Archive | 6:03 am

Obrolan Nggak Penting

1 Aug

Zhe: “Cun…”

GUe, dengan setengah ngantuk gara-gara nungguin dia beres nonton konser Alicia Keys: “Hmm…”

Zhe: “Cari cowok yuk!”

Gue: “Laki lo mau dikemanain?”

Zhe: “Gue udah putus sama dia!”

Gue langsung bangun dari posisi tidur gue. Zhe selalu bilang sama gue kalo dia bakalan married sama lakinya sekarang ini, meskipun dia nggak bilang kapan,bisa besok, setahun lagi, dua tahun lagi,atau mungkin 10 tahun lagi. Tapi terus tiba-tiba aja si manusia laknat ini bilang dia udah putus sama lakinya dengan nada sedatar bilang 1+1=2 tepat setelah dia cerita tentang betapa okenya konser Alicia Keys yang dia tonton dengan baju barunya yang harganya lebih mahal daripada harga tiket konsernya.

GUe: “Serius??!”

Zhe: “He-eh!”

Gue: “Kenapa?”

Zhe: “Masalah standarlah!”

Masalah standar yang dimaksud Zhe adalah… Okey…,sorry I can’t tell you cause she’s going to kill me if I let just one person know about this. Maabh ya… karena beberapa posting belakangan ini gue bikin kalian penasaran melulu!

Gue: “jadi sekarang lo single lagi?”

Zhe: “Single,available,and looking.Shit!”

Gue: “…”

Zhe: “Jadi mulai hari ini ya..”

Gue: “Mulai apaan?”

Zhe: “Mencari pria uberseksual yang potensial di luaran sana. Kita mulai perburuannya hari ini,gimana?”

Gue: “I don’t think so.”

Zhe: “Kenapa?”

Gue: “Udah sampe pada tahap capek aja! Gue udah bosen nyari terus dan akhirnya selalu nggak banget jadi mendingan sekarang gue let it flow aja, lagian belakangan ini gue enjoy banget kok being single,available, but not looking at all. Tapi jangan sangkain gue macem-macem ya… gue cuma lagi males aja.”

Zhe: “Serius?”

Gue: “Sumpah!”

Zhe: “Emangnya lo mau cari laki yang gimana siy? Masih berkutat dengan lelaki uberseksual kan?”

Gue: “Kalo itu seeh gue rasa satu Indonesia juga tahu kalo I’m always looking for ubersexual guy, tapi sekarang ada beberapa pemikiran yang beda aja.”

Zhe: “Maksudnya?”

Gue: “Yah gue mulai sadar banyakhal aja, apalagi mengingat kejadian gue sama Iza baru-baru ini. Gue mau cari cowok yang beda aja…”

Zhe: “Beda gimana?”

Gue dengan muka yang sangat serius dan sok bijak: “Yang memandang gue beda aja. Ngelihat gue karena kepribadian gue, yang tahan sama emosi gue yang fluktuatif,yang bisa ngertiin pikiran gue yang kompleks…”

Zhe: “Terus?”

Gue: “Apanya yang terus?”

Zhe: “Muke lo tuh yang bilang ada terusan dari kalimat lo ini.”

Gue: “Jangan ketawain gue ya!”

Zhe: “APaan seeeh??!”

Gue: “Yang nggak pernah cium gue…” (NAda suara gue terdengar ngambang)

Zhe: “Bercanda lo!”

Gue: “Gue serius! Buat gue love is love and kiss is just a kiss jadi kalo ada orang yang naksir gue, bilang dia cinta mampus sama gue, dan nggakpernah bahkan usaha buat cium gue, itu artinya tuh cowok beneran naksir gue,bukan cuma sekedar naksir mampus sama gue karena sex atau yah… lo taulah!”

Zhe: “Tapi kan…”

Gue: “You can kiss everyone but you’re definetely can’t love everyone!”

Zhe: “…”