“I can’t be there, sen. Gue lagi mengejar kebahagiaan nih. Salam aja buat semua ya!”
Itu adalah alasan yang diungkapkan seorang teman waktu saya mengajaknya hang out bareng. Saya tentu saja tertawa mendengar alasannya, bagaimana bisa seseorang yang sedang stress dengan pekerjaan barunya yang mengharuskannya lembur setiap hari ditambah lagi boss yang sangat demanding dan kadang meminta teman saya mengerjakan pekerjaan yang bukan kapasitasnya, belum lagi gaji yang pas-pasan bisa mengatakan hal tersebut sebagai proses mengejar kebahagiaan.
Bagaimana bisa proses mengejar kebahagiaan membuat seseorang tertekan dan bisa dipastikan kalau saya yang berada di posisi tersebut akan terkena penyakit jiwa akut? (lebay? Yes, I’m a drama queen).
Koreksi saya kalau saya salah, tapi bukankah seharusnya proses mengejar kebahagiaan (itu pun kalau memang benar-benar ada) membuat siapa pun menikmatinya?
Dari situ saya jadi berpikir jangan-jangan selama ini semua orang terlalu sibuk mendefinisikan dan mengejar kebahagiaan sehingga mereka lupa kalau ada begitu banyak hal kecil yang tidak memerlukan usaha yang signifikan yang dapat membuat siapa pun merasa bahagia. Lagian menurut saya, kebahagiaan itu bersifat subjektif dan setiap orang memiliki momen kebahagiaannya sendiri.
Seperti seorang teman yang pada akhirnya bisa membeli Mac Book dengan uang hasil kerjanya sendiri setelah setahun dia berusaha keras dan hampir setiap hari mengunjungi Emax untuk melihat dan memastikan Mac Book impiannya masih dijual, maka dia menyebut momen tersebut sebagai momen kebahagiaan
Seperti seorang ibu yang akhirnya bisa mendengar suara tangisan anaknnya setelah 9 bulan dalam penantian, maka dia menyebutnya sebagai momen kebahagiaan
Seperti seorang artis Indonesia yang akhirnya bisa go international dalam arti sesungguhnya – bukan cuma konser di Malaysia atau Singapore, maka dia menyebutnya sebagai momen kebahagiaan
Sementara buat saya, akan ada begitu banyak hal yang terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu yang akan membuat saya bahagia. Hal-hal kecil seperti choki-choki, WRP body shape choccocino, pay day, hujan, Frozedn Frappucino Hazelnut Starbucks, blablabla yadaa yadaa.
Maka dengan adanya begitu banyak hal di dunia ini, setiap orang akan menemukan begitu banyak definisi kebahagiaan.
Dan… ini perasaan saya saja atau kamu juga merasakannya yah? Saya merasakan kalau terkadang mengatakan “I’m happy with my life” hanyalah sebuah cara untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kita memang benar-benar bahagia dengan hidup kita.
Dan saya, tidak akan senaif itu untuk mengatakan kalau I’m happy with my life but sometimes I do really-really happy with my life.
So how about you, guys?
Would you keep pursuit the happiness or you just let the simple things makes you happy?
heran… kebahagian klok dikejar, emang lari kesana kesini susah untuk ditangkap yah…? sepertinya kita saja yang mimbikin rumut masalah hingga tidak menemukan kata bahagia itu. yang istilah temen kamu… apa itu mengejar kebahagiaan
hidup ini cuma sekali, tak tahu pula kapan kita mati. jadi ya dibikin santai saja. mau bahagia kek, enggak bahagia kek, enak kek, nga enak kek. nikmati saja. apa susahnya
simple things make me happy….
Mana ada sih manusia yang puas dengan simple things yang ada?
Kalau saya sih percaya, what you give is what you get. Kita ndak akan mendapatkan apa-apa kalau kita ndak pernah memberi sesuatu. Pemberian itu ya termasuk perjuangan dan pengorbanan. Sementara kebahagiaan akan jadi salah satu yang kita dapatkan dari apa yang kita beri tadi.
Tapi ya kembali ke masing-masing orang juga sih. Karena standar kebahagiaan setiap orang kan berbeda-beda. Yang penting jangan sirik kalau melihat kebahagiaan orang lain! Hehe..
merasa bahagia wajib hukumnya, mencari bahagia itu perjuangan
gue bahagia bgt tiap gue ada di pangggung…
*
*panggung apa ya, panggung sandiwara kale..
mmhh.. :rolling eyes:
for me,
i’m happy if i can make peoples happy.
looking for happiness?..
never.
just need not to be sad.
it’s hard to not to be sad everytime cause sometimes shit do happen
btw, la… gawe jij!
gaji buta
lala ngikutin jejak gw sen
haha
hmmm kadang simple things are enough to make me happy, kadang enggak. tergantung mood aja, kalo lagi pms ya semua jadi not good enough =)).
nah bener banget
kalo pms apa juga salah, jd bawaannya pengen marah2 aja
suatu yang kecil itu tidak selamanya kecil, suatu hal yang simpel itu tidak selamanya simpel. kadang hal yg simpel itu akan menjadi hal yg penting karena hal yg simpel itu membawa kebahagiaan bagi kita
biarkan kebahagiaan datang dengan sendirinya
bahagia kan termasuk rejeki dari Tuhan?
gw setuju sama lw. banyak hal yang membuat kita bahagia dalam hidup ini, entah sekecil apapun hal itu. kalo di hitung, mungkin kita gak bakal bisa menghitung, saking banyaknya. Namun, semua itu, gak berlaku bagi semua orang. itu hanya berlaku bagi orang orang yang mau menyadari arti kebahagiaan yang sebenarnya, dan orang orang yang bersyukur…
Banyak orang, yang mengartikan kebahagiaan itu adalah pencapaian akan hal hal besar, yang lebih menjurus pada materi kekayaan, Status Sosial, kesusesan karir dan jabatan. Padahal kebahagiaan itu sangat luas, tak terbatas dalam hal itu.
Dan kalo untuk mencapai kebahagiaan, kita harus menderita tanpa menikmatinya, harus bersedih tanpa ada senyuman, harus menjalani tanpa kepuasan bla bla bla…bagi gw itu bukan mengejar kebahagiaan. tapi membiarkan kebahagiaan itu jauh. Apakah setelah mencapai yang di kejar, serta merta kita akan selalu bahagia?? gak kan!!!
Kebahagiaan yang sebenarnya, berada pada proses bukan pada pencapaian. Karena kalo kita selalu menikmati proses dalam wujud kebahagiaan, saat pencapaianpun kita akan selalu bahagia. tanpa mencapainya pun, kita tetap bahagia
)
Mari berbahagia, lupakan segala sesuatu yang menenggelamkan rasa bahagia
wew…
komentarnya bang zul dahsyat….
bagus bgt…. sisi kesintingan dalam dirinya lagi sembunyi kali ya
Senantiasa syukur nikmat, Insya Allah kebahagiaan itu berdampingan. Semoga kita semua mendapatkannya, amin.
Pokoknya nikmatin aja deh Insya Allah walaupun susah tentu akan tetap bahagia.
O ya theme baru lagi, perasaan awal salah masuk, soalnya setahu saya mah yang punya blog suka gelep-gelep, hehehe…
perasaan bahagia emang datang tidak bisa ditebak dan itu tergantung gmana orang tersebut menikmati hidupnya…
Emang kebahagian bisa dikejar ya. Lari…???
Salam kenal.
ALRIS
haha.. sebenernya senang atau ngga itu bukan dari dapet atau ngganya.. tapi dari kata menyikapi suasana.. lagi sibuk kerja juga kalo mang bisa ngerasain enak kerjaanya ya bakalan happy.. apalagi klo kerjanya dikerjain waktu di gunung, di pantai, lagi di tengah laut, atau sambil berenang di tengah kawah merapi juga ngga apa.. *klo masih selamet hidup..*
menurut gue sih be happy for no reason. karena kebahagiaan itu keputusan. kita bisa memandang dunia ini dengan bahagia atau dengan kekecewaan..
mungkin temen mbak itu lagi ngejar mimpinya. untuk ngejar mimpi itu banyak tantangannya kan. ada jatuh bangunnya. kita ga akan bisa naik sepeda loh kl ga jatoh2 dulu..
syukuri aja apa ya ada…
pastinya akan di tambah nikmatnya…,
Let simPle things makes me happy..
^_^
lam kenal
tukeran link yuu
ok, gue masukin linknya ya!