Hamil

15 May

Pertemuan gue dengan Zhe kemaren membawa berita buruk. Zhe kali ini datang membawa berita kehamilan. Bukan… bukan si Zhe yang hamil (soalnya gimana bisa si Zhe hamil kalo selama ini satu-satunya jantan yang deket sama dia cuma si Jojo, fortuner item punyanya dan satu-sartunya teman tidur dia adalah guling). Bukan juga si Obi, kucing jantannya si Zhe. Tapi… pembantunya Zhe yang hamil.

Nah, yang bikin Zhe stress adalah sang pembantu berinisial T ini hamil di luar nikah akibat ketelatan mengangkat sang supir tetangga sebelah berinisial A yang ternyata terkenal sebagai playboy di kalangan pembantu, supir, dan satpam komplek rumahnya Zhe. Yang bikin masalah adalah… si pria berinisial A ini melepas tanggung jawabnya begitu saja dan… malah meninggalkan T demi seorang pembantu tetangga sebelah yang belum lama datang dari kampungnya.

Zhe bingung…

Gue juga jadinya kebawa bingung…

Mau disuruh pulang kesannya Zhe lepas tanggung jawab karena seharusnya sebagai majikan yang baik ‘kan Zhe memantau pergaulan si T ini. Lagian T takut pulang karena takut dimarahin orang tuanya yang katanya masih sangat konservatif (padahal kan masalah hamil di luar nikah itu bukan masalah konservatif tapi lebih ke masalah moral. Iya nggak siy?!)

Mau disuruh gugurin ‘kan nggak etis banget. Lagian dosa si Zhe udah banyak, si T juga udah banyak berdosa dengan melakukan seks pra nikah jadi jangan tambah-tambahin daftar dosa…

Mau dikawinin, sama siapa juga?! Secara sang pria ini sudah jelas-jelas lepas tanggung jawab dan parahnya lagi sang majikan si A juga ogah ikut campur dalam urusan yang katanya sepele (masalah hamil di luar nikah kok dibilang sepele siy om??!!)

Yang bikin Zhe tambah stress dan berdampak membawa gue ke lubang gelap bernama depresi karena penyakit akut stress-nya Zhe sama seperti penyakit menular seks yang kalau deket-deket bisa tercemar kemana-mana, waktu Zhe cerita ke nyokapnya yang sekarang ini lagi ada di Paris, nyokapnya malah marahin Zhe. Pake acara bilang “gimana bisa mau punya anak yang bener kalo ngurusin pembantu aja nggak bener?!”.

PAdahal selama ini Zhe bukannya kurang memantau cuma ‘kan belakangan ini Zhe lagi sibuk dengan bisnis barunya yang bikin dia harus pergi pagi pulang malem dan jarang berada di rumah. Lagian nggak mungkin juga ‘kan Zhe terus-terusan memantau T.

Sebenernya ini bukan pertama kalinya gue mendengar cewek hamil di luar nikah yang lalu ditinggal begitu saja sama sang pelaku.

Dari situ gue mulai kepikiran…

  1. Betapa seks pra nikah sudah nggak lagi dipandang sebagai suatu hal yang tabu dan bahkan sudah dianggap normal untuk sebagian orang;
  2. Betapa banyaknya pria yang dengan mudahnya meninggalkan perempuan, segampang ketika mereka menanam benih dalam kandungan perempuan itu;
  3. Betapa semakin sedikitnya pria-pria potensial sebagai hasil akumulasi dari pengurangan antara populasi pria dengan populasi gay dan pria-pria brengsek;
  4. Betapa banyaknya perempuan yang bodoh karena rela memberikan apa pun juga kepada pasangannya atas nama cinta yang sebenarnya absurd, palsu, atau bahkan nggak ada cinta sama sekali;
  5. Betapa pria semakin pintar memanipulasi cinta sedemikian rupa hingga membuatnya terasa sangat nyata padahal keberadaannya semu;
  6. Betapa banyaknya orang-orang yang melakukan seks pra nikah dengan tidak aman tanpa memikirkan resikonya lebih jauh hanya demi sebuah KENIKMATAN sesaat.

Padahal di zaman sekarang ini harusnya perempuan menjadi lebih pintar dengan tidak semudah itu menyerahkan Ms. V kepada laki-laki.

Padahal di zaman sekarang ini harusnya perempuan banyak mengambil hikmah dari banyak kejadian dengan kalau pun harus memberikan ‘itu’, maka berikanlah dengan pengaman.

Atau lebih naifnya lagi (dan ini hanya pikiran ternaif saya – seorang manusia biasa yang menganut feminisme liberal), sebaiknya perempuan tidak usah percaya akan keberadaan cinta sama sekali.

Tapi ya… susahlah kalau kita membicarakan mengenai seharusnya… toh semua sudah kejadian. Keperawanan sudah terrenggut. Sperma sudah menyatu dengan sel telur. Anak sudah berada dalam kandungan.

Dan pertanyaan terbesar gue sampai saat ini adalah…

APA YANG HARUS ZHE LAKUIN SEKARANG??!!

so guys…, ada solusi?!

10 Responses to “Hamil”

  1. ichanx May 15, 2008 at 4:14 pm #

    waduh… masalah yang berat euy… mmm… mmm…. di kimia farma dago-sulanjana setau gw dulu jaman gw kuliah ada solusinya… gak tau sekarang masih beroperasi enggak ya…. tapi, ya itu… kejam, dan tentunya menambah dosa… arrggghhhhh, rumit….

  2. domba garut! May 15, 2008 at 10:35 pm #

    Walah.. ada-ada aja nih.. yang jelas sih keruan adukan ke polisi dan diperkarakan aja – gakbisa ditanganin sorangan sih.. moga2 cepet diatasin deh.. makin lama khan perutnya makin melendung😀

  3. GR May 15, 2008 at 11:40 pm #

    Waa..
    Naudzubillah..
    Pokona™ harus ada yang bertanggung jawab kalo nggak mau diaborsi.

    *yang jelas bukan saya*😆

  4. warmorning May 16, 2008 at 1:02 am #

    .. bisa gak dikasi pelajaran ntu sopir tetangga? minta dihakimin ama warga dulu kali🙂
    uhm nanya dikit :

    hamil di luar nikah akibat ketelatan mengangkat sang supir tetangga

    : ini maksudnya apa ?🙂

  5. natazya May 16, 2008 at 7:35 pm #

    bu yakin bu mending tidak percaya cinta sama sekali? hm… tough one!😀

    membaca tulisan begini lagi dan lagi agak kesal dengan kenyataan bahwa seorang perempuan HARUS sekali menikah kalau terlanjur MBA

    emang musti? buat apa nikah kalo cuma begini?

    Belajar kaya bule aja gimana? jadi single parent se single single nya? Bangga banget sama seorang sepupu yang memang bikin dosa tapi juga sadar dan ajeg dengan pilihannya!

    hm… tapi kalo ofisgirl bisa ga yah disuruh gitu… ah… susah juga…

  6. Landy May 16, 2008 at 10:33 pm #

    Cuma bisa sedih , banyak kasus yg sama di sekitar gw :((

  7. scooterboyz May 17, 2008 at 3:20 am #

    Telat mengangkat?:rofl:

    Mengangkat telpunkah?

  8. poychte May 17, 2008 at 4:02 am #


    KALO MAU TRAFFIC BLOG, AYO LAH SUBMIT KE SITUS: “Worldspop.com”
    (BISA INCREASE BLOG TRAFFIC)

  9. bodhi May 28, 2008 at 8:05 pm #

    lahirkan anaknya, meskipun tanpa bapak, terus KULIAH, anji*&

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: