H.E.L.P!

23 Sep

Anyone… you guys, can you help me?

I start to hate things called L.O.V.E.

Seriously! Melebihi keseriusan saya yang ingin memiliki badan Bree Turner yang akhirnya membuat saya (sepertinya akan) mengeluarkan banyak uang untuk membeli krim anti selulit dan mengikuti kursus salsa atau melebihi keseriusan saya yang benar-benar ingin menjadi penari striptease at least untuk laki saya suatu saat nanti.

Akhir-akhir ini saya mulai melihat betapa L.O.V.E. atau yang biasa orang Indonesia sebut cinta, memberikan pengaruh yang begitu besar kepada begitu banyak orang. Sayangnya, dalam kasus saya, saya melihat pengaruh tersebut cenderung lebih ke arah yang buruk daripada yang baik. Saya melihat itu, bukan hanya terjadi pada diri saya, tapi juga pada teman-teman di kehidupan saya.

Saya mulai menangkap gejala bahwa L.O.V.E. atau cinta sudah melenceng dari makna yang sebenarnya (meski saya tidak pernah tahu pasti apa makna yang sebenarnya dari cinta). Akhir-akhir ini saya mulai berpikir bahwa cinta sebenarnya hanyalah sebuah alasan, pembenaran, pembelaan, sebuah excuse untuk banyak orang untuk tetap berada di jalan yang salah bahkan ketika mereka menyadari dengan sepenuh hati bahwa mereka berada di jalan yang salah. They know that they’re in the wrong track but they’re still stick on it in the name of love.

And that was just… sounds stupid and silly for me.

But anyway,

We can’t be smart and in love at the same time, right?

Perlu bukti? Pernah dengar tentang orang yang rela membunuh dirinya sendiri setelah diputusin oleh pacarnya yang sebenarnya tidak pernah benar-benar cinta? Atau orang yang rela membagi password facebooknya pada sang pacar yang ternyata psikopat dan mulai nekad mengupload foto ciuman mereka berdua yang diambil entah kapan dan oleh siapa ketika hubungan mereka dalam masalah? Atau orang yang memutuskan untuk stay single dan melewatkan begitu banyak calon pasangan potensial cuma demi menunggu seseorang yang bahkan tidak pernah memikirkan orang itu sama sekali? Dan tentunya, masih banyak contoh kebodohan karena cinta lainnya yang nggak akan pernah cukup waktu sejuta tahun untuk membahasnya di postingan ini.

Dari beberapa contoh yang terjadi di lingkungan sekitar saya, saya berani menyimpulkan bahwa cinta selalu berhasil mengambil logika manusia dengan cara yang manipulatif.

Dari situlah lantas muncul istilah love for sex dan sex for love. Karena faktanya, beberapa orang memanipulasi keadaaan, bertingkah seolah-olah dia memberikan cinta yang tulus dan dalam, untuk mendapatkan sex; sementara di sisi lain, beberapa orang memanipulasi keadaan, bertingkah seolah-olah dia memberikan sex dengan suka rela, untuk mendapatkan cinta. Seorang teman malah berkata bahwa pilihannya memang ada dua, love for sex or sex for love; the one who doesn’t choose will get nothing.

Tapi yang menurut saya paling parah adalah saya melihat telah terjadi perubahan yang cukup signifikan pada teman-teman saya, dan semua itu terjadi gara-gara cinta. Yup, cinta telah merubah teman-teman saya (dan mungkin banyak orang lain di luaran sana) dengan cara yang sangat instan dan (seringnya) tidak bisa dimengerti.

Teman saya yang dulunya anti selingkuh, mendadak bersedia menjadi selingkuhan seseorang yang sudah bertunangan dan tidak akan pernah meninggalkan tunangannya.

Teman saya yang dulunya career minded dan bersumpah akan menjadi penari seumur hidupnya, mendadak meninggalkan karirnya sebagai penari hanya karena sang pacar tidak menyetujui pilihan karir teman saya yang katanya membuat teman saya seperti wanita gampangan.

Teman saya yang dulunya rajin menabung demi masa depan, mendadak menjadi seseorang yang sangat boros dan mulai sering meminjam uang sana-sini hanya untuk membiayai seluruh pengeluaran nggak jelas dan nggak penting sang pacar.

Teman saya yang penurut pada orang tuanya, mendadak memutuskan untuk meninggalkan rumah, berbohong pada orang tuanya, dan bahkan melawan orang tuanya, hanya demi membela sang pacar begajulan yang tidak mendapat restu dari sang orang tua.

Bahkan, teman saya yang dulunya religius, membuat sebuah keputusan yang sangat mengejutkan saya, mengumumkan dengan bangga bahwa dia telah pindah agama hanya demi mendapat restu dari orang tua sang pacar yang belum tentu juga akan bersedia menikahi teman saya.

Dalam pandangan saya, sama sekali tidak masalah kalau kalian melakukan hal-hal seperti: melawan orang tua, kabur dari rumah, berbohong, mengkhianati, pindah agama, membuang-buang banyak uang, meninggalkan karir yang juga sebenarnya sudah menjadi mimpi sejak dulu, atau hal lainnya yang tidak logis selama

Apa yang kalian lakukan dalam cara yang salah tersebut adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan yang benar,

Tapi yang menjadi masalah buat saya adalah:

darimana kalian tahu bahwa kalian telah memilih tujuan yang benar sementara dalam prosesnya saja kalian telah melakukan hal yang salah?

apakah ada jaminan bahwa kalian tidak akan pernah menyesali keputusan kalian yang sudah tanggung melakukan hal yang salah, berada di jalan yang salah?

apakah kalian benar-benar berada pada tujuan yang benar?

Guys, do you??

21 Responses to “H.E.L.P!”

  1. bri September 23, 2009 at 2:31 am #

    __help nya thebeatles bkn ;) __

  2. bri September 23, 2009 at 2:35 am #

    __oia oia..cinta memang gilaaaaa :) __

  3. bri September 23, 2009 at 2:37 am #

    __tujuan bkn utama…yg pentingkan prosesnya__

    __salam all you need is “. . . .” __

  4. alamendah September 23, 2009 at 5:45 am #

    pertama dulu

  5. alamendah September 23, 2009 at 5:51 am #

    Cinta…
    Bikin saya bingung…

  6. Sugeng September 23, 2009 at 5:55 am #

    Cinta ?!?
    Seandainya cinta itu ditujukan kepada sang pencipta mungkin tidak akan ada sesal yang menghimpit dada seperti seorang yang menunggu pacarnya tak kunjung datang meski waktu sudah beranjak gelap :roll:

  7. Wawan September 23, 2009 at 9:45 am #

    cinta memang mempunyai kekuatan namunada juga istilahnya love cursed

    Salam kenal
    blogger kalimantan selatan

  8. sososibuk September 23, 2009 at 12:22 pm #

    ga lagi jatuh cinta gw sen…
    ribettt

    • senny September 23, 2009 at 5:39 pm #

      emang yg bikin ribet apaan?

      • sososibuk September 24, 2009 at 5:30 pm #

        itu loh semacam laporan…
        semua lapor
        apa apa bilang…

        laki jauh dikangenin
        udah deket di jiji-jiji-in…

        haha

  9. yorick September 23, 2009 at 1:04 pm #

    benar.. manusia sekarang ini sepertinya tidak bisa membedakan mana cinta dan mana nafsu…

    • senny September 23, 2009 at 5:40 pm #

      makanya mereka jadi ngga logis cenderung gila yah?

  10. Wirawan Winarto September 24, 2009 at 2:03 am #

    jatuh cinta itu pasti sakit, kalau gak sakit ga mungkin disebut ‘jatuh’

  11. iderizal September 24, 2009 at 6:32 am #

    lebih aman nikah kali ya…

    walau dikit terlambat, Minal ‘Aidin wal-Faizin ya lagi, he

  12. .lala September 24, 2009 at 9:20 am #

    ah, rasa rasanya, cerita gw gada disinih.. see, not all stupid.. :p

    • senny September 24, 2009 at 11:34 am #

      jadi cerita lo pengen dipublish jg yah la?

  13. pushandaka September 24, 2009 at 11:17 am #

    Menurut saya, cinta itu cuma tentang kasih sayang dan rasa percaya. Kalau ternyata ada yang melenceng dari itu, salah orangnya bukan cintanya.

    So, don’t start to hate thing called LOVE. Hehe!

    Kalau masalah jalan dan tujuan yang benar, kita ndak bisa menjustifikasi dengan penilaian kita pribadi. Setiap orang punya kebenarannya masing-masing. Kalau kamu mempertanyakan hal itu, yang ada cuma akan perdebatan ndak ada habisnya.

    Hihi! Jadi panjang..

  14. Zulhaq September 24, 2009 at 12:20 pm #

    hmmm, dalem dalem dalem. dan gw berani bilang iya!!!!! untuk semua yang lw katakan. karena gw selama ini, mengatas namakan cinta untuk hal2 itu, padahal dari hati yang paling dalam, masih selalu bertanya cinta itu apa sih. pada saat jauh, tak ada rasa rindu akan cintanya. pada saat melihat sosok lain, tak pernah peduli dengan perasaannya. pada saat dia berharap lebih, gw gak pernah menganggap asa itu ada….

    dan prinsip gw, untuk cinta sejati, yang menemani lahir bathin, hidup dan bathin, gw nggak mau menjalani dalam status pacaran, gw akan menjalani dalam hubungan yang halal. selama cinta yang gw jalani dalam status pacaran, itu tak lain hanyalah semu belaka!!!!!

    • senny September 24, 2009 at 5:46 pm #

      tapi sayangnya, sebenci apa pun saya pada cinta, I still can’t resist to fall right?

      • keblug September 28, 2009 at 10:37 am #

        jadi intinya klo kadung tresno, dinikmatin aja ;)

      • Zulhaq September 28, 2009 at 10:59 am #

        itu memang dah sifat yang manusiawi. tak ada yang bisa di hindari untuk hal yang satu itu. yang penting, kita menyadari keterbatasan dan batasan2 yang seharusnya *ah, sok serius amat yah gw*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 355 other followers

%d bloggers like this: