Archive

Archive for September, 2009

Musik Dan Blog Baru

September 29, 2009 senny 14 comments

Salah satu hal yang paling ampuh dalam mengobati mood saya yang acak-acakan adalah dengan mendengarkan lagu yang diputar oleh media player saya. Saya tidak pernah memiliki kriteria khusus akan musik yang saya sukai, buat saya, selama musik itu tidak berisik dan memiliki kata-kata yang simple tapi bermakna dalam, maka saya bisa langsung jatuh cinta pada lagu itu.

Mostly, jenis lagu yang saya sukai adalah jenis lagu yang liriknya mencerminkan kehidupan saya, sekecil apa pun cerminan tersebut. Itulah kenapa saya akhirnya sangat jatuh cinta pada lagu Baby Don’t you Break My Heart Slow – Vonda Shepard, Ironic – Alanis Morissette, Incomplete – Alanis Morissette, lalu… argh, terlalu banyak kalau disebutkan di sini dan saya yakin kamu nggak mau tahu juga ;) .

Di sela-sela waktu senggang saya, biasanya selalu ada imajinasi yang muncul setiap kali saya mendengarkan sebuah lagu. Imajinasi yang membuat pikiran saya akhirnya memposisikan saya pada situasi yang sama seperti penyanyinya, lalu saya mulai membuat sebuah cerita dengan soundtrack lagu tersebut. Di waktu yang lain, saya juga tidak jarang menemukan lagu yang seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, mencerminkan kisah hidup saya. Di waktu yang lainnya lagi, ketika saya sedang mendengarkan cerita teman saya, saya lalu mendadak teringat sebuah lagu yang berkaitan dengan cerita tersebut.

Maka dari itu saya akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah blog baru. Blog yang bertema dan bisa dilihat di sini. Dalam blog ini saya mencoba untuk posting lirik lagu, penyanyi, dan download linknya, beserta sebuah cerita yang berkaitan dengan lagu yang saya posting.

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, beberapa postingan pada blog itu adalah cerita nyata yang terjadi pada saya atau teman saya, sementara beberapanya lagi adalah cerita fiktif belaka.

Soal blog yang ini?

Masih aktif tentunya, jadi jangan khawatir dengan keputusan saya membuat blog yang bertema, kamu lantas tidak bisa mengetahui up date kehidupan saya.

So…, check this link guys and hope you enjoy it! ;)

Categories: Uncategorized Tags:

Pra 22 Syndrome

September 27, 2009 senny 20 comments

It’s not suppossed to be like this.

2 adalah angka keberuntungan saya, dan jika 2 itu digandakan menjadi 22, saya selalu merasa jauh lebih beruntung. Mungkin ini cuma sugesti, tapi yang jelas sugesti saya pada angka 2 cukup membantu meningkatkan kepercayaan saya terhadap sesuatu yang sedang saya lakukan atau setidaknya terhadap diri saya sendiri. Jadi seharusnya, menjelang ulang tahun yang ke 22 ini, saya tidak menjadi senegatif sekarang. Sugesti saya terhadap angka 22 jelas tidak membantu saya sama sekali dalam menghadapi semua ini.

Satu bulan lagi waktu itu datang, saya akan menginjak 22 tahun satu bulan yang akan datang, dan saya seperti tahun-tahun selanjutnya, mengalami pra b’day syndrome.

Belakangan ini saya menjadi over sensitive dan over reaksi terhadap segala sesuatu. Bahkan hal kecil yang dalam keadaan normal sama sekali tidak pernah saya pikirkan mendadak bisa membolak-balik mood saya dalam hitungan detik. Singkatnya, saya kembali menjadi a grumpy impulsive useless person.

Belakangan ini juga saya mulai capek dengan kehidupan saya yang terasa sangat datar. Capek mencoba mengerti orang lain di saat bahkan mereka sama sekali tidak mau mengerti perasaaan saya. Capek memendam semua emosi yang ada hanya karena saya berusaha sangat keras untuk tidak pernah menyakiti perasaan mereka sekalipun perkataan mereka seringkali menyakiti perasaan saya. Capek mengatur segalanya, memastikan segalanya berjalan lancar, sementara rencana yang saya buat sendiri bahkan tidak pernah lepas dari hambatan. Capek dituntut untuk selalu kreatif dan mendatangkan ide-ide segar sementara ada begitu banyak hal yang harus saya lakukan tetapi begitu sedikit waktu yang saya punya. Capek mengatur jadwal untuk orang lain, mulai dari jadwal pertemuan rutin teman-teman sma sampai jadwal mengerjakan tugas kuliah, menentukan tempat pertemuan, mengkomunikasikan rencana dengan mereka semua, sehingga saya lupa kalau saya harusnya mengatur jadwal untuk diri saya sendiri.

Ini mungkin pengakuan terjujur yang pernah saya ucapkan: saya sedang capek mengatur urusan orang lain, sementara urusan saya sendiri seringkali terabaikan.

Biasanya, ketika saya sedang mengalami pra b’day syndrome, saya selalu mencurahkan semuanya ke BFF saya, Zhe. Tapi sepertinya untuk kali ini saya harus bisa menghadapinya sendirian, Zhe sedang sibuk dan sedikit stress dengan rencana pernikahannya dan saya benar-benar merasa tidak ada seorang pun yang bisa saya andalkan lagi (bukan berarti kalian nggak penting buat saya lho!).

Kali ini saya mau meminta maaf pada kalian, maaf jika saya (mungkin) akan lebih sering membawa aura negatif terhadap kalian ketimbang aura positif. Maaf jika saya mendadak over sensitive dan berlebihan menghadapi segala sesuatunya.

Mudah-mudahan pra 22 syndrome ini segera berakhir

Categories: Uncategorized Tags: , ,

H.E.L.P!

September 23, 2009 senny 21 comments

Anyone… you guys, can you help me?

I start to hate things called L.O.V.E.

Seriously! Melebihi keseriusan saya yang ingin memiliki badan Bree Turner yang akhirnya membuat saya (sepertinya akan) mengeluarkan banyak uang untuk membeli krim anti selulit dan mengikuti kursus salsa atau melebihi keseriusan saya yang benar-benar ingin menjadi penari striptease at least untuk laki saya suatu saat nanti.

Akhir-akhir ini saya mulai melihat betapa L.O.V.E. atau yang biasa orang Indonesia sebut cinta, memberikan pengaruh yang begitu besar kepada begitu banyak orang. Sayangnya, dalam kasus saya, saya melihat pengaruh tersebut cenderung lebih ke arah yang buruk daripada yang baik. Saya melihat itu, bukan hanya terjadi pada diri saya, tapi juga pada teman-teman di kehidupan saya.

Saya mulai menangkap gejala bahwa L.O.V.E. atau cinta sudah melenceng dari makna yang sebenarnya (meski saya tidak pernah tahu pasti apa makna yang sebenarnya dari cinta). Akhir-akhir ini saya mulai berpikir bahwa cinta sebenarnya hanyalah sebuah alasan, pembenaran, pembelaan, sebuah excuse untuk banyak orang untuk tetap berada di jalan yang salah bahkan ketika mereka menyadari dengan sepenuh hati bahwa mereka berada di jalan yang salah. They know that they’re in the wrong track but they’re still stick on it in the name of love.

And that was just… sounds stupid and silly for me.

But anyway,

We can’t be smart and in love at the same time, right?

Perlu bukti? Pernah dengar tentang orang yang rela membunuh dirinya sendiri setelah diputusin oleh pacarnya yang sebenarnya tidak pernah benar-benar cinta? Atau orang yang rela membagi password facebooknya pada sang pacar yang ternyata psikopat dan mulai nekad mengupload foto ciuman mereka berdua yang diambil entah kapan dan oleh siapa ketika hubungan mereka dalam masalah? Atau orang yang memutuskan untuk stay single dan melewatkan begitu banyak calon pasangan potensial cuma demi menunggu seseorang yang bahkan tidak pernah memikirkan orang itu sama sekali? Dan tentunya, masih banyak contoh kebodohan karena cinta lainnya yang nggak akan pernah cukup waktu sejuta tahun untuk membahasnya di postingan ini.

Dari beberapa contoh yang terjadi di lingkungan sekitar saya, saya berani menyimpulkan bahwa cinta selalu berhasil mengambil logika manusia dengan cara yang manipulatif.

Dari situlah lantas muncul istilah love for sex dan sex for love. Karena faktanya, beberapa orang memanipulasi keadaaan, bertingkah seolah-olah dia memberikan cinta yang tulus dan dalam, untuk mendapatkan sex; sementara di sisi lain, beberapa orang memanipulasi keadaan, bertingkah seolah-olah dia memberikan sex dengan suka rela, untuk mendapatkan cinta. Seorang teman malah berkata bahwa pilihannya memang ada dua, love for sex or sex for love; the one who doesn’t choose will get nothing.

Tapi yang menurut saya paling parah adalah saya melihat telah terjadi perubahan yang cukup signifikan pada teman-teman saya, dan semua itu terjadi gara-gara cinta. Yup, cinta telah merubah teman-teman saya (dan mungkin banyak orang lain di luaran sana) dengan cara yang sangat instan dan (seringnya) tidak bisa dimengerti.

Teman saya yang dulunya anti selingkuh, mendadak bersedia menjadi selingkuhan seseorang yang sudah bertunangan dan tidak akan pernah meninggalkan tunangannya.

Teman saya yang dulunya career minded dan bersumpah akan menjadi penari seumur hidupnya, mendadak meninggalkan karirnya sebagai penari hanya karena sang pacar tidak menyetujui pilihan karir teman saya yang katanya membuat teman saya seperti wanita gampangan.

Teman saya yang dulunya rajin menabung demi masa depan, mendadak menjadi seseorang yang sangat boros dan mulai sering meminjam uang sana-sini hanya untuk membiayai seluruh pengeluaran nggak jelas dan nggak penting sang pacar.

Teman saya yang penurut pada orang tuanya, mendadak memutuskan untuk meninggalkan rumah, berbohong pada orang tuanya, dan bahkan melawan orang tuanya, hanya demi membela sang pacar begajulan yang tidak mendapat restu dari sang orang tua.

Bahkan, teman saya yang dulunya religius, membuat sebuah keputusan yang sangat mengejutkan saya, mengumumkan dengan bangga bahwa dia telah pindah agama hanya demi mendapat restu dari orang tua sang pacar yang belum tentu juga akan bersedia menikahi teman saya.

Dalam pandangan saya, sama sekali tidak masalah kalau kalian melakukan hal-hal seperti: melawan orang tua, kabur dari rumah, berbohong, mengkhianati, pindah agama, membuang-buang banyak uang, meninggalkan karir yang juga sebenarnya sudah menjadi mimpi sejak dulu, atau hal lainnya yang tidak logis selama

Apa yang kalian lakukan dalam cara yang salah tersebut adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan yang benar,

Tapi yang menjadi masalah buat saya adalah:

darimana kalian tahu bahwa kalian telah memilih tujuan yang benar sementara dalam prosesnya saja kalian telah melakukan hal yang salah?

apakah ada jaminan bahwa kalian tidak akan pernah menyesali keputusan kalian yang sudah tanggung melakukan hal yang salah, berada di jalan yang salah?

apakah kalian benar-benar berada pada tujuan yang benar?

Guys, do you??

Categories: Uncategorized Tags: , ,

Yes is a [Yes] is a No

September 9, 2009 senny 27 comments

Seumur hidup saya, saya selalu kagum dengan mereka – orang-orang yang selalu mampu mengungkapkan isi hatinya dengan mudah. Selalu kagum dengan mereka yang mengatakan ya ketika hatinya menjawab ya, mengatakan tidak ketika hatinya mengatakan tidak. Menyatakan dirinya dengan tegas bahwa dia tidak suka atau suka terhadap sesuatu tanpa khawatir akan apa pun.

Saya kagum dengan mereka karena saya tidak pernah bisa begitu.

Ini adalah satu lagi hal yang tidak orang-orang ketahui tentang saya, saya yang dari luaran terlihat santai, justru memiliki kekhawatiran terdalam setiap kali saya ingin menyatakan sesuatu.

Saya sangat memahami perasaan ditolak, saya tahu betapa sakitnya ditolak oleh lingkungan dan keadaan. Dan sumpah, sampai mati saya tidak mau lagi merasakan perasaan itu!

Ketakutan saya akan ditolak oleh lingkungan sangatlah besar, sebuah ketakutan yang hanya bisa dirasakan dan dimengerti oleh saya dan orang-orang yang pernah mengalami apa yang saya alami.

Ketakutan terdalam itu akhirnya membawa saya pada kehidupan yang serba palsu. Pribadi yang saya sajikan kepada orang-orang bukanlah saya yang apa adanya. Saya selalu berusaha mengikuti mereka, menyimpan perasaan dan pemikiran terdalam saya dan membiarkan mereka tidak pernah tahu apa yang saya rasakan dan saya pikirkan.

Saya lebih membiarkan orang berpikir tentang saya sesuai yang mereka ingin pikirkan tentang saya daripada apa yang saya ingin mereka pikirkan tentang saya.

Terserah setelah posting ini kamu akan mengatai saya palsu, pengecut, atau apalah. Saya benar-benar tidak peduli lagi sekarang.

Saya sedang depresi. Depresi yang sama seperti sebuah gempa, jika eksistensinya terlalu lama, akan merubuhkan. Depresi ini nyaris membuat saya gila. Parahnya, depresi ini berlangsung untuk kesekian kalinya.

Saya benar-benar mengatakan depresi dalam artian yang sebenarnya, bukan sekedar perumpamaan atau kata-kata yang saya gunakan dalam konteks dilebih-lebihkan seperti apa yang tertulis dalam naskah sinetron sekarang ini. Depresi yang sama, setahun yang lalu pernah membuat saya berada pada lubang sakit hati terdalam dan membuat saya pusing memikirkan apa alasan saya untuk hidup setiap kali saya bangun pagi. Untunglah saya selalu menemukan alasan untuk hidup, sebab jika tidak, mungkin sekarang ini saya hanya tinggal sebuah nama.

Saya benar-benar membutuhkan pertolongan Tuhan saat ini, bukan yang lain. Bahkan teman-teman saya yang sangat banyak dan selalu bersedia membantu pun tidak akan pernah bisa membantu. Bahkan setiap lagu dari Alanis Morisette dan Vonda Shepard yang diputar oleh Playlist saya tidak mampu membantu saya merasa sedikit lebih baik.

Saya depresi oleh apa yang dipikirkan dan dirasakan tapi tidak pernah bisa terungkap.

Everyone must think that I’m strong enough, but actually I’m a fragile one

Categories: Uncategorized Tags: ,

Protected: You And Me And We And Us

September 9, 2009 senny Enter your password to view comments

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Categories: Uncategorized Tags: