[Lagi-Lagi] CINTA!

22 Apr

Udah hampir tengah malem. Harusnya siy gue udah tidur, nyiapin energi buat besok biar nggak tidur waktu ujian lagi. Atau seenggaknya baca-baca dikit, prepare buat ujian besok. Atau seenggaknya gue udah mulai rebahan di kasur, kasian juga ke si badan yang belakangan ini dituntut untuk bermobilitas tinggi, kasian juga sama si otak yang udah mulai capek karena gue menuntutnya untuk berpikir terlalu kerasa belakangan ini.

Singkat kata, harusnya sekarang ini gue udah istirahat. Tapi nggak bisa. Badan emang capek. Otak juga ngga kalah capeknya. Tapi nggak tahu kenapa nggak mau aja istirahat. Kalo udah gini jadi bingung mau ngapain. Mau tidur nggak bisa. Mau chatting juga yang online tinggal sedikit dan bukan tipe yang menyenangkan untuk diajak mengobrol malam. Akhirnyamalah browsing ngga jelas, diselingi acara bengong sampai akhirnya…

Salah sih emang… tapi kepikiran kejadian beberapa bulan yang lalu (atau mungkin beberapa minggu yang lalu? ah gue emang selalu nggak bagus dalam mengingat waktu). Waktu itu, hubungan gue sama si Mr. T yang sekarang suggest untuk menyebut dia Mr. Remove lagi anget-angetnya. Awal-awal hubungan gue dan dia (ngga sudi untuk menyebut hubungan kita lagi), jam segini biasanya gue dan dia lagi teleponan.

Mendadak inget di suatu ritual teleponan gue dan dia, tepat setelah dia mulai flirting sama gue, gue menjawab kalau sebaiknya dia berhenti berekspektasi lebih sama gue, karena someday dia pasti bakalan kecewa karena gue nggak memenuhi ekspektasinya itu. Gue mengingatkan dia untuk meninggalkan gue daari sekarang sebelum dia capek menghadapi sifat impulsif gue. Mengingatkan dia untuk menyiapkan diri menghadapi kompleksitas gue dan kalau memang nggak bisa, lebih baik pergi dari sekarang.

Masih inget banget waktu dia ngejawab kalau dia bakalan berusaha ngertiin gue. Bakalan nerima gue beserta keimpulsifan dan kompleksitas gue. NGgak bakalan ninggalin gue.

Inget juga waktu kita masang tattoo temporary bareng di pergelangan tangan kita. Dia matahari dan gue bulan, complete each other. Waktu itu dia yang ngajak bikin tattoo. Oh ya, dia juga yang ngelepas tattoonya waktu mulai mengering. Kayaknya itu pertama kalinya dia beneran pegang tangan gue di tempat umum deh, di tempat sate padang jalan Balubur.

Inget juga waktu gue dan dia nonton bareng di Blitz trus karena datangnya kepagian dan laper, akhirnya mutusin untuk makan di Quali. Waktu itu gue ngasih dia sesuatu. Sesuatu yang sebenarnya dia punya tapi karena dia butuh uang, dia berniat untuk menjual punyanya itu. Waktu itu dia sempet nolak sih, tapi gue paksa untuk nerima. Inget banget dia bilang kalau dia nggak bakalan ninggalin barang itu. Inget waktu dia bilang untuk secara intens menghubungi gue. Inget waktu dia bilang kalau jalan sama gue selalu menyenangkan karena nggak ada yang dipikirin. Inget waktu dia megang tangan gue di Quali. Inget kelakuan ‘sedikit nakal’ gue dan dia di dalam bioskop. Inget waktu dia bilang gue terlihat cantik banget hari itu.

Masih inget juga waktu gue ada di rumahnya, di tengah obrolan, dia ngirim sms yang isinya: “Boleh ngga aku nemenin kamu sampai sukses nanti?” dan waktu itu gueberasa kayak abg banget. Jantung deg-degan, muka juga kayaknya udah merah banget. Speechless. NGgak usah dilanjutinlah yah apa kejadian selanjutnya.

Masih inget juga waktu hari ulang tahunnya. Dia ke rumah gue, makan bakso yang seporsinya cuma 3000 dan dia makan 2 porsi. Udah gitu, ditemani cuaca di luar yang hujan dan lagu-lagu mellow di MP3 gue, gue kasih dia kado. Satu kotak coklat plus buku yang covernya foto gue dan dia di Asia Afrika. Di dalam buku itu gue tulis kalau itu adalah sahabat keduanya setelah gue. Inget banget waktu dia bilang itu adalah kado terbaiknya, tapi jauh lebih baik lagi gue sebagai sang pemberi kado. Inget banget dia bilang makasih sambil cium jidat gue.

Argh… sebenernya masih banyak banget hal yang gue dan dia lewati bareng yang gue inget. Masih banyaaaak banget. Tapi udahlah nggak mau dibahas karena…

Harusnya, gue ngga percaya gitu aja semua omongan dia. Tapi ngga tahu deh, gue segampang itu aja larut sama dia. Zhe bilang, itu karena dia datang di saat yang tepat-saat dimana gue akhirnya bisa lepas dari bayang-bayang sang mantan sepanjang masa dan mulai mau membuka diri lagi.

Seperti yang gue kira sebelumnya, hubungan gue dan dia nggak berjalan lama. Ngga tahu pasti berapa lama tapi akhirnya selesai juga. Niat untuk tetap berteman tapi ternyata sesuatu darinya membuat gue sangat kecewa. KECEWA BANGET dan akhirnya gue memutuskan untuk nggak kenal lagi dengannya. Yeah, terdengar seperti gue kalah perang sih. Kedengaran ngga dewasa juga. Tapi ya udahlah, untuk soal ini, biarlah gue yang memutuskan sendiri, bahkan ketika keputusan ini salah.

Terus gimana perasaaan gue?

Well, jujur siy awalnya ngerasa drop banget. Sempet nangis-nangis edan sampai nggak tau tempat (lirik Lala), berlanjut sampai nangis-nangis di kamar. Males ngapa-ngapain berhari-hari. Kehilangan fokus hidup (lebaaayyy!!).

Tapi sekarang gue udah baikan kok. Jauh lebih baik daripada masa berkabung waktu itu. Kembali terbiasa untuk ngga berkontak-kontak ria dengannya (hal yang awalnya gue kira bakalan berat banget). Mulai fokus terhadap hal yang seharusnya.

Sekarang, gue kembali skeptis. Skeptis terhadap pria. Skeptis terhadap eksistensi cinta. Mau sampai kapan? Gue juga ngga tau pasti sampai kapan, yang gue tahu, gue bakalan berhenti menjadi orang yang skeptis sampai akhirnya gue jatuh cinta lagi.

Mudah-mudahan nggak ada yang nyadar kalau tulian ini gue bikin dalam keadaan mendadak kangen sama Mr. Remove dan lalu langsung merasa TOLOL.

25 Responses to “[Lagi-Lagi] CINTA!”

  1. Beat2ws April 23, 2009 at 12:50 am #

    Pertamaxxx

  2. Beat2ws April 23, 2009 at 12:51 am #

    Kayak lagunya Mulan, jatoeh cinta lagi.

  3. Filsuf Kesasar April 23, 2009 at 1:18 am #

    When someone hurts you, there are ways to choose :
    – Care for him still, and you’ll be more romantic
    – Forget him, and you’ll be wiser
    – Hate him, and you’ll be stronger
    – Forgive him, and you’ll be free

    Love will always come to you, but after being hurt, it’s natural instinct for us to ignore it …

  4. ampun deh April 23, 2009 at 1:38 am #

    Masalah orang dewasa ternyata lebih kompleks ya

    Selagi masih muda nikmatin hidup aja dulu, cari temen yang banyak

    Oh iya link udah dipasang tinggal di link balik. Makasi ya :]

  5. sososibuk April 23, 2009 at 2:14 am #

    ko lo nulis beginian sen???

    kalo kata cowo gw mah, untuk ngebuktiin cowo itu baik apa ngga nya ke elo, elo bikin daftar…

    kebaikan dan keburukan…
    banyakan mana tah??

    berlaku untuk semua pria
    ahahahaa

  6. Nunui April 23, 2009 at 2:53 am #

    Gak perlu dipaksain,semuanya lewat proses!.Buat alasan yg kuat agar semua menjadi ringan tuk dijalani!

  7. senny April 23, 2009 at 3:43 am #

    @Beat2ws: tepatnya patah hati lagi kayaknya

    @filsuf kesasar: I’ll forget him, indeed

    @ampun deh: udah di link tuh, mbak… makin tua emang masalah suka makin kompleks haha… ngga apa2lah, pendewasaan diri

    @shelly: ah klo dibikin list gitu kesannya kita nggak ikhlas, shel.

    @nunui: iyah, ini lagi proses melupakan

  8. just 'azzam April 23, 2009 at 10:47 am #

    jk qt menghijrahkan cinta; dari kata benda menjadi kata kerja mk t’susunlah sebuah kalimat peradaban dlm paragraf sejarah jk qt menghijrahkan cinta; dari jatuh cinta menuju bangun cinta mk cinta menjadi sebuah istana, tinggi menggapai surga.

  9. senny April 23, 2009 at 1:09 pm #

    NOTED!

  10. JONK April 23, 2009 at 2:11 pm #

    nyanyi ah. “TIdak semua laki-laki “, Huahahahahahaha ….

    jangan skeptis donk ah, kan Tuhan tau yang terbaik😀

  11. .lala April 24, 2009 at 2:22 am #

    flashback yah?!..

    ngga gw baca, da udah tau dari curhatannyah. hahahaha

    yah pokona mah gada guna mengenang masa lalu.. cuh!.. its been spit out, no need to lick it up just to know how it taste..
    better chew something others.

  12. achoey April 24, 2009 at 4:18 am #

    Ketika cinta mencoba menerka makna
    Dan saat terbuka jawabannya
    Kita lebih siap menjalaninya😀

  13. senny April 24, 2009 at 6:02 am #

    @Jonk: iyah, Tuhan lebih tahu yang terbaik tapi skrg ini kayaknya mendingan sendiri dulu

    @lala: kan kita butuh rasa sakit, la. KITA yah, bukan cuma gue

    @achoey: can’t agree with you anymore

  14. macangadungan April 24, 2009 at 7:06 am #

    justru mungkin harus disyukuri… seenggaknya, walau endingnya pahit, tapi sempet ngerasain bahagianya. mungkin dikau diketemukan sama dia cuma buat temen sesaat ato nambahin portfolio dlm perpacaran… dan dia tuh cm sekedar tempat mampir sebelum elo ketemu Si Mr. Number One🙂

  15. senny April 24, 2009 at 7:10 am #

    haha… iya deeehhh…

  16. BLOGIE April 24, 2009 at 8:51 am #

    Well, [lagi-lagi] cinta, semakin dikejar malah semakin menjauh.

    Tapi kalo giliran cinta nggak dipikirin, semakin dicuekin malah semakin mendekat.

    Iya nggak? Hahaha… *ngawur kaleeee*

    So, saat ini mending nggak usah mikirin cinta-cintaan dulu deh, sen… Dan yup mending lo fokus aja terhadap hal yang seharusnya.

    I thinks you already got the point.😉

  17. senny April 24, 2009 at 2:06 pm #

    haha… iya, Gie!

    I’ve got the point

  18. buJaNG April 26, 2009 at 12:53 am #

    Wah, kenangan masa lalu ya….

  19. senny April 26, 2009 at 3:54 am #

    masa lalu?

    umm… coba tolong definisikan pengertian masa lalu, please!

  20. RuleZ April 26, 2009 at 5:08 am #

    pasti akan ada masanya dimana cowo dan cewe saling mengerti perasaan masing-masing🙂

  21. cinker April 26, 2009 at 11:50 am #

    cintaemang awalnya menyenangkan tapi akhirnya tergantung kita yang menjalankan……kalo yang sudah biarkan saja berlalu…..jngan tenggelam di masa lalu

  22. ichanx April 26, 2009 at 6:07 pm #

    cinta… hmmm….

  23. senny April 27, 2009 at 6:07 am #

    rulez: iyah… pasti
    cinker: baiklah
    ichanx: knp? haha… lo pasti ngga laku2 yah?

  24. byme April 30, 2009 at 9:42 am #

    sooo suit
    byme

  25. hendri May 1, 2009 at 1:29 pm #

    hmm… jangan pernah skeptis deh..just open your heart. karena cinta ga pernah ngasih tau kapan dia bakalan dateng, mungkin ajha cinta yang kita inginkan ada didepan mata, tapi karena kita nutup diri, semuanya hilang begitu saja dan kita bakal lebih tenggelam lagi karena kesalahan yang kita bikin sendiri

    yah tapi teteup aja susah menghilangkan skeptisnya pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: