Gue mau cerita sebuah kisah tragis seorang teman… Dikatakan tragis karena ceritanya memang benar-benar tragis… Sebuah kisah tragis yang mau gue posting dari zaman kapan tahu tapi selalu aja lupa….

Jadi… sebut saja Dodol, teman saya yang sangat unik (dengan catatan unik sama aneh nggak ada bedanya). Sangat mencintai warna ungu. Groupies nomor satu Ariel Peterpan yang sering hampir nangis tiap kali dia mendengar orang menghina Ariel.

Nah… suatu hari si Dodol naik angkot. Didalam angkot udah ada seorang bapak-bapak yang lagi ngerokok DjiSam Soe sangat menganggu udara bebas terbatas di angkot. Terus… nggak lama ada banci naik angkot itu. Sekarang perasaan si Dodol mulai nggak enak, nggak tau karena asap rokok si bapak atau karena banci atau karena si Dodol liat bayangannya sendiri di kaca huehe…

Terus… waktu sang banci turun dan lagi-lagi menyisakan Dodol dan sang bapak. Lalu… si bapak sambil terkekeh-kekeh melihat si Dodol dan berkata:

“Neng, cantikan banci itu daripada eneng!”

Cerita gue, Zhe, dan mobil barunya Zhe…

PERTANDA PERTAMA – BEBERAPA JAM SEBELUM KEJADIAN

Mobil Kijang tiba-tiba aja belok ke kiri padahal lampu sennya ke kanan. Parahnya lagi, mobil itu nyaris banget melukai si Doo (mobil barunya Zhe).

Zhe: “Arrggghhh…, lo liat itu kan, sen?! Tuh mobil sialan lampu sennya ke kanan tapi beloknya ke kiri. Goblog!”

Gue: “He–eh! Bego banget tuh orang! Tapi feeling gue kok nggak enak ya??”

PERTANDA KEDUA – KURANG DARI SEJAM SEBELUM KEJADIAN

Angkot yang lagi jalan tepat di depan Doo mendadak berhenti – di tengah-tengah jalan dan hampir bikin si Doo ternodai karena menabrak pantat sang angkot.

Zhe: “Shit! Berasa jalan bapaknya aja berhenti sembarangan kayak gitu! Anjrit! Nggak tau apa kalo gue bawa mobil baru?”

Gue: “Emang dia nggak tau. Lo kan blom pasang iklan kalo lo punya mobil baru. Atau nggak… gimana kalo lo pasang kertas di kaca belakang sama kaca depan yang tulisannya ‘WARNING: my brand new car!’.

Zhe mendelik kesal dengan ekspresi ‘ocehan-paling-nggak-mutu-yang-pernah-ada-dan-daripada-buang-buang-energi-dengan-ocehan-itu-lebih-baik-gue-diem.

Gue dengan ekspresi polos: “Emang bener ‘kan?”

Zhe: “Whatever!”

Gue: “Tapi feeling gue kok nggak enak ya??”

Zhe: “Sejak kapan seeh feeling lo enak?? Feeling lo ‘kan nggak enak mlulu, lagian harusnya yang feeling-nya nggak enak itu gue, bukan lo… ‘kan gue yang ditodong traktiran.”

TABRAK LARI

Selesai makan, perut kenyang, sambil nyanyi-nyanyi nggak jelas di perempatan Laswi yang lamanya jauh lebih lama dibandingin nunggu jodoh, tiba-tiba

BRAKKK!!!

Gue sama Zhe saling berpandangan terus…

Zhe: “Damn! MObil gue!!!!”

Gue: “Sekarang gue tahu kenapa feeling gue nggak enak!”

Zhe yang nampak sangat emosi langsung turun dari mobilnya, mendekati pengendara motor nggak berhelm yang baru aja menodai kesucian Doo.

Zhe: “Kalo bawa motor tuh hati-hati dong!”

Pengendara laknat: “Maaf, teh! NGgak sengaja!”

Zhe: “Nggak ada alasan! Pokoknya saya minta ganti rugi!”

Pengendara laknat: “Tapi teh…”

Zhe: “Nggak ada tapi-tapian!”

Pengendara laknat, tba-tiba aja menjalankan motornya dengan kecepatan sangat tinggi dan meninggalkan gue, Zhe, dan mobil barunya dalam keadaan melongo seperti orang tolol.

Speechless

June 2, 2008

DAMN!!!!!

I |think| just make a huge mistake!!!!

what a moron!