Harusnya siy berdasarkan aturan posting yang saya buat sendiri, pamali hukumnya bikin posting sekaligus dua di blog yang sama pada hari yang sama. Tapi berhubung saya lagi beneran cerita dan saya sendiri yang bikin aturannya, maka kali ini saya bikin pengecualian.
Tapi yah, terserah deh setelah posting ini kalian mau menganggap saya norak, dangkal, cheesy, atau mengejek saya dengan kata apa pun, saya nggak peduli. Silakan gunakan hak mencela saya sebaik mungkin, terima kasih!
By the way, basa-basinya kepanjangan yah?
Ok, so let’s go back to the topic!
Selalu ada masa di kehidupan saya, dimana saya berharap kalau pun waktu tidak bisa dihentikan, setidaknya waktu bisa berjalan lebih lambat dari biasanya. Seperti apa yang saya alami malam itu.
Saya selalu suka menghabiskan waktu dengannya untuk berwisata kuliner, konser dengan suara pas-pasan di Inul Vizta yang sebenarnya membanting harga diri karena satu-satunya lagu yang berskor 100 adalah lagu-lagunya Bening, lalu pada akhirnya menghabiskan waktu untuk mencari es krim sambil mengobrol tentang banyak hal. Saya selalu jatuh cinta dengan kebebasan yang diberikannya pada saya, kebebasan untuk bersikap atau berkata tanpa harus ada penyesalan di kemudian hari akibat penghakiman yang mungkin timbul setelahnya, karena faktanya dia sama sekali tidak pernah menghakimi saya bahkan ketika saya salah mengambil sikap.
Saya selalu senang akan setiap waktu yang saya habiskan dengannya.
Seperti waktu itu, di sebuah restoran 24 jam dengan suasana outdoor di daerah Dago – Bandung malam hari itu. Waktu saya sebenarnya sudah kehabisan energi akibat paginya berhadapan dengan si bos, siangnya berkeliaran sendirian akibat janji yang sangat mendadak dibatalkan, lalu sorenya menghabiskan waktu di sebuah toko yang juga restoran di daerah Dago untuk halalbilhalal dengan teman-teman blogger saya.
Waktu itu, saya yang sebenarnya sudah setengah jalan pulang memutuskan untuk kembali ke Dago dan menemuinya untuk sekedar mengobrol dan menghabiskan sisa malam akhir minggu kami dengan mengobrol tentang banyak hal, mulai dari bitching about those shit that currently happen into our lives, sampai dengan gosip soal orang-orang di sekitar kita.
Lalu malam itu semakin saya nikmati ketika akhirnya pembicaraan tertuju pada hal yang selalu mengundang ketertarikan saya. Di luar kesadaran, setiap kali berbicara soal hal-hal yang membuat saya tertarik, saya mengungkapkan pendapat atau berbicara dalam jangka waktu yang cukup panjang, tapi… jangankan memotong ucapan saya, dia bahkan sama sekali tidak terlihat bosan mendengarkan ucapan saya sampai akhirnya…
“Sen…”
“Ya?”
“Mata lo kayak kristal.”
“Ha? Ada beleknya maksud lo?”
“Bukan! You’re glowing, Sen. You’re always glowing everytime we’re talk about this or another stuff that you like.”
“Define glowing, please!”
“Well, gue tahu banget lo ngga bego untuk ngerti definisi glowing tapi biar gue jelasin. Glowoing itu adalah aura yang keluar jelas dari muka lo yang bikin..”
“Bikin apaan?”
“Duh, gue nggak harusnya ngomong gini, tapi setiap kali lo glowing, gue yakin banget every guy… every normal guy would love to kiss your lips. With that glow-look in your face, how could a guy not fall for you?”
“Gue baru tahu segitu betenya lo hari ini sampei-sampei lo kesambet. Kesambet apaan lo?”
“Seriously, you’re so hot, you know that?”
Dan waktu saya melihat ekspresinya mengatakan kalimat itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah hubungan pertemanan kami yang berlangsung hampir 8 tahun, saya merasa jantung saya berdegup sangat kencang ketika melihatnya. Detik itu juga saya merasa dengan saya memiliki dia, semuanya menjadi cukup dalam hidup saya.
Detik selanjutnya, saya mulai mempertanyakan apakah benar-benar tidak ada apa-apa antara saya dan dia karena faktanya: saat ini saya sedang merasa ada sesuatu, sebuah chemistry yang sangat kuat antara saya dan dia, sesuatu yang telah disangka oleh mereka yang mengenal saya, dia, atau kami dalam satu paket sejak bertahun-tahun yang lalu. And the thing is:
I really don’t care if world around me goes wrong as long as I have him in my life
Recent Comments