Wanita Media

22 May

Kemarin gue ketemu sama temen lama gue di sebuah mall. Pertemuan nggak disengaja yang lalu menjadi reuni dadakan. Ada satu hal yang bikin gue sangat takjub dengan reuni dadakan. Sang teman lama ini, yang sebut saja namanya Ms. A mengalami perubahan fisik yang sangat jauh berbeda dari fisik Ms. A yang kukenal satu atau dua tahun lalu.

Setelah ngobrol ngalor ngidul, akhirnya Ms. A cerita kalo dia melakukan berbagai jenis operasi untuk ‘mempercantik’ dirinya. Mulai dari penyuntikan supaya kulitnya putih, sedot lemak, sampai pembentukan bagian tubuh sana-sini. Hasilnya? Umm…, cantik siy tapi…

nampak sangat nggak alami (baca: palsu)

Dari reuni dadakan itu ada beberapa point penting yang kepikiran di kepala gue:

  1. Banyak banget masyarakat dunia yang secara sadar atau nggak menjadi korban propaganda media mengenai kecantikan. Dimana, seperti yang ditunjukkan oleh kebanyakan media, cantik itu sama dengan tinggi, berkulit putih, berhidung mancung, berbadan langsing, dengan muka indo. Lalu, saking besarnya propaganda media, akhirnya masalah inner beauty disingkirkan dan wanita-wanita yang kebetulan memiliki kecantikan yang tidak sesuai dengan kecantikan media merasa terintimidasi.
  2. Wanita-wanita yang merasa terintimidasi yang punya banyak uang posisinya jauh lebih mudah. Seenggaknya, dengan uang yang mereka punya, mereka bia memenuhi standar kecantikan media dengan melakukan operasi sana-sini, membeli kosemetik yang mahal, konsultasi ke dokter kecantikan paling canggih, smapai membeli banyak barang yang sebenarnya nggak diperlukan dan cuma berfungsi sebagai alat pemuas ego mereka akan kecantikan atau seenggaknya membuat mereka merasa cantik seperti para wanita media.
  3. Ternyata selama ini gue udah salah kaprah. Salah menilai kalo cuma cowok yang menjadi korban propaganda media karena pada kenyataannya cewek juga (termasuk gue), di luar kesadaran mereka, telah menghambakan dirinya menjadi korban propaganda media.
  4. Setuju dengan pendapat Icha Rahmanti dalam bukunya yang berjudul Beautu Case, bahwa dunia ini memang sebuah kontes nyata dimana setiap wanita berlomba-lomba menjadi cantik dan wanita-wanta yang masuk dalam kategori cantik itulah yang akhirnya memenangkan piala the most eligible man.
  5. Pada akhirnya saya sependapat dengan Idi Subandy Ibrahim bahwa saat ini, bukan lagi media yang ditonton oleh masyarakat tetapi keadaan berubah menjadi media yang menonton masyarakat.

Kalo sudah begini gue jadi bingung. Bingung mendefinisikan kecantikan itu seperti apa. Bingung harus menyalahkan siapa.

Apakah keinginan besar setiap wanita untuk menjadi wanita media (atau seenggaknya terlihat seperti wanita media) itu karena pengaruh media yang sangat kuat?

Lalu… siapakah yang bisa disalahkan dalam hal ini? Apakah media yang terlalu gencar dan kuat mempropaganda masyarakat? Atau masyarakat yang terlalu lemah menerima propaganda-propaganda media?

What about you, guys?

What do you think about this?

14 Responses to “Wanita Media”

  1. Petra Barus May 22, 2008 at 10:40 am #

    ah, tapi situ kalo lagi kelebihan berat badan, juga, keknya reaksinya panik atau sedih deh:mrgreen:
    tapi kalau saya pribadi sih ngeliat kepribadiannya, sebenernya (cailaah)

  2. natazya May 23, 2008 at 4:57 am #

    gw ga pernah punya ketertarikan buat jadi wanita media… ya ya ya emang ga bisa disalahkan juga kalau jaman sekarang yang namanya orang kepengaruh buat jadi sama kaya yang ditawarkan aka dicontohkan ato mungkin dituntut dari media…

    ah tapi hidup kan pilihan, yes?

    ga perlu jadi wanita media sudah merasa cukup sempurna heuheuheuhe

    *wanita narsis mode on :p

  3. Petra Barus May 24, 2008 at 12:29 am #

    ^
    meragukan…:mrgreen:

  4. ichanx May 24, 2008 at 5:24 am #

    ya… gimana lagi? masa gw harus bilang bencong taman lawang sebagai “cantik”? terpaksa ngikut deh ama pendapat orang2… hihihi

  5. cinker May 24, 2008 at 5:36 am #

    tergantung si wanita nya juga sich ya……..!

  6. Jane May 24, 2008 at 3:10 pm #

    Hmm… gimana yah.. menurut gw gak sepenuhnya salah media juga. kalo si cewek yang merasa gak punya outer beauty terus merasa terintimidasi yah yang salah ceweknya yah.. tergantung hidupnya dilingkungan apa juga.. kalo semua orang disekeliling gak begitu concern dengan “harusnya” ada beautiful outlook dibanding inner beauty pasti cewek itu gak akan mikir “gw harus operasi, benerin ini itu biar cakep”. semuanya kan balik pada diri mereka masing”… kadang ada wanita” yang merasa kalo mereka dah operasi jadi tambah pede.. kalo ini itu dibenerin jadinya tambah cantik.. huehehe.. eniwei.. yang penting mah pede aja dan berterima kasihlah sama Tuhan udah punya anggota tubuh yang lengkap, udah cantik kok😀

  7. pritha May 25, 2008 at 5:08 am #

    para cw mst lbh sering meresapi lagunya james blunt deh biar ngrasa cantik trus!
    dan gw masi pcaya bgt sm yg namanya inner beauty!

  8. diena May 30, 2008 at 3:45 pm #

    jeng sennyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy. gila kangen euy!

  9. diena May 30, 2008 at 3:51 pm #

    oh anyways, menurut gue sih dua-duanya saling lahap-melahap deh. memperburuk keadaan satu sama lain. gila yaaa, tadi baru mikirin tentang ini, pas ke sini nemuin hal yang sama.

  10. mysterio May 31, 2008 at 5:45 pm #

    tauk deh… yang pasti jangan salahin media nya…

  11. bebex May 31, 2008 at 5:55 pm #

    haaaaaaaaaaaa
    lagi lagi masalah kecantikan yang dibahas
    puseeenk :d

    ps : btw, dokternya dimana? jadi mau… wkwkwkwkkwkw

  12. hakimtea June 2, 2008 at 2:03 am #

    Kalo sudah begini gue jadi bingung. Bingung mendefinisikan kecantikan itu seperti apa. Bingung harus menyalahkan siapa.

    Kenapa mesti bingung… saya aja ga bingung *pis*

    Jangan mencari kambing hitam, mending nyari solusi yuk *pis lagih*

  13. indrapamungkas June 8, 2008 at 1:08 pm #

    well, sebenernya Its all about perception. . .contohnya gini, di afrika definisi cantik meens big hips, boobs, and lips -just imagine queen latifa-,
    tapi theres another part of the world yang mendefinisikan cantik =luna maya
    I dunno, is there any part of the world that define beauty as, Omas?
    just my two cents, haha. .

  14. vidya July 3, 2008 at 2:31 am #

    Hmm.. pernah dgr cantik itu relatif?gue setuju bgt cantik itu relatif. But, yang penting dari seorang cewe adalah otak dan attitudenya. Walo dia berkulit item, kalo smart dan tingkah lakunya baek, akan cantik aja keliatannya. Lagipula, cantik fisik ga akan bertahan lama. Gue pernha ketemu org yang cantik fisik, tapi pas udah diajak ngomong, jd ga betah deh dengerinnya lama2.
    Pesan gue untuk wanita2 dimanapun, tetap PD dan punya prinsip, ga usah ikut2an trend yang menanamkan figure baru di kepala kita tentang gambaran seorang wanita cantik mesti begini atau begitu. Inner beauty.. That’s the poin..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: