Archive | August, 2008

Ketika Dewi-Dewi Cinta Beraksi

29 Aug

GUe jomblo. Temen SMA gue udah mau married untuk yang kedua kalinya. Temen gue yang satunya lagi kemaren baru aja married. Temen gue yang seperjuangan jomblo udah punya cowok sekarang. Hasilnya, gue panik. Dunia pun ikut gempa karena kepanikan gue. Temen-temen gue mulai beraksi sebagai dewi cinta.

Aha! Mereka, teman-teman gue yang sangat baik mulai mencarikan gue pria potensial yang bakalan menemani hari-hari gue (halah…). Mulai dari Zhe yang strategi promosinya sama canggihnya kayak marketing credit card, Nisa yang baru kenal langsung gue todong mempromosikan gue di Bali, Selly yang nyuruh-nyuruh gue makan di Gelap Nyawang dengan harapan bernasib sama kayak dia (sorry, sel… Gelap Nyawang nggak satu level sama gue 😉 ), sampe Fenny yang ngajak barter sama brondong Bandung.

Lalu… setelah melalui tahap koleksi, akhirnya setiap orang yang tadi gue sebutin mencalonkan satu wakilnya. Anehnya, semuanya berinisial A.

Baiklah… biarkan gue menceritakan mereka satu per satu.

A pertama namanya Ardi. Long lasting friend-nya Zhe yang katanya (dijamin) uberseksual. Ngobrol sama Ardi beneran bikin gue nyaman, apalagi karena pekerjaannnya yang beda jauh banget bidangnya sama gue dan itu bikin gue tertarik banget. TApi…begitu ketemu secara langsung Ardi beda banget. Banyak banget dead air. Kehadiran Zhe di tengah-tengah gue sama Ardi bahkan nggak bantu sama sekali. Ugh… shit! Padahal tadinya gue pikir dia yang paling berprospek buat gue.

A yang kedua… lupa gue namanya siapa. Dikenalin sama si Selly. Tapi lupakan soal A yang ini karena baru kenal dia udah berniat menggauli gue. Payah! Dasar otak mesum!!!

A yang ketiga dan keempat diimport langsung dari Bali. Sengaja mesen pria dari Bali buat ditransfer di Bandung karena rencananya gue pengen punya at least satu pria di setiap pulau huahahaa… Parahnya, kedua pria Bali ini menelepon gue di waktu yang bersamaan, bikin bingung apa gue harus mengangkat telepon dari A yang satunya waktu gue lagi neria telepon dari A yang satu. Hasilnya… bingunglah gue! Dan telepon dari keduanya mendadak putus karena traffic gue lagi penuh waktu itu…

Here some notes for you…

kalo pasaran kamu lagi naik, then make sure kalau setiap orang yang lagi dekat sama kamu nggak menghubungi kamu di waktu yang sama karena itu bakalan bikin kamu kerepotan dan akhirnya operator telepon yang bersangkutanlah yang jadi korbannya

DAN…

Pasaran lagi naik itu nggak gampang, kawand! 🙂

Untuk Kamu

26 Aug

Untuk kamu,

Kamu yang bisa memberikan semua yang aku mau. Kenyaman dan keamanan yang nggak bakalan pernah bisa aku dapatkan secepat itu dari yang lainnya.

Kamu yang menjalani semuanya dengan begitu singkat.

Kamu yang membuatku gamang akhir-akhir ini.

Kamu…

Kamu yang bahkan tidak kukenal dengan baik meski kita terasa sangat dekat.

Kamu…

Yang baru saja membuatku sakit… sakit sesakit-sakitnya, gila segila-gilanya.

Untuk kamu,

Yang membuatku bertanya-tanya apa sebenarnya yang kurasakan tentang kamu.

Untuk kamu,

Please give me just one day to make sure how do I feel about you

Kosong

26 Aug

Postingan kosong…

Gue lagi krisis otak.

Gue lagi galau.

Gue lagi gamang.

Ssssttt… jangan diganggu!

Suster Zhe

21 Aug

Seudah kopdar kemaren Senin, gue sakit. Begitu pulang, badan gue kerasa lemes banget, perut gue mual, jantung berdegup kencang, dan kepala gue pusing. Keringat dingin udah mulai banjir. Bukan… ini bukan efek dari ketemu Mas Jay atau pria waras lainnya yang setipe Mas Jay. Bukan juga gara-gara debt collector nagih hutang makan somay gue yang udah numpuk. Tapi gue beneran sakit.

Terus… dengan sisa tenaga yang gue punya, gue akhirnya memutuskan untuk telepon Zhe. Dan eng…ing..eng… temen gue yang nggak guna itu ternyata langsung datang dan menjemput gue nginep di apartment-nya di Setia Budhi.

Jadi, selama gue sakit Zhe resmi menjadi suster gue. Dia yang ngurus segala keperluan gue, mulai dari makan sampe minum obat… See, ternyata manusia laknat ini bisa juga jadi orang yang berguna bagi kehidupan gue.

Selasa paginya Zhe bawa gue ke dokter. Analisa dokter masih sama. Gue positif… positif sakit jiwa. Dan untuk membantu kesembuhan jiwa gue, dokter membekali gue dengan obat-obatan sialan yang (maaf banget ya, Zhe) cuma gue minum di depan suster laknat gue yang satu ini.

Semalam, gue masih di tempatnya Zhe. Sempet ngobrol gila sampe subuh dan akhirnya Zhe menyimpulkan sesuatu tentang penyakit jiwa stadium lanjutan gue ini.

Zhe bilang kalo gue harus cari cowok karena dia pikir kalo gue punya cowok, kehidupan gue entah kenapa jadi lebih gampang dalam segala hal. Zhe bilang aura gue lebih keluar kalo gue punya cowok dan itu bikin segala hal dalam kehidupan gue jadi positif.

Umm… waktu Zhe ngomong itu siy gue cuma manggut-manggut nggak jelas doang tapi sekarang gue mulai kepikiran juga…

Gue rasa… udah waktunya buat gue cari laki… melepaskan status single, available, but not looking dan menggantinya dengan single and fully available.

So guys… would u date me?

One Reason

19 Aug

Please give me one reason…

Just one… no more, no less…

One reason for the question:

Why Do I Have To Believe In Love If Love Always Leave Me?

For God’s sake… I can’t sleep think about that everynight…