Bertasbih itu sama sekali bukan jenis film yang gue tonton. Alhasil, sepanjang film ada sekitar ratusan kali gue melihat jam, berharap waktu bergerak lebih cepat dan filmnya buruan beres.
  • Soal kerjaan, ada satu tawaran kerjaan yang sangat menarik karena selain berkaitan dengan hobby dan cita-cita gue, duit yang gue dapatkan juga lumayan banget tapi ada satu masalah yang menghalangi gue untuk mengambil kerjaan itu. Masalahnya apa, ngga bisa gue bilang di sini. Masalah simple sebenarnya, tapi as usual, gue paling nggak bisa disuruh memilih dan masalah ini terasa sangat kompleks secara praktek meskipun teorinya sangat simpel.
  • (Lagi-lagi) gue harus mengerjakan suatu pekerjaan yang ngga gue suka, tapi harus karena gue sedang butuh dukungan finansial dan pekerjaan ini sangat menghasilkan. Lumayanlah untuk menghidupi diri gue plus biaya kuliah yang mahal banget itu.

Minggu ini sangat melelahkan buat gue. NGgak cuma secara fisik tapi juga emosi. Friksi-friksi dalam hidup ditambah pms membuat segalanya terasa sangat sulit dan melelahkan. Tapi kali ini gue berjanji untuk nggak terlalu banyak mengeluh, berhenti mempertanyakan, dan menjalani semuanya dengan ikhlas.

Karena mengutip kalimat seoarang teman, kita tidak hidup di dunia maya dimana kita bisa meremove orang-orang yang tidak kita sukai, menshuffle hal-hal yang tidak kita inginkan, berbicara sesuatu lalu menghapusnya kembali, atau melakukan begitu banyak hal yang kita sukai tanpa harus merisaukan apa pendapat orang.

Karena kita hidup di dunia nyata dimana terkadang (atau malah sering?) kita diharuskan untuk bersosialisasi dengan orang yang tidak kita mau, menjalani hal-hal yang tidak kita inginkan, tidak bisa meralat apa yang telah kita ucapkan meskipun maksud sebenarnya tidak tertangkap dengan baik oleh sang lawan bicara, dan melakukan begitu banyak hal untuk menyenangkan orang lain.

Karena gue percaya, kalo kita tidak pernah merasa sedih, bagaimana bisa kita menghargai perasaan senang.

Karena gue percaya bahwa hidup adalah rangkaian perjalanan dimana apa yang kita lakukan hari ini akan memberikan pengaruh dalam hidup kita ke depannya sekecil apa pun pengaruh itu.

Karena gue percaya ujian ini datang untuk mendewasakan, menguatkan, dan mengangkat BUKAN membunuh, menghancurkan, dan menjatuhkan.

Maka kali ini gue akan menjalani semuanya dengan senyum.

Kalau gue sudah pernah melewati masa terburuk dalam hidup gue, maka yang kali ini pun gue pasti bisa melewatinya… PASTI!

Small Steps To Do

9 Jun

Semalam, karena cuaca di luar panas banget yang mengakibatkan gue susah tidur, gue akhirnya sibuk memikirkan sesuatu. Gue sibuk memikirkan kemana larinya uang-uang yang selama ini gue cari dengan segenap hati dan keringat yang bercucuran (lebay mode on).

Tapi serius deh, kalo dihitung-hitung, uang gue itu sifatnya cuma masuk keluar aja. Numpang lewat doang. Hari ini nerima, seminggu kemudian abis. Trus kalo dibikin pembukuan, pasti bakalan jadi aib soalnya banyakan uang yang keluar untuk hal-hal yang ngga bermanfaat daripada yang bermanfaatnya.

Well, gue tahu banget kalo banyak di antara kalian yang juga senasib sama gue. Makanya, kali ini gue mau mengajak kalian untuk sedikit lebih memanfaatkan uang yang kalian punya.

Caranya gampang banget, kalian cuma perlu traktir anak yatim piatu… Anak yatim piatu beneran yah, bukan gue hehe… sebesar Rp. 20.000 untuk satu orang anak yatim. Selain dapet pahala, uang kalian juga jauh lebih bermanfaat untuk dipake traktir anak yatim piatu dibandingin untuk traktir pacar kalian atau pacar orang atau siapa pun yang masih mampu untuk mentraktir dirinya sendiri, kalian juga bisa memperoleh reward berupa gantungan kunci, pin, notes, atau pulpen kayak di gambar:

4328_82673358007_724428007_1946785_1819992_n

Oke… gue tau beberapa dari kalian bakalan nanya emang ada pengaruhnya yah kalo nyumbang 20.000 untuk sekali makan doang. Tapi coba deh dipikir-pikir lagi, at least kalian berbagi dan membuat anak-anak yang kurang beruntung itu merasa senang selama seharian. Kalo nunggu sampa uang kalian segunung biar bisa bikin mesjid atau nyekolahin mereka sampai S1 siy kelamaan, itu juga mending kalo waktu kalian punya uangnya, kalian masih inget untuk berbagi sama mereka yang kurang beruntung, nah kalo udah tanggung keenakan jadi orang kaya terus lupa berbagi (tapi jangan sampai yah! ;)) kan repot.

Dan lagian, gue tipikal orang yang percaya (dan mengajak kalian juga untuk percaya) bahwa:

Every BIG things start from small things

And it’s all start from you, from me, from us

So help us help them

Btw, selain pin, gantungan kunci, pulpen, sama notes; kalian juga bisa membeli kaos seharga Rp. 40.000 dimana Rp. 20.000 dari harga kaos itu sepenuhnya untuk disumbangkan untuk acara Gardu Lantu dan sisanya untuk biaya produksi kaos. Gambar kaosnya bakalan seperti ini:

kaos Gardu Lantu seharga 40 rebu ajah

About Me

1 Jun

Sebelumnya, gue masih mau mengingatkan kalo Batagor masih menerima segala bentuk donasi untuk acara GArdu Lantu. Sedikit refresh ingatan aja, Gardu Lantu sendiri adalah acara rutin Batagor dimana kami, mentraktir anak panti asuhan di acara Food Paradise IBCC. Acaranya sendiri bakalan diadakan awal Juli (tanggal masih tentative tapi yang pasti sebelum tanggal 5). Untuk info lebih detailnya bisa dilihat di sini atau di sini.

Okay, kembali ke tujuan awal posting…

Kadang gue suka mikir kenapa yah ada orang yang bisa dengan sangat percaya dirinya merasa mengenal seseorang cuma dari about page-nya seseorang di FB atau blog atau Twitter atau apa pun itu…

Suka bingung aja kenapa ada aja orang yang bisa segampang itu ngambil kesimpulan tentang seseorang cuma berdasarkan apa yang orang itu tulis di about page-nya

Seperti kejadian yang belakangan ini gue alami… Well, sebenernya ngga bisa dibilang masalah baru siy karena sebenernya tahun lalu juga gue mengalami hal yang sama, ada orang yang lalu menyimpulkan gue ini pribadi seperti apa cuma karena apa yang gue tulis di blog

Well, bukan berarti apa yang gue tulis di blog atau di FB itu ngga bener siy cuma…

Jangan pernah men-judge orang (terutama gue) cuma berdasarkan apa yang lo baca… Do not judge a person by his/her about page

Karena sebenarnya untuk bisa mengerti gue, lo butuh waktu yang sangat lama… bukan… bukan karena gue ini makhluk yang kompleks, tapi karena ngga semua hal yang gue ceritain di blog ini atau bahkan ke lo secara langsung sekali pun. Gue masih berpikir bahwa gue ngga bisa memercayai siapa pun mengenai hidup gue, jadi kalau pun gue bercerita di blog itu atau secara langsung ke siapa pun, sebenarnya ngga semuanya gue ceritain. Sebenarnya masih ada begitu banyak hal yang ngga gue ceritain, terutama kalo sudah menyangkut soal perasaan… kalo untuk yang satu ini, sekali pun gue cerita, gue lebih memilih untuk mengatasinya sendiri…

Untuk bisa tahu gimana gue yang sebenarnya lo perlu tumbuh bersama gue. Menghabiskan begitu banyak waktu bersama gue sampai akhirnya semua yang telah gue alami, semua pengalaman gue terlewati sedikitnya bersama lo, atau mungkin seenggaknya gue secara ngga sadar mulai membukanya satu per satu.

Gue emang orang yang sangat mudah merasa nyaman dan senang bersosialisasi, tapi itu ngga lantas menjadikan gue sebagai seseorang yang terbuka pada siapa pun. Bahkan ketika lo berpikir gue sedang menceritakan sesuatu, sedang mencoba bersikap terbuka, sebenarnya gue ngga sepenuhnya terbuka

Gue emang sering membuat orang salah mengira… Gue bisa saja terlihat sangat senang pada sesuatu, meskipun pada kenyataannya tidak seperti itu. Gue bisa sja terlihat sangat nyaman akan suatu keadaan padahal sebenarnya hati gue tidak menyukai keadaan itu.

Jadi kalo lo merasa mengenal gue begitu dekat, cuma karena lo sudah membaca semua postingan blog gue, membaca about page-nya gue, atau bahkan membaca status-status gue di FB maka kalian salah…

Ah tapi ya sudahlah yah… Terserah apa yang lo pikirkan tentang gue… Gue ngga peduli, karena mengingat pendapat seorang teman yang sangat mewakili gue: gue cuma mendengar apa yang mau gue dengar