Love For |Sex| For Love

3 Feb

Beberapa hari yang lalu saya dibikin pusing oleh pengakuan seorang teman yang berkata bahwa dia telah resmi melepas keperawanannya untuk lelaki yang sudah berpacaran dengannya selama hampir setahun terakhir ini. Pengakuan seperti ini sebenarnya bukan untuk pertama kalinya saya dengar, beberapa orang teman saya juga jelas-jelas mengakui kalau mereka sudah tidak perawan lagi, malah ada beberapa yang rela membagi pengalaman seksnya kepada saya dengan suka rela tanpa harus ditanya terlebih dahulu.

Jadi harusnya saya tidak usah kaget dan mengeluarkan reaksi yang berlebihan ketika mendengar pengakuan tersebut dari teman saya yang ini. Tapi kali ini kasus spesial, kasus langka. Saya yakin kalau kamu mengenal teman saya yang ini, kamu juga akan merasakan hal yang sama seperti saya.

Masalahnya adalah teman saya yang ini adalah seorang teman yang sepanjang sejarah hubungan pertemanan saya dengannya, saya mengenalnya sebagai sosok yang alim. Teman saya yang ini adalah teman yang selalu terlihat risih ketika dia terjebak dalam pembicaraan bertema seks, bahkan cuma sekedar pembicaraan soal ciuman. Teman saya yang ini bahkan protes dan sibuk menceramahi saya panjang lebar ketika saya memakai baju berkerah Sabrina atau ketika melihat foto saya memakai tank top di sebuah club malam.

Dan sekarang… teman saya yang ini mengakui kalau dia telah melepaskan keperawanannya untuk lelaki yang BAHKAN belum satu tahun berhubungan dengannya.

Saya shock. Kaget sekaget-kagetnya. Dan kalau saya mengidap penyakit jantung akut, saya pasti perlu segera dibawa ke UGD begitu mendengar kabar ini. Ya… ya…, mulai berlebihan kayak sinetron ;)

Reaksi kaget saya yang berlebihan pun membawa saya pada pertanyaan kenapa, dan teman saya yang ini pun menjawab dengan entengnya bahwa dia cinta.

Kelanjutan ceritanya pasti bisa kamu tebak sendiri. Teman saya yang ini merasa dirinya terlalu cinta pada sang pacar, sang pacar pun memanfaatkan cinta tersebut untuk mendapatkan seks, dan teman saya ini dengan alasan sangat cinta dan takut kehilangan akhirnya memutuskan untuk memberikan seksnya, melepaskan sesuatu yang sangat dijaganya selama 23 tahun bernama: keperawanan.

WTF??!

Okay, cukup pembahasan tentang teman saya yang ini, jangan sampai kalau dia membaca postingan saya ini dia mulai menjadi pintar dan waras, lalu menyesali keputusannya itu. Biarkan yang lalu menjadi lalu.

Hanya saja… saya kok tidak pernah setuju dengan konsep making love yah? Saya malah lebih setuju dengan konsep having sex ketimbang making love, meskipun saya sendiri memutuskan untuk tidak melakukan seks di luar nikah.

Untuk saya, alasan untuk bersenang-senang atau mendapatkan uang adalah alasan yang lebih bisa diterima ketimbang cinta. Bagi saya, yang namanya cinta itu ‘kan harusnya saling menjaga bukannya malah saling ‘merusak’. Saya sendiri bahkan mengakui kalau jauh lebih gampang untuk saya berciuman dengan orang yang bukan siapa-siapa bagi saya. Ketika ada perasan dalam diri saya terlibat dalam hubungan saya dengan seseorang, saya cenderung membutuhkan waktu yang sedikit lama hingga akhirnya saya memutuskan untuk berciuman dengan orang itu (well, silakan sebut saya perempuan murahan tak bermoral setelah pengakuan ini).

Saya jadi bertanya-tanya kenapa yah di luaran sana banyak sekali orang yang berpikir untuk memberikan seks untuk mendapatkan cinta dari seseorang? Dan kenapa juga masih banyak sekali orang yang berpikir dengan mengobral cintanya sana sini (yang saya yakin mayoritas dari cintanya itu adalah hasil manipulasi) untuk mendapatkan seks?

For God’s sake go get a grip, guys!

Untuk saya sex dan love itu adalah hal yang berbeda. Tidak ada hubungannya sama sekali. Kalau kamu mencintai seseorang, bukan berarti kamu harus having sex (atau kalau ada cinta di dalamnya maka konsepnya menjadi making love) dengan orang itu. Di sisi lain, ketika kamu having sex dengan seseorang bukan berarti ada perasaan cinta di dalamnya.

Saya yakin banyak orang yang tidak akan sependapat dengan saya, hanya saja kali ini saya ingin mengingatkan kepada teman saya yang ini dan siapa pun yang masih peduli dengan racauan nggak jelas saya:

Pada dasarnya setiap orang itu layak dicintai, jadi jangan pernah berpikir untuk memberikan sex agar bisa mendapatkan cinta seseorang

Dan untuk mereka yang menjadikan cinta sebagai alat untuk mendapatkan seks: KAMU ITU BASI!

52 Responses to “Love For |Sex| For Love”

  1. mikow February 3, 2010 at 1:27 pm #

    :)

  2. Sinta February 3, 2010 at 1:35 pm #

    Temen gw lebih parah.
    Udah ML, bikin video mesum, tersebar. masuk koran.
    Padahal dua-duanya taat beragama. Sampe sekarang.
    Pada akhirnya gw menyimpulkan bahwa ga ada hubungannya ke-alim-an dengan perilaku seks seseorang.

    Hhhh… dunia.. dunia..
    Kiamat sudah dekat

  3. dita.gigi February 3, 2010 at 2:07 pm #

    +1 like this!

    coba ya tolong bedakan antara sex sama cinta… kalau cinta ngapain have sex… nikahin dulu donk… buktikan kalau kamu bener2 cinta…

    kalau mau having sex ya udah, gak perlu pake embel2 cinta… nyoh sana cari, banyak kok orang yg mau anonoh tanpa cinta…

    masih sistem ya, DP dulu baru bayar… :D it’s so last decade… :)

    • senny February 3, 2010 at 7:07 pm #

      mending kalo yang bikin DPnya bertanggung jawab, kalo jadi kredit macet malah repot

      • julianusginting March 15, 2010 at 8:34 am #

        hahaha.a..saya setuju tuh….mantaff..mantaf,,..

  4. nd February 3, 2010 at 2:30 pm #

    “cinta itu ‘kan harusnya saling menjaga bukannya malah saling ‘merusak’”

    absolutely agree :)

  5. havban February 3, 2010 at 3:58 pm #

    @senny
    couldn’t agree more..

  6. bri February 3, 2010 at 5:03 pm #

    soreeeee….cinta gak segitunya kale sob…
    mereka aja yang piter bokis..lalala la atas nama cinta terus ngeseks
    cewek kena tipu daya simsalabim cowok buaya…lalala la warning !!!
    prepare and attention for indonesian youngest woman…..
    jangan mau jajanya gopek !!

    • senny February 3, 2010 at 7:08 pm #

      jajanya gopek apaan sih?

      • bri February 3, 2010 at 9:51 pm #

        ituh bcandaan anak2 pas sma dulu…
        norak seeh tapi bkn cewek2 yg ke kecean jd
        kegeeran…
        nanya boleh gak? ini senny yg dulu randomthough bkn^^

      • senny February 4, 2010 at 7:21 pm #

        iya bener, perasaan dr dulu jg blognya masih yang ini aja

  7. yos February 3, 2010 at 7:44 pm #

    mengerikan sekali, timpuk pake bata aja sen tmnmu tuh…
    hehehehe….
    yang berlalu biarlah berlalu…
    yang penting jangan diulangi lagi

    • senny February 3, 2010 at 8:01 pm #

      biasanya sih kalo udh sekali coba bakalan terus-terusan hehe…
      pengennya sih nimpuk pake traktor aja biar langsung jadi pinter dan waras, tapi berat ngangkat traktornya. mau bantu?

  8. infoaja.com February 3, 2010 at 7:45 pm #

    dunia semakin panas aja, hehe

  9. hadidot February 3, 2010 at 11:38 pm #

    maaf komen ini bakal panjang dikit,hehehe.

    saya punya teman yg playboy kelas kakap,sudah puluhan (bahkan ratusan) wanita yg jadi korbannya. saya tau persis sepak terjangnya dan juga ilmunya (karena sebagian diturunkan ke saya juga,hahaha) ,tapi sebejat2nya dia ini,dia TIDAK pernah mau sama perawan,dengan alasan merusak dan itu dosanya lebih besar (walaupun semua zinah itu pasti dosa) ,karena yg pertama kali itu yg paling bertanggung jawab dengan kelanjutan kehidupan orang tersebut.

    jujur aja,back in the days when i was very young ,pernah pacar saya dulu mau memberikan perawannya ,tapi saya gak mau ,kenapa? saya gak pengen menikahi dia,belum tau bagaimana perasaan saya juga karena terlalu muda,jadi saya takut. saya gak mau juga karena kalo saya gak bisa yakin mau serius menikahi dia,ya lebih baik tidak mengambil hartanya yg paling berharga itu dong?! what kind of a man i am? tapi saya dengar beberapa tahun kemudian dia MBA (menikah berkat anak) di luar negeri, fiuh untung bukan saya yg jebolin,kalo gak pasti saya merasa bersalah banget tuh….

    Anyway ,setuju sama pesan kamu sen,kalo cinta itu tidak merusak,saya jujur gak mau munafik saya udah pernah ML (makan lemper,hehe) jadi kalo seandainya saya mau serius sama seorang wanita terus saat ini kemudian saya memperlakukan dia sama saja dengan wanita2 lain sebelumnya ,apa spesialnya dia?

    Untuk orang yg spesial tindakannya pun harus spesial dong? saya bisa menunggu,dan itu harus melalui jalan yg sah,yaitu pernikahan. kalau tidak ? berarti entah dia yg tidak layak buat saya,atau saya yg tidak layak buat dia… i don’t know,its just that we definitely don’t belong to each other that way.

    thanks for sharing sen,semoga cerita saya ini juga dapat memperkaya tulisan ini:)

    oh btw ,saya gak akan menganggap kamu wanita murahan gak bermoral kok,seperti saya yakin kamu juga tidak akan menganggap saya laki2 yg murahan kan?hehe

    “wanita menjual sex untuk mendapatkan cinta,sementara para lelaki menjual cinta untuk mendapatkan sex” —> this is true in some ways

    • senny February 4, 2010 at 5:41 pm #

      wow!
      this is soooo loooonggg
      hehehe… tapi berdasarkan pengalaman, kebanyakan orang bakalan berpikir saya ini murahan gara-gara ciuman sama cowok yang bukan pacar hehe…
      tapi ga kok, situ ga murahan di mata saya

      lagian… seks sama love itu kan beda ya?

      • didot February 4, 2010 at 8:26 pm #

        yang murahan itu menjual ciuman untuk beberapa lembar uang,kalo kamu melakukannya karena suka ,orang lain tidak berhak menilainya,toh gak semua cowok yg mau cium kamu bisa mencium kamu dengan seenak udelnya kan??

  10. elia|bintang February 4, 2010 at 6:49 am #

    cinta dan nafsu itu dua hal berbeda. dua2nya berdiri sendiri. namun ketika hubungan kita dengan pasangan semakin dekat, semakin dalam juga cinta yang kita rasa. ketika cinta itu semakin dalam, nafsu seks itu juga semakin kuat.

    kl ingin tetap perawan sampai menikah, benar2 diperlukan komitmen yg besar. dalam keadaan normal, gampang untuk berkomitmen. namun ketika udah hanyut, mulai susah. nah… disitulah keimanan kita diuji :D

  11. jeunglala February 4, 2010 at 2:57 pm #

    Setiap making love pasti having sex. Tapi tidak setiap having sex adalah making love.. :)

    • julianusginting March 15, 2010 at 8:36 am #

      ups….jeunglala…kok nyimpulkan gt sih…mmmhh….ya juga sih…hihihih…

  12. didtav February 5, 2010 at 7:22 am #

    makasih ceritanya
    mampir ke blog saya juga ya teman^^

  13. dhodie February 5, 2010 at 10:39 am #

    Apalagi jaman sekarang Sen.. ketika sekeliling kita semakin tidak peduli dengan sekitarnya, jadi semakin besar melakukan hal itu…

  14. Agung Pushandaka February 5, 2010 at 4:41 pm #

    Wah, artinya kamu bukan tempat yang baik untuk curhat. Tuh, kamu jadi pusing cuma karena penuturan teman. Saya ndak pernah terlalu memusingkan teman. Urusan sendiri saja sudah cukup membuat pusing. Hehe.

    Tentang sex di luar nikah, apapun sebutannya, itu pilihan masing-masing orang dan resikonya juga dia yang tanggung, bukan kita. Jadi, selama ndak mengganggu hak dan kepentingan orang lain, saya ndak akan terlalu memusingkannya.

    Btw, rasanya sudah lama banget saya ndak main ke blog kamu ini. Hehe!

    • senny February 6, 2010 at 11:01 am #

      soalnya baru posting setelah 2 mingguan nggak kali ya
      btw, untungnya teman saya itu ga lagi curhat, dia cuma lagi cerita dan yang bikin saya pusing itu pikiran saya sendiri kenapa kalo mau ngeseks harus mengatasnamakan cinta hehe

      • Agung Pushandaka February 8, 2010 at 3:58 pm #

        Hah? Temanmu cuma lagi cerita? Orang macem apa sih dia kok bisa segampang itu cerita tentang hal begituan? Aneh banget rasanya orang yang sepanjang sejarah pertemanan kalian memasang image alim di dirinya, trus dengan gampangnya bercerita tentang hal yang bahkan orang tua kandungnya pun ndak perlu untuk tau. Hehe, iya kan?

      • senny February 8, 2010 at 5:58 pm #

        saya sih nggak berani nge-judge dia aneh, dia cerita itu ke saya pasti ada alasannya dong dan saya rasa saya nggak perlu tahu apa alasan yang melatarbelakanginya

        saya cukup menjadi pendengar yang baik, saya rasa cuma itu yang teman saya inginkan

  15. ocy February 6, 2010 at 2:01 am #

    bagus,,bagus,,
    memutuskan untuk ga terlibat dalam MBA,,
    eh,,salam kenal,

  16. yak February 6, 2010 at 1:15 pm #

    ihhh….
    serem ka senny……

    • senny February 6, 2010 at 2:39 pm #

      apanya yang serem dik?

  17. didtav February 6, 2010 at 6:42 pm #

    mampir lagi

  18. 12desember February 7, 2010 at 7:08 pm #

    hello sen lama gak kesini eh ternyata topik nya masih seputar pembicaraan orang dewasa yah.. wkwkwk :D
    ijin komen ah… kudu berbobot uy di-postingan yg bagus mah.. hehe..

    nah gw sebagai seorang yg cukup experience terhadap hal beginian..
    *gebleekk ko elo ngaku sih !!!!*
    gw bisa bilang kalo love – sex bedanya jaauuhh pisann… seriusan ini mah..
    intinya kalo pacar loe udah berani2 ngajak ML, patut dipertanyakan tuh kadar cintanya sama loe… apapun alesannya gw bisa bilang kalo itu murni nafsu..
    *ini cowo loh yg ngomong*

    tapi intinya (terutama buat cewe) yg udah terjadi gak perlu disesali lagi lah…
    i know it hurt when you lose your virginity.. but please…it’s not the end of the world..
    banyak yg takut jadi gak laku gara2 udah gak perawan.. but hey !! gak semua cowo mewajibkan calon istrinya perawan kok (apalagi kalo cowo itu sendiri udah gak perjaka)
    cowo lebih bisa men-tolerir kesalahan dibanding cewek loh… apalagi kalo udah bener2 cinta..
    dan inget cowo juga adalah mahluk yg logis… cowo relatif males untuk berkutat dgn urusan masa lalu dan lebih mentingin masa depan.. so nangkep kan maksudnya ? ^^

    jangan sampe kayak salah satu temen cewe gw yg setelah memberikan keperawanannya dan kemudian diputusin.. eh sekarang dia sampe bisa “dipake”, mending dipake doang.. udah gitu rela “digilir” lagi.. sama 3 orang 4 orang… WTF ??? loe gak sayang sama diri loe sendiri ???

    yaa gitu doang sih sharing dari gw sen..

    btw mampir yah di blog gw yg baru.. sekalian link di blog loe aja ntar janji gw link balik ^^

  19. darahbiroe February 7, 2010 at 8:21 pm #

    waduw berattt nuyyyy

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih

  20. Triunt February 8, 2010 at 7:50 pm #

    wah bener2 ngagetin..
    orang yg kelihatan alim tapi ternyata waaaa…
    kayak sembunyi dibalik topeng gitu.. *ngomong aapa saya ini he*

    Senny aku datang :)
    kamu masih perawan to..yuk marii…

  21. hanif IM February 9, 2010 at 8:29 pm #

    setuju2…
    mungkin manusia setiap detiknya berubah, maka dari itu prinsip hidupnya selalu ditambal dengan ibadah dan berdoa, walau seseorang terlihat alim, tapi dalam doa dan ibadahnya juga tidak sepenuhnya sungguh2, maka dalam menghadapi hal2 semacam itu juga akan terjebak. saling mengingatkan saja itu kuncinya…

  22. tyan's February 9, 2010 at 10:34 pm #

    Love ForSex For Love, mungkin saling berhubungan…,

  23. hellgalicious February 10, 2010 at 8:46 am #

    astagfirullah

    ampuunnn dah anak jaman sekarang.
    ckckck

  24. indra February 11, 2010 at 6:22 pm #

    Alhamdulillah bisa berkunjung kembali.
    Terima kasih atas silaturahmi yang terjalin dengan baik.
    Sip, moga postingannya bisa dimaknai positif banyak pembaca.

  25. kips February 11, 2010 at 6:23 pm #

    Bicara cinta sangatlah universal, disinilah perlunya benteng diri dengan iman sehingga implementasi sex itu berada dijalur yang seharusnya.
    Salam hangat.

  26. Agung Pushandaka February 12, 2010 at 3:17 pm #

    Kok kamu ndak berani menjudge dia aneh, padahal kamu bisa menjudge dia sebagai orang bodoh yang ndak waras?

    Saya sih ndak pengen mengatai temanmu aneh. Hehe! Tapi menurut saya ndak mungkin ada orang yang mau cerita hal yang dulu dia tentang tapi akhirnya dia lakukan. Apa iya, ada orang yang mau mempermalukan dirinya sendiri? Bahkan di luar negeri sana yang konon kehidupan sexnya lebih liberal, hal ini tetap bukan topik yang menarik untuk diperbincangkan. Hehe.

    Tapi ya sudahlah, semoga yang baca blog ini bisa belajar dari temannya Senny. Bahwa masalah beginian ndak perlu diceritakan ke siapa-siapa. Kalau perbuatan ini adalah kesalahan, berceritalah kepada-Nya saja. Kasihan temanmu itu, sudah melakukan apa yang dulu ditentangnya, sekarang malah dikatain bodoh, ndak waras, dan aneh! Hehe…

    Piss! Tadinya saya ke sini pengen baca tulisan baru, ternyata topiknya blum berubah dari sex ini. Hehe!

  27. yos February 14, 2010 at 10:05 am #

    kemana aja sen..
    lum update juga…

  28. zulhaq February 14, 2010 at 1:26 pm #

    what the fuck!!!!

    jangan pernah merusak tatanan dan kesucian cinta hanya karena nafsu sex. kalo sudah kena jebakan dan perangkap itu, jangan berharap akan ada kebahagiaan utuh dari cinta yang tulus dan suci.

    sangat disayangkan kalo ada yang mengatasnamakan cinta untuk hal itu
    kalo kebelet, ya nikah. kalo belum siap nikah, ya sana nyabun ke kamar mandi

  29. pilo™ February 18, 2010 at 8:13 am #

    this the thing i’m sure about life, sex and love…

    Semua dalam hidup ini, itu indah pada waktu-Nya..
    dan sex itu indah setelah menikah..! karena sex itu waktunya setelah menikah…

  30. Tumik February 20, 2010 at 2:24 pm #

    setuju banget, cinta dan seks adalah dua hal yang harus dipisah dan dipilah. Keduanya hanya nyambung karena terlalu dipaksain :-D

  31. OP February 20, 2010 at 9:45 pm #

    postingan-nya Senny bangeeettt…. good ! gw suka prinsip lo, no sex before married !

  32. OP February 20, 2010 at 9:46 pm #

    biarkan INDAH PADA WAKTUNYA darling :)

    • Agung Pushandaka February 24, 2010 at 5:08 pm #

      Tumben nih, op kulihat turun gunung?

      Kok blum update juga nih, blognya? Sehat-sehat saja kan? :)

  33. ImUmPh February 25, 2010 at 12:51 pm #

    Hmm… zaman sekarang… semuanya atas nama cinta… anak muda anak muda… hehehe

    Saya mah mo ntar aja pas nikah ml ato hs-nya…
    Supaya ntar ada cerita malam pertama untuk anak cucu… hahaha
    klo sbelom nikah tapi udah pernah ng-seks mah, ntar malem pertama-nya ga asik lagi…

  34. buJaNG February 26, 2010 at 12:07 am #

    Setujuuuu….!!!
    Masih kecil, lum cukup umur :D

  35. keblug March 1, 2010 at 8:52 am #

    Cinta itu bisa berubah.Cinta bisa terbolak balik. Pada akhirnya yg mendukung cinta tetap pada tempatnya adalah komitmen dan tanggung jawab. klo ‘depannya’ aja udah minus komitmen minus tanggung jawab, hm… siap2 makan hati!

  36. Catatan Hery March 3, 2010 at 5:31 pm #

    Posting yang menarik. Saya pribadi menentang seks diluar nikah dengan alasan apapun apalagi demi seks.
    Bukan sok suci, justru pengalaman yang mengajarkan bahwa kesenangan yang didapatkan dari having sex itu semu. Kini saya memiliki dua anak perempuan, saya akan berusaha sekuatnya menanamkan spirit dari artikel ini ke mereka berdua nanti.

    Salam kenal

    • dion March 28, 2010 at 3:04 pm #

      betul betul

  37. acilo March 6, 2010 at 5:48 pm #

    Sen thanks for sharing. truly inspiring.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 354 other followers

%d bloggers like this: