Single Life

27 Apr

Jadi ceritanya setelah hubungan gue dengan Mr. remove yang ngga dewasa dan membuat gue merasa seperti telah membuat kebodohan terbesar dalam sejarah hidup gue berakhir gitu aja, kehidupan cinta gue kembali acak-acakan. Deket sama beberapa orang tapi yah gitu deh…pada akhirnya mereka semua cuma jadi intermezzo dalam hidup gue (eh ini ngga ada maksud gue mau pamer yah, tapi gimana lagi dong, pasaran lagi naik… pria-pria dari masa lalu mendadak berdatangan kembali hehe…)

Kalo udah begini, yang kelihatan repot banget tuh si Zhe. Repot nerima telepon ngga mutu gue tentang I have no idea what to wear today sementara di lemari gue banyak banget tumpukan baju mulai dari yang sehari-hari gue pake sampai yang cuma 2 jam gue pake sejak pembelian pertama. Repot dengerin dan mengingat-ingat cerita jalan gue dengan mereka.Repot… argh, pokoknya repot segala-galanya deh.

Nah tadi pagi, waktu gue menengok keadaan SOHO-nya yang makin lama nampak makin berantakan, ngga tahu karena bosen direpotin atau karena dia memang sudah benar-benar kerepotan, Zhe mendadak membahas tentang love life gue yang sebenernya nggak layak untuk dibahas.

“Jadi lo mau yah gue kenalin sama temen gue? Dijamin ngga bakalan nyesel deh. POtensial, mapan, mature, dan pastinya jauh lebih baik dibandingin si Mr. Remove itu. Mau ya?”

Ada beberapa hal yang ngga gue suka dari kalimat di atas. Pertama, intonasi kalimat Zhe jauh lebih terdengar seperti sebuah pernyataan BUKAN pertanyaan. Kedua, ekspresinya waktu mengucapkan nama Mr. Remove membuat gue terlihat seperti pecundang yang masih juga belum bisa move on tanpa dia. Ketiga, gue adalah tipe orang yang nggak percaya dengan konsep orang yang lebih baik; buat gue, semua orang tuh terlahir sama-punya kekurangan dan kelebihan masing-masing jadi ngga pernah ada orang yang lebih baik di antara yang lainnya, selama perbandingannya masih manusia dan BUKAN malaikat.

By the way, gue udah cerita belum siy kalo Zhe sangat terobsesi pada usaha perjodohan? Sampai niat mau buka usaha biro jodoh gitu deh. Sialnya, Zhe cuma punya satu penyaluran obsesi: GUE.

Mending kalo yang dijodohinnya emang oke banget, seringnya siy si Zhe lebay aja. Malahan, dia pernah ngejodohin gue sama orang yang bahkan dia sendiri lupa mukanya kaya gimana. See, betapa sialnya temen gue yang satu itu?!

Biasanya siy, gue pasrah aja nerima perjodohan dia. Tapi kali ini gue bertekad untuk ngga segampang itu lagi. Gue capek. Gue lelah. Dan sekarang ini gue lagi nikmatin banget kehidupan 100% single gue (baca: kerja, kuliah, skripsi). Jadi, begitu Zhe menawarkan diri untuk menjodohkan gue lagi dengan pria entah siapa, gue dengan cepat menggeleng.

“Kenapa?”

“Males ah. Gue lagi beneran pengen sendiri dulu. I’m so in love with my single life right now.”

“Ah denial banget sih lo!”

“Denial apa?”

“Yah denial aja. Tahu banget deh kalo sebenernya ngga gitu seneng dengan status single lo itu. Lo bilang lo single and happy itu karena lo pengen nguatin diri lo sendiri kan?”

“Sok tahu lo!”

“Apa sih yang nggague tahu tentang lo?”

“Banyak”

“Ngga mungkin! Udah deh, pokoknya lo tenang aja ya… gue bakalan bantuin lo sepenuh hati sampai akhirnya lo dapet laki lagi…yang potensial!”

“…”

“Cun…, kok lo diem siy?”

“Zhe, pernah kepikiran ngga siy sama lo kalo yang bikin gue ngga happy dengan single life gue itu yah orang-orang kayak lo ini. Orang-orang yang kelihatannya repot banget sama kejombloan gue. Orang-orang yang ngejudge gue ngga happy sama kehidupan single gue sekarang ini. Orang-orang yang panik menghadapi status single gue dan malah kepanikannya bikin gue ngerasa tertekan. pernah kepikiran ngga sama lo?”

“Eeeee….”

“Lagian gue juga masih muda banget. Umur gue baru 22 bulan oktober ntar jadi gue masih punya banyak banget waktu ngga kayak lo yang harus kejar tayang.”

“…”

Skak mat!

P.S. Cuma mau kembali menegaskan kalau gue lagi sangat menikmati kehidupan single gue sekarang ini, jadi mau usaha sampai pantat berdarah-darah juga gue lagi ngga mau aja menerima lowongan perjodohan. Demikian dan terima kasih

7 Responses to “Single Life”

  1. Taktiku April 27, 2009 at 8:30 pm #

    Pertamaxx

  2. .lala April 28, 2009 at 1:30 am #

    mmh…

    sorry, but not convincing enough…😀

  3. senny April 28, 2009 at 3:14 am #

    @taktiku: saya masih pake premium jadi pertamax ngga berlaku di sini

    @lala: ah dasar bebal

  4. Bang Aswi April 28, 2009 at 6:51 am #

    Insya Allah rehat itu memberikan ketenangan yang luar biasa. Bisa menemukan hal-hal yang luar biasa yang nggak pernah kita lihat selama ini. Keep tough, Sist!

  5. senny April 28, 2009 at 6:52 am #

    makasih bang aswi😉

  6. adams April 29, 2009 at 4:06 am #

    ya ya ya… kita harus punya prinsip.😆

  7. senny April 29, 2009 at 2:16 pm #

    @adams: iyah… stuju

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: